Menko AHY Cek Kesiapan Layanan Terminal Penumpang Tanjung Priok Jelang Nataru

Menko AHY meninjau kesiapan infrastruktur di Terminal Penumpang Nusantara Pura Pelindo jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Diterbitkan 22 Desember 2025, 20:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau kesiapan layanan di Terminal Penumpang Nusantara Pura Pelindo. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan transportasi laut nasional dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

“Kami dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, yang salah satu tugas utamanya adalah mengkoordinasikan urusan perhubungan sektor transportasi multimoda di seluruh tanah air, dan tentu hari ini khusus kami ingin cek kesiapan menjelang Nataru,” ujar Menko AHY, di Terminal Penumpang Nusantara Pura Pelindo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (22/12/2025).

Menurut AHY, peninjauan tersebut menjadi bentuk pengawasan langsung pemerintah terhadap simpul transportasi strategis, khususnya pelabuhan penumpang, yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas secara signifikan.

Ia menilai, kesiapan sarana, prasarana, serta sistem operasional menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran arus penumpang dan logistik selama masa libur panjang.

Pemerintah, lanjut dia, memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah perjalanan masyarakat selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Lonjakan ini tidak hanya terjadi pada transportasi darat dan udara, tetapi juga transportasi laut yang menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya menuju wilayah Indonesia bagian Tengah dan Timur.

Dalam konteks tersebut, pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian, BUMN, serta instansi terkait guna memitigasi berbagai risiko, termasuk potensi gangguan akibat faktor cuaca.

AHY menekankan bahwa kesiapan menghadapi Nataru tidak hanya diukur dari jumlah armada yang tersedia, tetapi juga dari kemampuan sistem transportasi dalam merespons dinamika lapangan secara cepat dan tepat.

 

Penguatan Sistem dan Manajemen Pelabuhan

Dalam peninjauan tersebut, AHY menerima paparan langsung terkait operasional pelabuhan serta berdialog dengan petugas di lapangan. Ia menilai transformasi digital menjadi elemen penting dalam pengendalian arus kendaraan dan penumpang di kawasan pelabuhan yang padat aktivitas.

Pemanfaatan teknologi dinilai mampu mengurangi potensi kemacetan, mempercepat proses bongkar muat, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa pelabuhan. Sistem digital juga berperan penting dalam memetakan potensi bottleneck yang dapat menghambat kelancaran operasional.

“Tadi selain saya mendengarkan paparan langsung, saya juga berinteraksi dengan para petugas, di Pelindo misalnya saya bisa mendengarkan bagaimana integrated planning and control system yang telah dibangun, berupaya untuk menghadirkan traffic management yang lebih baik.” ujarnya.

Menurut AHY, manajemen pelabuhan yang semakin modern akan berdampak langsung terhadap efisiensi logistik nasional. Hal ini menjadi penting mengingat sektor maritim merupakan salah satu tulang punggung pergerakan ekonomi Indonesia.

“Mengurai bottleneck (hambatan) dan sekaligus tentunya kalau management pelabuhan itu semakin baik dengan sistem, dengan teknologi, dengan pengawakan SDM yang unggul, maka bisa meningkatkan ekonomi, terutama di sektor maritim, yang kita juga berharap akan terus tumbuh berkontribusi pada GDP (Gross Domestic Product) Indonesia,” harapnya.

Ia menegaskan bahwa penataan arus kontainer menjadi perhatian serius pemerintah karena berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan daya saing logistik nasional.

“Kontainer yang masuk in and out harus jelas dan ditata, dikelola dengan sebaik mungkin, ini juga berpengaruh pada tingkat efisiensi dan produktivitas secara keseluruhan," tegasnya.

"Jadi, ini yang juga akan terus kami kawal dan tentunya bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kita ingin memastikan bahwa Transportasi manusia, barang dan jasa melalui laut, ini juga semakin efektif dan produktif," sambungnya.

 

Diskon Tiket Kapal dan Kesiapan Armada

Selain Pelindo, AHY juga mengecek kesiapan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dalam menghadapi lonjakan penumpang selama Nataru. Ia memastikan bahwa armada kapal penumpang berada dalam kondisi siap operasi dan mampu melayani masyarakat secara aman dan nyaman.

Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat, pemerintah memberikan insentif berupa diskon tarif tiket kapal kelas ekonomi. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya perjalanan sekaligus mendorong pemerataan mobilitas antardaerah.

“Yang kedua tadi kami juga mendengarkan penjelasan dari Pelni tentang kesiapan armada kapal kita. Saya ingin melaporkan bahwa pemerintah telah menghadirkan kebijakan pemberian diskon tarif atau diskon tiket kapal kelas ekonomi mulai tanggal 17 Desember hingga 10 Januari 2025, sebesar kurang lebih 20 persen," katanya.

Kebijakan tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah penumpang transportasi laut dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dan ini juga telah meningkatkan pertumbuhan masyarakat yang menggunakan kapal-kapal tersebut dari tahun lalu sekitar 0,81 persen,” ungkapnya.

AHY menegaskan bahwa peningkatan mobilitas masyarakat selama Nataru tidak hanya berkaitan dengan aspek transportasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi di daerah. Perjalanan masyarakat diyakini mendorong aktivitas UMKM, sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif di berbagai wilayah.

“Ini sesuatu yang baik karena perjalanan selalu akan menggerakan ekonomi, akan menggerakan sektor UMKM termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif di berbagai daerah,,” jelasnya.

Ia juga memaparkan sebaran tujuan penumpang kapal selama masa Nataru yang menunjukkan tingginya mobilitas ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

“Ke sektor Barat Indonesia yang dicatat kurang lebih 22,5%, sedangkan sektor Tengah, wilayah Tengah Indonesia itu di angka 38,5%, dan paling tinggi ke wilayah Timur yaitu 38,9%," paparnya.

"Ini kurang lebih komposisi dari para penumpang yang melakukan perjalanan Nataru dengan kapal,” sambungnya.

 

Kapasitas Kapal Dinilai Mencukupi

Pemerintah memastikan kapasitas armada kapal berada dalam kondisi aman untuk mengakomodasi lonjakan penumpang. Armada yang tersedia terdiri dari berbagai jenis kapal penumpang hingga kapal perintis yang melayani wilayah-wilayah terpencil.

“Kami catat ada 25 kapal penumpang dengan berbagai kategori, ada yang kapasitas maksimal tiga ribu, dua ribu, seribu, lima ratus, maupun kapal RORO (Roll-on/Roll-off), yang juga ditambah dengan kekuatan Kapal Perintis," jelasnya

"Ada 30 kapal perintis, ini semua beroperasi dari sekian puluh pelabuhan di Indonesia, dan harapannya sekali lagi ini bisa dengan baik melayani masyarakat aman, nyaman dan menyenangkan untuk semua,” lanjutnya.

Secara keseluruhan, AHY menyimpulkan bahwa Pelindo dan Pelni siap mendukung kelancaran transportasi masyarakat selama periode Nataru.

“Secara umum saya bisa menyimpulkan, bahwa baik Pelindo maupun Pelni siap untuk mendukung transportasi masyarakat di masa Nataru," katanya

AHY berharap seluruh petugas dapat menjalankan perannya secara profesional, konsisten, dan bertanggung jawab selama masa libur panjang Nataru ini.

"Semoga para petugas juga bisa terus menjalankan tanggung jawab sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing dengan sebaik mungkin dan sampai dengan tahun depan mudah-mudahan semuanya dilancarkan,” katanya.

Ia juga memastikan tidak ada kendala dari sisi kapasitas armada kapal meski terjadi peningkatan jumlah penumpang.

“Yang jelas tidak ada permasalahan dari jumlah kapasitas Kapal-kapal yang bisa digunakan untuk membawa masyarakat ke semua wilayah Indonesia," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6