BNPB: Tak Ada Penimbunan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di Aceh

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tidak ada penimbunan bantuan logistik bagi korban banjir dan longsor di Aceh. Pencatatan serta distribusinya dilakukan secara tertib di Lanud Sultan Iskandar Muda.

Diterbitkan 10 Desember 2025, 19:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BNPB membantah penimbunan bantuan logistik korban banjir Aceh.
  • 448,6 ton bantuan masuk, 334 ton telah disalurkan ke pengungsi.
  • Distribusi logistik dioptimalkan via darat dan udara ke semua titik.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tidak ada penimbunan bantuan logistik bagi korban banjir dan longsor di Aceh. Pencatatan serta distribusinya dilakukan secara tertib di Lanud Sultan Iskandar Muda.

"Jadi buat rekan-rekan yang kebetulan ada di Provinsi Aceh, silakan melihat langsung bahwa tidak ada terjadi penimbunan atau tidak ada terjadi stok-stok logistik yang terhambat distribusinya di Lanud Sultan Iskandar Muda," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Rabu (10/12/2025).

Muhari menjelaskan, seluruh bantuan yang masuk ke Lanud Sultan Iskandar Muda dicatat dan langsung didistribusikan ke titik-titik pengungsian sesuai kebutuhan di lapangan. Pemerintah, kata dia, juga membuka akses bagi media untuk melihat langsung pengelolaan logistik tersebut.

Dia menyampaikan bahwa sejak 28 November hingga 10 Desember 2025 pukul 15.00 WIB, total bantuan logistik yang masuk ke Aceh mencapai 448,6 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 334 ton bantuan logistik telah berhasil disalurkan kepada para pengungsi, sementara sisanya masih terus dioptimalkan pendistribusiannya.

"Ini secara rekapitulasi dari awal 28 November hingga hari ini 10 Desember pukul 15.00 WIB," ujarnya.

Distribusi Logistik Lewat Jalur Darat-Udara

Muhari menyampaikan untuk mempercepat penyaluran, pemerintah mengoptimalkan distribusi logistik melalui jalur darat dan udara. Khusus pada Rabu ini, dia mengatakan distribusi bantuan logistik via darat dilakukan menggunakan lima truk dengan total muatan 9,85 ton.

Sementara itu, distribusi udara dilaksanakan melalui tujuh sorti penerbangan dengan total muatan 4,93 ton. Distribusi melalui jalur udara difokuskan untuk menjangkau kantong-kantong pengungsian yang berada jauh dari pusat kabupaten dan kota, sedangkan jalur darat dimanfaatkan untuk memperbanyak pengiriman logistik, termasuk kebutuhan non-pangan.

Selain bahan pangan, bantuan yang disalurkan juga mencakup tenda, matras, selimut, pakaian, dan perlengkapan dasar lainnya yang dibutuhkan pengungsi.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6