Gegara Kompor Ditinggal saat Masak Mi, Rumah di Koja Jakut Ludes Terbakar

Kebakaran melanda rumah tinggal di Jalan Bendungan Melayu Nomor 11, RT 04/RW 05, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara (Jakut), Sabtu (22/11/2025).

Diterbitkan 22 November 2025, 17:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kebakaran rumah di Koja, Jakarta Utara, dipicu bocah memasak mi tanpa pengawasan.
  • Api membakar kamar dan dapur; 4 keluarga dievakuasi, kerugian Rp404,4 juta.
  • Petugas berhasil melokalisir api cepat; warga diimbau tidak tinggalkan masakan.

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran melanda rumah tinggal di Jalan Bendungan Melayu Nomor 11, RT 04/RW 05, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara (Jakut), Sabtu (22/11/2025). Insiden ini bermula dari aktivitas memasak seorang bocah berusia sembilan tahun yang kemudian ditinggal sehingga memicu api besar di dapur.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kompor yang ditinggal saat memasak,” kata Gatot dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/11/2025).

Gatot menyampaikan, bocah tersebut diketahui sedang memasak mi instan tanpa pengawasan orang dewasa. Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, anak itu sempat meninggalkan dapur setelah menyalakan kompor.

Kemudian, saat kembali, ia melihat api muncul dari kamar yang letaknya berdekatan dengan dapur. Panik, ia langsung membangunkan kakaknya namun api sudah membesar dan membakar kamar serta dapur rumah secara bersamaan.

Melihat kobaran api yang semakin meluas, warga yang tinggal di sekitar lingkungan tersebut segera menghubungi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara.

Adapun laporan diterima petugas pada pukul 12.15 WIB dari seorang warga bernama Daeng Syakuur Syakir. Segera, petugas langsung mengirim sebanyak 11 unit mobil pemadam dengan 60 personel langsung dikerahkan.

“Saat petugas tiba, api sudah membesar, namun bisa segera kami lokalisir untuk mencegah merembet ke bangunan lain,”terang Gatot.

 

Proses Pemadaman

Proses pemadaman dimulai pukul 12.26 WIB. Api berhasil dilokalisir dalam waktu sekitar 13 menit, dilanjutkan pendinginan hingga pukul 12.42 WIB. Sedangkan, seluruh proses penanganan rampung pada pukul 13.32 WIB.

Gatot menyebut, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi empat kepala keluarga dengan total 13 jiwa berhasil dievakuasi. Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp404,4 juta.

“Kami mengingatkan warga untuk tidak meninggalkan kegiatan memasak, sekecil apa pun, karena berpotensi menimbulkan kebakaran,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6