Penjelasan Kapolres Madina soal Polsek Muara Batang Gadis Dibakar Diduga Terkait Pengedar Dilepas

Kapolres menyebut persoalan narkoba adalah kerja bersama bukan hanya kepolisian.

Diterbitkan 21 Desember 2025, 17:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polsek Muara Batang Gadis dibakar massa pada 20 Desember 2025.
  • Warga kecewa peredaran narkoba dan pembebasan terduga pengedar.
  • Kapolres menyayangkan pembakaran, negara dirugikan, butuh dukungan masyarakat.

Liputan6.com, Jakarta - Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Arie Sofandi Paloh, buka suara soal insiden pembakaran Polsek Muara Batang Gadis oleh sejumlah orang. Peristiwa itu terjadi pada, Minggu (20/12/2025).

Dia menjelaskan soal tidak di tempatnya kapolsek saat insiden terjadi. Menurut dia, anak buahnya itu sudah mengejar pelaku kejahatan.

"Kapolsek tidak berada di tempat karena sedang melakukan pengejaran terduga pelaku hingga ke wilayah Sumatera Barat," jelasnya.

Arie menyayangkan aksi pembakaran tersebut di tengah upaya kepolisian memberantas narkoba. Sebagai bukti, baru-baru ini pihaknya menyita 200 gram sabu, dan memberantasan narkoba membutuhkan sinergi bersama dengan masyarakat.

"Personel bukan robot, punya keterbatasan. Kami butuh dukungan, bukan pembakaran," jelas Arie.

Arie menegaskan secara pribadi ia tidak merasa dirugikan atas insiden tersebut, melainkan negara. Namun demikian, dia berharap insiden kemarin menjadi pelajaran untuk semua pihak tak hanya polisi tapi masyarakat.

"Saya tidak dirugikan, negara yang dirugikan. Sebab, negara yang membangun kantor Polsek ini," ujar AKBP Arie Sofandi Paloh saat dikonfirmasi.

Amuk Massa karena Kecewa Maraknya Peredaran Narkoba

Terpisah, Kepala Desa Singkuang, Sapiuddin Tampubolon, mengungkapkan kemarahan massa adalah puncak dari kekesalan warga terhadap maraknya peredaran narkoba yang sudah sangat memprihatinkan.

"Peredaran narkoba di sini luar biasa. Banyak anak-anak terjerumus, bahkan ada yang sampai gila," ungkap Sapiuddin.

Menurutnya, warga merasa penanganan kepolisian lambat. Pemicu utama pembakaran diduga karena kekecewaan warga setelah mengetahui seorang terduga pengedar narkoba yang telah diserahkan masyarakat justru dibebaskan oleh pihak kepolisian.

Tahanan Kabur Bukan Dilepas

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) membantah informasi pengedar narkoba berinisial R yang diamankan warga di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dilepas. Kabar tahanan dilepas ini yang menjadi pemicu aksi warga membakar mobil dinas dan bangunan Polsek Muara Batang Gadis, Madina, Sabtu (20/12).

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menuturkan bahwa R kabur dari sel tahanan.

"Ini terjadi karena miskomunikasi. Warga menganggap pengedar narkoba dilepas, padahal yang bersangkutan melarikan diri dari sel tahanan," ujar Ferry kepada wartawan, Sabtu (20/12/2025).

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6