Massa Nelayan Gelar Aksi Damai di KKP, Tegaskan Tolak Kapal Asing

Mereka berharap agar rumusan dan pembuatan kebijakan KKP dengan melibatkan nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Diterbitkan 18 Desember 2025, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polres Jakpus kerahkan 2.154 personel gabungan amankan unjuk rasa di Monas.
  • Personel mengedepankan profesionalisme, persuasif, humanis, tanpa senjata api.
  • Masyarakat diimbau hindari Monas; rekayasa lalu lintas situasional.

Liputan6.com, Jakarta - Massa nelayan dan pelaku usaha perikanan menggelar aksi damai di depan Gedung Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025).

Mereka meneriakan yel-yel "Hidup Nelayan" dan melakukan long march atau jalan kaki dari IRTI Monas menuju depan Gedung Kantor Kementerian Kelautan & Perikanan.

Ketua Umum Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) Hadi Sutrisno di orasi awal menyampaikan poin strategis aspirasi nelayan dan pelaku usaha perikanan dari seluruh wilayah Indonesia.

"Kita sepakat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, untuk tata kelola perikanan yang lebih baik, diantaranya menolak kapal asing, hapus PBB laut, turunkan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) menjadi 3 persen, menolak penangkapan ikan terukur atau zonasi dan beberapa aspirasi lainnya," jelas Hadi Sutrisno dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).

Hadi membakar semangat massa dengan sejumlah yel-yel yang memberikan sinyal bahwa nelayan dan pelaku usaha perikanan solid dan kompak untuk melakukan format ulang kebijakan KKP.

Selanjutnya, Sekjen SNI James Then juga menyampaikan orasi di mobil komando orasi di depan Kantor Kementrian Kelautan & Perikanan.

"Nelayan dan pelaku usaha perikanan mendesak agar rumusan dan pembuatan kebijakan KKP dengan melibatkan nelayan dan pelaku usaha perikanan. Hal ini karena nelayan dan pelaku usaha perikanan yang mengetahui pasti bagaimana kondisi dinamika kehidupan di lapangan dan di laut," seru James Then.

2.154 Personel Kawal Demo Nelayan

Sementara itu, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 2.154 personel gabungan untuk memberikan pelayanan dalam unjuk rasa yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Nelayan Indonesia dan beberapa elemen massa di Kawasan Monas, Jakarta Pusat (Jakpus), Kamis (18/12).

"Kami siap melayani para pengunjuk rasa dan mengedepankan profesionalisme serta sikap persuasif di lapangan," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro seperti dilansir Antara.

Menurut dia, untuk pelayanan dalam unjuk rasa di kawasan Monas itu, Polres Jakpus melibatkan 2.154 personel gabungan dari polda, polres dan polsek jajaran.

Para personel tersebut, kata dia, disebar di sejumlah titik strategis, khususnya di kawasan Monas guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa.

Dia pun menegaskan pentingnya penyampaian pendapat secara tertib, tanpa melanggar aturan maupun menciptakan situasi anarkis.

"Sampaikan pendapat dengan santun, tidak merusak fasilitas umum, tidak membakar ban bekas, tidak melawan petugas keamanan, dan taat pada aturan yang berlaku," ujar Susatyo. 

Dia memastikan seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api dan selalu mengedepankan pendekatan humanis.

Polisi juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar menghindari kawasan Monas dan sekitarnya guna mengurangi kepadatan lalu lintas.

Rekayasa arus kendaraan akan diberlakukan secara situasional jika terjadi lonjakan jumlah massa atau gangguan keamanan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Demo
  • demonstrasi
  • nelayan