Prabowo Minta Panglima TNI-Kapolri Naikkan Pangkat Prajurit yang Tangani Bencana Sumatera

Presiden Prabowo Subianto meminta para menteri untuk memberikan penghargaan kepada anak buahnya yang bekerja keras membantu penanganan bencana Sumatra. Dia juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan kenaikan pangkat kepada anggotanya yang terjun langsung menangani bencana.

Diterbitkan 15 Desember 2025, 19:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo meminta menteri beri penghargaan bagi staf penanganan bencana.
  • Kapolri dan Panglima diminta menaikkan pangkat anggota TNI-Polri yang berjasa.
  • Penghargaan diberikan karena mereka mempertaruhkan nyawa di medan sulit.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta para menteri untuk memberikan penghargaan kepada anak buahnya yang bekerja keras membantu penanganan bencana Sumatra. Dia juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan kenaikan pangkat kepada anggotanya yang terjun langsung menangani bencana.

"Saya ingin semua pejabat nilai anak buah yang bekerja keras di lapangan, dan ajukan kepada saya kita beri penghargaan, para kepala staf, Panglima, Kapolri, beri penghargaan apakah dia naik pangkat," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna yang dihadiri para menteri-wamen di Istana Negara Jakarta, Senin (15/12/2025).

Menurut dia, prajurit TNI-Polri telah bekerja keras membangun jembatan rusak di medan yang sangat sulit. Bahkan, kata Prabowo, mereka telah mempertaruhkan nyawa untuk menyelematkan masyarakat.

"Bekerja bikin jembatan di alam yang susah itu membahayakan nyawa, kita sudah lihat beberapa anggota kita hanyut berusaha menyelamatkan rakyat, dia pertaruhkan nyawa, saya minta dikasih penghargaan yang layak," jelasnya.

Selain itu, Prabowo menuturkan tenaga kesehatan dan dokter-dokter yang bertugas menangani korban terdampak bencana diberikan penghargaan. Sebab, mereka rela tinggal di posnya untuk mengobati korban.

"Tenaga kesehatan, dokter dokter petugas di lapangan yang tidak meninggalkan posnya itu juga harus dikasih penghargaan," tutur Prabowo.

Data Korban Bencana Sumatera

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, korban jiwa akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.016 jiwa per Minggu, (14/12/2025).

Angka ini merupakan akumulasi data hingga tanggal tersebut, dengan rincian 424 orang di Aceh, 349 orang di Sumatera Utara, dan 243 orang di Sumatera Barat.

“Meninggal dunia 1.016 jiwa, 212 hilang dan 624.670 pengungsi. Pengungsi berkurang 29.972,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers daring, Minggu (14/12/2025).

Muhari menyebut, jumlah pengungsi menurun sebab banyak pengungsi terutama di Aceh Utara, yang pindah mengungsi dari posko ke rumah kerabat.

“Pindah ke rumah saudara atau kerabat yang rumahnya tidak parah. Namun, kebutuhan makan belum terpenuhi sehingga masih kami sebut pengungsi,” ungkapnya.

Selain itu, Muhari menyebut operasi SAR masih berlangsung, di Sumatera Utara 5 sektor, Sumatera Barat 5 sektor dan Aceh 4 Sektor.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6