Ibu di Makassar Nyaris Buang Bayinya ke Sungai Usai Bertengkar Hebat dengan Suami

Beruntung pasutri dari Makassar itu berhasil didamaikan lewat mediasi.

OlehFauzan
Diterbitkan 28 November 2025, 13:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polisi menyelamatkan balita 2 tahun yang nyaris dibuang orang tuanya di Makassar.
  • Pertengkaran orang tua dipicu tekanan ekonomi dan masalah makanan sepele.
  • Polisi memediasi pasangan, mereka berdamai, dan kembali ke rumah dengan aman.

Liputan6.com, Jakarta Polisi berhasil menyelamatkan seorang bayi perempuan berusia 2 tahun yang nyaris dibuang ke kanal di Makassar oleh orang tuanya saat pertengkaran rumah tangga memuncak. Peristiwa itu terjadi di Jalan Adiyakasa Baru, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Rabu dini hari, 26 November 2025.

Aksi berbahaya tersebut terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan dari warga melalui layanan darurat 110. Salah satu warga mengabarkan bahwa seorang ibu diduga hendak melempar anaknya ke kanal usai cekcok hebat dengan suaminya.

Kepala SPKT Regu II Polsek Panakkukang, Aiptu Supriady, menjelaskan pihaknya bergerak cepat begitu menerima aduan tersebut. Menurutnya, pertengkaran pasangan suami istri itu dipicu tekanan ekonomi, bahkan hal sepele seperti habisnya makanan di rumah.

"Kami menerima telepon atau aduan call center 110 bahwa ada sekeluarga melaporkan istrinya ingin membuang anaknya ke kanal," ujar Supriady.

Pertengkaran Dipicu Masalah Ekonomi

Setibanya di lokasi, polisi mendapati suasana rumah masih panas. Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, petugas segera mengamankan sang balita dan memisahkan kedua orang tuanya.

“Sehingga kami gerakan cepat menuju TKP di Jalan Adiyakasa, menemui keluarga tersebut dan selanjutnya kami bawa ke mako Polsek Panakkukang,” ucapnya.

Di kantor polisi, pasangan itu menjalani pemeriksaan awal sebelum dipertemukan dalam proses mediasi. Polisi menilai langkah ini penting agar keselamatan anak benar-benar terjamin.

“Dan memediasi sehingga memberikan pemahaman dan mereka sudah berdamai, selanjutnya kembali ke rumah dalam keadaan aman,” beber Supriady.

Dari hasil mediasi, diketahui pertengkaran terjadi akibat tekanan ekonomi sehari-hari. Bahkan, persoalan makanan disebut menjadi pemicu langsung emosi keduanya.

“Jadi penyebabnya mereka bertengkar gara-gara makanan, nasi, begitu,” ujarnya.

 

Sepakat Damai

Polisi pun memberikan peringatan keras terkait bagaimana berbahayanya tindakan ekstrem yang melibatkan anak, termasuk konsekuensi hukum apabila hal serupa terulang. Pasangan tersebut diminta memperbaiki komunikasi dan mencari jalan keluar atas masalah rumah tangga tanpa kekerasan.

Setelah menyatakan berdamai dan menerima arahan dari polisi, keduanya diperbolehkan pulang. Supriady mengaku bersyukur situasi dapat dikendalikan sebelum berubah menjadi tragedi.

“Sehingga suaminya menyuruh pergi istrinya, jadi Alhamdulillah pihak kepolisian Polsek Panakkukang sudah mengembalikan ke rumahnya dalam keadaan aman karena sudah berdamai,” tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6