Mahasiswa Terdampak Bencana di Sumatra Dapat Pembebasan UKT hingga 2 Semester

Kemendiktisaintek akan membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra.

Diterbitkan 08 Desember 2025, 17:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akan membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra.

Berdasarkan data Kemendiktisaintek, terdapat 18.824 mahasiswa serta 1.306 dosen dari 60 perguruan tinggi yang turut terdampak musibah tersebut.

Direktur Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Fauzan Adziman mengatakan, rencana ini masuk dalam langkah tahap pemulihan menghadapi bencana banjir dan longsor yang menimpa Aceh-Sumatra sejak akhir November 2025 lalu.

“Pemberian pembebasan UKT 1 sampai 2 semester bagi mahasiswa terdampak atau berasal dari keluarga terdampak,” kata Fauzan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Fauzan memaparkan, pembebasan UKT ini salah satu dari tujuh rencana pemerintah untuk tahap pemulihan bencana yang akan dimulai pada Januari 2026 mendatang.

“Ada tujuh paling tidak yang kami siapkan,” jelasnya.

Enam rencana lainnya yakni pengadaan dapur umum di berbagai kampus terdampak di wilayah Aceh-Sumatra. Terutama bagi mahasiswa terdampak atau berasal dari keluarga terdampak.

Lalu, pengaturan UAS yang fleksibel bagi berbagai kampus atau mahasiswa berasal dari keluarga terdampak. Penggalangan bantuan berbagai kebutuhan mendesak yang dikirim melalui berbagai kampus daerah terdampak seperti makanan, pakaian, penjernih air bersih, dan pengiriman nakes.

Kemudian, pembentukan tim psikososial bagi dosen mahasiswa dan masyarakat terdampak bekerja sama dengan tim psikolog, BEM dan tenaga terlatih lainnya.

 

Bantuan Fasilitas Pembelajaran

Selanjutnya, bantuan fasilitas untuk pembelajaran, pemulihan proses pembelajaran normal. Dan pemulihan infrastruktur pembelajaran dan sosial.

Secara terpisah, Wamendiktisaintek Fauzan menyebut, imbauan mengenai pembebasan biaya UKT ini telah disiapkan Kemendiktisaintek. “Imbauannya sudah. Nanti tinggal kita formalkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Fauzan mengatakan, pemerintah menargetkan proses pemulihan perguruan tinggi yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra dimulai pada Januari 2026.

Hal ini disampaikan dalam rapat bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Dalam kesempatan itu, Fauzan menyebut, ada 60 perguruan tinggi yang terdampak banjir dan longsor di Sumatra. Yakni Aceh 31 perguruan tinggi (4 PTN dan 27 PTS), Sumatra Utara 14 perguruan tinggi (1 PTN dan 13 PTS), serta Sumatra Barat 15 perguruan tinggi (9 PTN dan 6 PTS).

“Tahap pemulihan durasinya mulai Januari 2026, fokus berada pada program rehabilitasi jangka menengah, pemulihan ekonomi berkelanjutan, rekonstruksi sanitasi dan edukasi mitigasi bencana untuk membangun ketahanan jangka panjang, termasuk juga perbaikan infrastruktur seperti jembatan,” kata Fauzan.

 

Fokus Penanganan Kebutuhan

Di sisi lain, Fauzan mengungkapkan, Kemendiktisaintek juga mempunyai skema tahap penanggulangan darurat yang berdurasi hingga 31 Desember 2025, yang berfokus pada penanganan kebutuhan mendesak distribusi logistik, pelayanan kesehatan darurat, dan pemenuhan kebutuhan dasar untuk penyelamatan jiwa, serta pemulihan awal.

Pada kesempatan yang sama, Fauzan juga memaparkan Kemendiktisaintek menganggarkan Rp75.986.474.452 untuk bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen yang terdampak.

“Kami juga memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak bencana alam dengan total anggaran Rp75.966.474.452,” ungkapnya.

Dari data Kemendiktisaintek, total mahasiswa terdampak berjumlah 18.824, dan dosen berjumlah 1.306.

Berikut rincian mahasiswa dan dosen terdampak:

Aceh: 1.183 dosen dan 15.801 mahasiswa

Sumatra Utara: 20 dosen dan 2.408 mahasiswa

Sumatra Barat: 103 dosen dan 615 mahasiswa

 

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6