10 Sekolah di Depok dapat Ancaman Teror Bom

Pelaku mengirimkan email ke sekolah yang berisikan ancaman dan teror.

Diterbitkan 23 Desember 2025, 20:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Sepuluh sekolah di Depok diancam teror bom, penculikan, dan narkoba via email.
  • Pelaku mengaku Kamila Hamdi, motifnya benci pendidikan Depok karena diperkosa.
  • Polisi dan Brimob menyisir sekolah, namun tidak menemukan bahan peledak.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak sepuluh sekolah di wilayah Depok mendapatkan ancaman teror bom. Ancaman teror bom datang dari seseorang mengatasnamakan Kamila Hamdi yang memberikan pesan melalui email.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, pelaku mengirimkan email ke sekolah yang berisikan ancaman dan teror. Pelaku sempat menyebutkan akan meneror sekolah menggunakan bom sehingga pihak kepolisian Polres Metro Depok dan Brimob bergerak cepat melakukan penanganan.

Adapun data sekolah yang disebut pelaku yakni, SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA 4 Depok, SMA PGRI 1, SMA Bintara Depok, Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA 7 Sawangan, SMA Nururrahman, dan SMAN 6 Depok.

Adapun ancaman yang dilakukan pelaku berupa mengirim pesan dengan menekankan akan melakukan pengeboman, penculikan, hingga narkoba.

“Sekolah se-Kota Depok yang terima email gua, gua bakal teror bom sama culik, bunuh, tebar narkoba ke semua sekolah yang terima email ini. Tunggu aja, anak-anak didik lu semua jadi korban,” tulis pelaku melalui pesan emailnya.

Selain itu, pada kolom keterangan, pelaku yang mengaku Kamila Hamdi ini mengungkap alasan di balik teror bom yang dilakukannya.

“Gua benci sama pendidikan di Depok. Gak terima, polisi gak adil, gak tanggepin laporan karena gua diperkosa dan cowo yang perkosa gua gak tanggung jawab nikahin gua,” tulis pelaku.

Pelaku sempat mengaku sebagai alumni sekolah SMP dan SMA IT Nururrahman, serta lulusan Universitas Telkom.

“Gua sangat bertanggung jawab atas yang gua lakukan,” tulis pelaku.

 

Penyisiran

Sementara itu, Kepala SMA PGRI Depok, Nina Marliana mengatakan, awalnya pesan teror bom diketahui dari pesan email yang diinformasikan sesama anggota Forum Komunikasi Sekolah Swasta (FKSS) dan Forum Kepala Sekolah Depok. Awalnya Nina menduga ancaman teror bom berupa hoax.

“Tapi barusan dari tim kepolisian sudah cepat tanggap, datang ke sini semuanya lengkap, tadi saya lihat ada dari Gegana, Inafis, dan Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok,” ujar Nina.

Anggota Gegana Brimob dan Polres Metro Depok melakukan penyisiran di seluruh ruangan sekolah. Hasil dari penyisiran tidak ditemukan adanya indikasi bahan peledak atau bom.

“Kalau udah seperti ini serius ya, mudah-mudahan cepat ketangkep dah ini pelakunya, termasuk penyebabnya apa gitu,” terang Nina.

Nina menuturkan, sebelum kedatangan anggota kepolisian, sekolahnya tetap beraktivitas. Bahkan SMA PGRI Depok melakukan pemberian rapot nilai kepada orang tua siswa.

“Tadi pagi ada aktivitas bagi raport kami,” tutur Nina.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6