Pramono Sentil Lemahnya Keamanan Gedung Terra Drone: Lantai 6 Tak Ada Alat Pemadam dan Jalur Evakuasi

Pramono mengatakan, bangunan setinggi itu seharusnya dibekali sistem pemadam dan jalur evakuasi yang memadai. Namun kondisi di lapangan memperlihatkan sebaliknya.

Diterbitkan 09 Desember 2025, 20:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti lemahnya manajemen keselamatan gedung Terra Drone usai kebakaran yang memakan korban jiwa di Johar Baru, Jakarta Pusat. Menurut dia, fasilitas keselamatan di gedung enam lantai itu tidak disiapkan dengan baik.

"Kalau ada gedung lantai enam, sebenarnya apa, pemadam kebakarannya ada. Tetapi untuk case yang seperti ini mereka tidak persiapkan sama sekali. Sehingga kemudian apa yang terjadi sekarang itu adalah cerminan dari hal itu," kata Pramono Anung usai meninjau lokasi kebakaran, Selasa (9/12/2025).

Lebih lanjut, Pramono mengatakan, bangunan setinggi itu seharusnya dibekali sistem pemadam dan jalur evakuasi yang memadai. Namun kondisi di lapangan memperlihatkan sebaliknya.

"Kami mengharapkan bagi siapa pun yang mempunyai usaha yang seperti ini, hal yang berkaitan dengan keselamatan menjadi hal yang penting. Ini menunjukkan lantai enam tetapi tidak dipersiapkan untuk evakuasi dan sebagainya," ujar dia.

Namun, Pramono enggan bicara lebih jauh. Dia menegaskan, seluruh temuan teknis terkait kebakaran, termasuk detail penyebab dan dugaan pelanggaran menjadi ranah kepolisian.

"Untuk lebih lanjut kami minta pada Pak Kapolres untuk menyampaikan. Ya nanti detailnya Pak Kapolres, karena itu substansinya beliau yang bertanggung jawab ya," tandas dia.

22 Orang Meninggal

Kebakaran Terra Drone yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat menewaskan 22 orang. Rinciannya, 15 orang perempuan dan 7 orang laki-laki.

Jenazah korban tewas sudah dibawa ke RS Polri. Selain korban meninggal dunia, ada beberapa yang terluka kena pecahan kaca dan sebagainya.

"Kita doakan semua bisa sehat dan keluarga yang ditinggalkan juga diberikan kekuatan," kata Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, kepada wartawan, Selasa (9/12/2025).

Di tengah banyaknya korban jiwa, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meghantara melaporkan sebanyak 19 orang karyawan berhasil diselamatkan dari kebakaran.

"Alhamdulillah kami selamatkan 19 jiwa. Tadi mungkin teman-teman juga melihat 19 jiwa berhasil kami selamatkan,” ungkap Bayu di lokasi, Selasa (9/12/2025).

Dia menuturkan, korban yang berhasil diselamatkan mengalami luka ringan. Tak hanya itu, ada petugas damkar yang juga mengalami luka ringan.

“Ada luka sedikit aja yang kami evakuasi. Anggota kami satu orang yang hanya luka sedikit.Ya, karena upaya-upaya untuk penyelamatan sih sebenarnya. Ada yang kepalanya agak lecet sedikit dan sebagainya,” jelasnya.

Bayu juga mengungkap penyebab banyak korban jiwa kebakaran Terra Drone. Salah satunya karena kondisi akses evakuasi ke lantai atas dan faktor kepanikan.

"Karena jalur akses yang ke atas ya. Jalur akses ke atas ini kan juga butuh energi ya. Mungkin kalutan dan sebagainya mungkin," kata Bayu.

Penyebab Kebakaran

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Chondro mengungkapkan, kebakaran diduga dipicu oleh baterai yang terbakar di lantai satu gedung. Area tersebut diketahui sebagai gudang penyimpanan sehingga api dengan cepat menjalar ke lantai lain.

"Ada baterai di lantai 1 yang terbakar dan sempat dipadamkan oleh karyawan, ternyata baterai yang terbakar menyebar karena lantai 1 adalah gudangnya," ujar Susatyo saat ditemui di lokasi.

Api yang cepat membesar membuat asap pekat segera memenuhi lantai dua, tiga, hingga enam. Pada saat kejadian, sebagian karyawan sedang berada di luar untuk makan siang. Namun, sejumlah lainnya masih berada di dalam ruangan untuk beristirahat.

"Karyawan sedang makan berada di luar dan sebagian lagi istirahat di lantai 2, 3, dan 6. Api semakin membesar, asap naik ke lantai 6," ujar Susatyo.

Yang mengejutkan, beberapa korban tidak ditemukan dengan luka bakar, melainkan dalam kondisi lemas diduga akibat kekurangan oksigen.

"Korban-korban yang kami lihat tidak dalam luka bakar tapi lemas," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6