Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Belum Bisa Dimintai Keterangan: Masih Mual, Pusing, Banyak Melamun

Dokter meminta pelaku ledakan SMAN 72 tak buru-buru diinterogasi karena masih belum stabil.

Diterbitkan 21 November 2025, 10:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Anak berhadapan hukum (ABH) kasus ledakan SMAN 72 masih mual, pusing, dan melamun.
  • Dokter menyatakan ABH belum siap diperiksa karena masih beradaptasi dan sering bengong.
  • Keluarga ABH telah diperiksa, mengungkap pelaku memiliki karakter pendiam.

Liputan6.com, Jakarta Polisi mengulas kondisi terkini dari anak berhadapan dengan hukum (ABH) di kasus ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Meski sudah lepas selang makan, dia masih merasa mual, pusing, dan lebih banyak melamun.

"Jadi si ABH ini baru kemarin lepas selang makan, dua hari lalu. Artinya dia baru beradaptasi keterangan dokter, jadi dia masih beradaptasi, jadi masih ada rasa mual, pusing,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (21/11/2025).

Dia pastikan, kepolisian terus berkoordinasi dengan dokter untuk memastikan kesiapan pelaku untuk diminta keterangan. Sejauh ini, dokter menyatakan belum karena anak berkonflik dengan hukum itu lebih banyak bengong.

"Dia masih bengong, terus ngomong sebentar kadang masih kayak masih belum pulih sepenuhnya," sambungnya.

Keluarga Pelaku Sudah Diperiksa

Meski begitu, kata Budi, penyidik tetap berupaya menggali keterangan dari saksi dan keluarganya. Menelusuri tentang keseharian hingga sifat anak berhadapan dengan hukum ini, baik di rumah maupun sekolah.

"Pemeriksaan lain maraton, saksi korban, keluarga, labfor, dokter, dan segala macam kan tetap berlangsung pemeriksaan. Setelah dokter mengatakan bahwa kondisinya sudah bisa untuk dimintai keterangan, penyidik pasti akan melakukan komunikasi dengan Bapas, Dinsos, terus KPAI," jelas dia.

Dari pihak keluarga yang telah menjalani pemeriksaan yakni ayah dan kakak dari anak berhadapan dengan hukum. Meski aksinya tergolong nekat, pelaku nyatanya tidak memiliki rekam jejak temperamental.

“Nggak (temperamen) sih. Memang karakter pendiam,” Budi menandaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6