PKS Desak Usut Tuntas Meninggalnya Anak Maman Suherman, Korban Pembunuhan di Perumahan Mewah

Hidayat Nur Wahid mendorong kasus itu diusut tuntas dan hukum harus tegak tanpa pandang bulu.

Diterbitkan 18 Desember 2025, 12:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), merespons kabar soal kasus dugaan pembunuhan seorang anak laki-laki berinisial E (9) yang merupakan anak dari kader PKS Cilegon, Banten. Dia pun mendesak, agar kasus itu diusut tuntas dan hukum harus tegak tanpa pandang bulu.

"Ya secara prinsip, kita mempercayai bahwa Indonesia adalah negara hukum ya. Karenanya kita berharap agar penegak hukum dalam hal ini polisi untuk segera menangkap pelaku tersebut dan memberikan sanksi hukum yang sebenarnya," kata HNW kepada awak media, Kamis (18/12/2025).

"Jadi bukan hanya kepada kasus di mana rumah kader atau politisi PKS yang dirampok, seluruh pelanggar hukum yang namanya perampokan, pembegalan (usut tuntas)," imbuhnya tegas.

HNW berharap, pengungkapan kasus tersebut bisa menjadi awal dari pembuktian penegakkan hukum yang lebih baik tanpa terkecuali. Termasuk juga perusakan hutan dan kerusakan lingkungan.

"Semuanya dalam koridor hukum di Indonesia itu adalah pelanggar hukum dan karenanya harus ditegakkan dengan semaksimal mungkin, supaya kemudian masyarakat kita segera kembali kepada kepercayaan mereka negara telah hadir untuk melindungi seluruh Indonesia," dia menandasi.

 

Anak Dewan Pakar PKS Jadi Korban Pembunuhan di Cilegon

Korban pembunuhan berinisial MAHM dengan banyak luka tusuk di dalam rumahnya di BBS 3, Kota Cilegon, Banten, merupakan anak dari politis PKS.

Ayahnya, Maman Suherman, merupakan dewan pakar DPC PKS Kota Cilegon. Korban sudah di makamkan pada Rabu, 17 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 wib.

"Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan dan ketabahan bagi keluarga Pak Haji Maman. Kejadian ini mengingatkan kita semua untuk selalu menyiapkan hari esok yang lebih baik dan mengambil hikmah positif dari setiap cobaan," ujar Ketua DPW PKS Banten, Najib Hamas, Kamis (18/12/2025).

Anak laki-laki berusia 9 tahun yang bersekolah di SD Al Azhar 40 Kota Cilegon, Banten itu ditemukan tewas di dalam rumah mewah tingkat dua, dengan banyak luka tusukan di tubuhnya. Korban dikenal sebagai pribadi yang baik, soleh, cerdas dan nurut ke orangtuanya.

Meski sempat mencuat kabar bahwa MAHM menjadi korban perampokan, namun tidak ada barang berharga hilang dari dalam rumah. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan oleh Polres Cilegon.

"Anaknya sangat penurut, ibadahnya bagus meski baru 9 tahun. Ketaatannya kepada orang tua luar biasa dan bisa jadi contoh untuk anak-anak seusianya," jelasnya.

Keluarga hingga Warga Setempat Diperiksa

Polisi terus mendalami pembunuhan anak sembilan tahun di sebuah rumah mewah di Kompleks Bukit Baja Sejahtera III Nomor C5, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon. Peristiwa tragis itu terjadi Selasa (16/12/2025) kemarin.

Sejumlah orang sudah diperiksa sebagai saksi. Baik dari keluarga maupun warga setempat. Polisi juga menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengungkap pelaku dan motif kasus tersebut.

"Sebanyak delapan orang yang sudah diperiksa, termasuk warga sekitar," ujar Kepala Satreskrim Polres Cilegon Ajun Komisaris Polisi Yoga Tama di Cilegon. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (18/12/2025).

Penyelidikan kasus itu masih berlangsung. Sementara motif pembunuhan belum diketahui.

"Motif belum bisa kita jelaskan karena masih dilakukan penyelidikan," ucapnya.

Untuk penanganan awal, polisi langsung mengamankan tempat kejadian perkara, melakukan visum, serta autopsi jenazah korban.

"Kita sedang menunggu hasil autopsi yang Insya Allah hari ini sudah selesai dan sudah bisa keluar hasilnya," ujar Yoga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6