Bantuan Beras, Obat-obatan hingga Kebutuhan Dasar untuk Warga Korban Bencana Sumbar

6 ton beras serta obat-obatan dan kebutuhan dasar berupa uang tunai diserahkan kepada korban bencana di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (5/12/2025).

Diterbitkan 05 Desember 2025, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT General Energy Bali (GEB) melalui program GEB Peduli menyalurkan 6 ton beras serta obat-obatan dan kebutuhan dasar berupa uang tunai kepada korban bencana di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (5/12/2025).

"Langkah cepat ini menjadi bentuk kepedulian perusahaan dalam mendukung pemulihan warga yang terdampak bencana di Sumatera. Pemilihan Kota Padang karena tidak banyak yang memperhatikan," ujar Direktur PT GEB Irnawati melalui keterangan tertulis, Jumat (5/12/2025).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur PT GEB Irnawati Sutanto bersama Vice Manager ADM & GA Indriati Tanu Tanto.

Bantuan diterima langsung oleh Ketua DPRD Sumatera Barat Buya Muhidi di rumah dinasnya sehubungan dengan waktu yang terbatas. Ia menyampaikan apresiasi untuk GEB Peduli yang akan segera disalurkan.

"Atas nama DPRD dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mewakili masyarakat Padang, kami berterima kasih kepada PT GEB yang datang langsung memberikan bantuan," kata Muhidi.

Harapkan Bantuan Tepat Sasaran

Muhidi menegaskan, kondisi Padang masih berstatus tanggap darurat, dan bantuan ini diharapkan tepat sasaran serta membantu percepatan pemulihan warga.

"Dengan bantuan ini kita harap masyarakat bisa kembali menata hidupnya dan melakukan recovery. Pendataan kebutuhan lanjutan akan dilakukan dan terbuka kesempatan kolaborasi berikutnya bersama GEB," jelas Muhidi.

PT General Energy Bali merupakan pengelola PLTU Celukan Bawang, Buleleng, Bali. Walau pun berjarak dua ribu lima ratus kilometer, GEB menegaskan komitmennya untuk hadir bagi masyarakat Indonesia secara luas ketika bencana terjadi dan membantu pemulihan warga setempat yang terdampak.

Sebelumnya, rentetan banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) pada rentang 25 -28 November 2025 menyisakan duka mendalam.

Data per Rabu 3 Desember 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Sumbar mencatat korban meninggal dunia sebanyak 194 orang, sedangkan 110 orang masih belum ditemukan.

Kemudian sebanyak 1.439 kepala keluarga atau 20.640 jiwa terpaksa mengungsi di berbagai titik. Bila dihitung total warga terdampak, jumlahnya mencapai 51.046 KK atau 190.275 jiwa. Hingga kini, tercatat 594 KK atau 2.201 jiwa masih terisolir.

Sekretaris Daerah Sumbar Arry Yuswandi dalam rilis data dampak bencana Sumbar mengatakan, estimasi kerugian sementara akibat bencana diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,78 triliun.

"Ini data sementara, dan dapat berubah sesuai laporan terbaru di lapangan. Pemerintah Provinsi Sumbar telah mengeluarkan status tanggap darurat mulai 25 November hingga 8 Desember 2025," ujar Arry, Rabu 3 Desember 2025.

BPBD mencatat kerusakan di sektor permukiman tercatat sebanyak 647 rumah dinyatakan rusak berat, 526 mengalami rusak sedang, dan 1.212 lainnya rusak ringan. Selain itu, 26.693 rumah terendam lumpur dan material banjir bandang, sementara 70 unit hanyut terseret arus deras.

 

Kerusakan Lainnya

Dampak bencana juga menjalar ke fasilitas umum yang menjadi penopang kehidupan sosial masyarakat. Sarana pendidikan menjadi kelompok terdampak paling besar, yakni 175 unit.

Layanan kesehatan ikut lumpuh dengan 11 fasilitas rusak. Tempat ibadah sebanyak 76 unit terdampak, sementara sarana perkantoran 16 unit.

Selain itu, 443 kios milik warga hancur, 185 jaringan irigasi rusak, 9 bendungan terdampak, serta 2 penguat tebing sungai hilang fungsi. Lalu sebanyak 111 jembatan terdampak dan 5.303 meter jalan mengalami kerusakan.

Bencana ini turut memutus mata pencaharian warga. Sektor pertanian dan peternakan mengalami kerugian besar, dengan 7.754 hektare sawah rusak, 10.627 hektare kolam dan tambak ikan terdampak, serta 1.588 hektare ladang dan 956 hektare lahan pertanian terendam lumpur.

Di sisi peternakan, kerugian mencakup 185 ekor sapi, 87 kambing, 3.553 unggas, dan satu jenis ternak lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6