Menkeu Purbaya Siap Tambah Anggaran Penanganan Banjir Sumatera

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap menambah Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Diterbitkan 02 Desember 2025, 10:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kemenkeu siap menambah anggaran penanganan bencana di Sumatera jika BNPB mengajukan.
  • Penambahan anggaran diambil dari pos darurat bencana APBN, siap diaktifkan kapan saja.
  • Kapasitas fiskal negara memadai, BNPB juga masih punya dana siap pakai Rp500 miliar.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap menambah Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. Dia mengatakan, BNPB tinggal mengajukan kepada Kemenkeu tambahan anggaran operasional jika dana yang tersedia mulai menipis.

“Kalau nanti butuh dana tambahan, kita siap juga menambah dan sudah ada di anggarannya,” ujar Purbaya saat ditemui awak media di Jakarta, Senin malam (1/12).

Purbaya mengatakan, mekanisme penambahan anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) siap diaktifkan kapan saja sesuai kebutuhan di lapangan. Alokasi tersebut akan diambil dari pos darurat bencana yang memang telah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Purbaya tidak menyebut angka spesifik mengenai besaran anggaran tambahan yang dapat diberikan karena bergantung pada asesmen dan permintaan resmi dari BNPB.

Namun, ia memastikan bahwa kapasitas fiskal negara sangat memadai untuk menanggung biaya penanganan bencana tersebut, termasuk jika nantinya ada pengajuan untuk kebutuhan rehabilitasi maupun perlindungan sosial bagi para korban.

“Tergantung pengajuan dari BNPB seperti apa, tapi uangnya cukup,” imbuhnya.

BNPB Pegang Dana Siap Pakai

Selain itu, kata Purbaya, saat ini BNPB masih memegang dana siap pakai (DSP) dalam jumlah yang cukup aman untuk operasional tanggap darurat.

"Di BNPB masih ada sekitar Rp500 miliar lebih (dana) di BNPB yang siap (untuk dipakai)," papar dia.

Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sebelumnya melaporkan hingga Senin (1/2) terdapat total 33.620 warga terdampak, 447 korban meninggal, dan 399 orang masih hilang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33.173 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6