Polisi Usai Insiden Kebakaran: Gedung Terra Drone Bukan Produksi, Tapi Operasional dan Perbaikan

Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) terus mencari penyebab kebakaran yang menghanguskan Gedung Terra Drone.

Diterbitkan 10 Desember 2025, 11:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) terus mencari penyebab kebakaran yang menghanguskan Gedung Terra Drone.

Polisi mengungkap bangunan tersebut digunakan sebagai pusat operasional perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan perbaikan drone.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan, Terra Drone memang perusahaan yang bergerak di bidang teknologi drone.

Namun, kata dia, aktivitas di gedung tidak memproduksi drone, melainkan sebagai kantor, layanan servis, serta tempat teknisi melakukan perbaikan perangkat.

"Benar (perusahaan drone). Tidak produksi, tapi perbaikan dan kantor," ujar Roby kepada wartawan, Rabu (10/12/2025).

Dia mengatakan, pelanggan dapat membawa perangkat mereka untuk diperbaiki di gedung tersebut karena layanan servis memang dipusatkan di sana.

"Bisa. Servisnya memang di sana," ucap Roby.

Total ada delapan saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan hingga hari ini, Rabu (10/12/2025). Dia mengatakan, delapan terdiri dari manajemen perusahaan dan warga sekitar yang ada di lokasi kejadian.

"Jumlah saksi delapan yang sudah diperiksa, masih manajemen sama lingkungan sekitar," kata Roby dalam keterangannya, Rabu.

Sementara itu, kepolisian menyiapkan pemanggilan terhadap pemilik gedung serta pimpinan perusahaan. Identitas pemimpin perusahaan sudah dikantongi, namun posisinya masih ditelusuri sebelum pemeriksaan dilakukan.

"Kalau pemimpin perusahaannya namanya ada, sudah kita ketahui, sudah kita mau periksa. Posisinya di mana kita mau pastikan dulu," terang Roby.

 

Status Perusahaan

Sementara, menurut Roby, status pemilik perusahaan, termasuk soal kewarganegaraannya, belum dapat dipastikan.

Roby menegaskan pihaknya belum menyimpulkan apakah pemilik perusahaan merupakan WNI atau WNA. Dia hanya memastikan bahwa perusahaan yang menaungi operasional gedung memang perusahaan asal Jepang, namun pimpinan yang akan diperiksa bukan warga negara Jepang.

"Perusahaannya perusahaan jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (orang jepang)," tandas dia.

Sebelumnya, polisi mengungkap temuan mengejutkan dari kebakaran maut di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ternyata, gedung enam lantai itu hanya memiliki satu pintu keluar-masuk yang terletak di lantai dasar.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, setelah timnya bersama forensik menyisir seluruh lantai untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Mereka juga memeriksa satu-satunya lift yang ada di gedung tersebut.

"Bersih. Juga kita temukan bahwa memang masuk dan keluarnya itu hanya melalui pintu bawah di depan itu saja. Jadi satu lift, tadi juga ada satu lift kita periksa juga untungnya tidak ada korban di dalamnya," kata Roby kepada wartawan, Selasa 9 Desember 2025.

 

Periksa HRD

Roby mengungkapkan, pihaknya sudah memeriksa enam saksi terkait kebakaran gedung Terra Drone. Mereka yang diperiksa terdiri dari empat karyawan sekaligus saksi dan dua HRD.

Polisi juga akan melayangkan panggilan terhadap pemilik gedung maupun penanggung jawab perusahaan.

"Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan. Ada 4 karyawan (saksi), 2 HRD. Itu juga nanti kita upayakan komunikasi dan memeriksa pemilik gedung atau penanggung jawab perusahaan," ujar Roby.

Dia mengatakan, penyelidikan dilakukan untuk mencari unsur pidana di dalam insiden kebakaran. Karena itu, operator, manajemen perusahaan, maupun pihak pengelola gedung turut akan dimintai keterangan.

"Untuk sampai dengan saat ini kita belum menemukan unsur pidananya. Kita masih menyelidiki apakah ada unsur pidana dalam kejadian kebakaran yang terjadi itu. Termasuk dengan kelalaian, apakah dari pihak operator, manajemen, atau pemilik gedung, juga kita masih melakukan penyelidikan dulu," ujar dia.

Data sementara, sebanyak 22 orang meninggal dunia akibat kebakaran gedung Terra Drone. Tercatat 19 orang berhasil selamat. Hingga kini, polisi belum menemukan warga negara asing yang menjadi korban dalam insiden ini.

"Untuk saat ini kita belum menemukan informasi ada orang asing di antara korban. Tapi kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6