Wakapolri Beberkan Permintaan Masyarakat soal Polisi: Jangan Hedon, Flexing dan Arogan

Wakapolri meminta seluruh polisi betul-betul melihat kondisi masyarakat secara objektif sebelum bertindak.

Diterbitkan 18 November 2025, 19:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Masyarakat meminta Polri menghindari gaya hidup hedonis dan flexing.
  • Polri juga diminta tidak arogan dan mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
  • Pengawasan terhadap anggota Polri akan diperketat, termasuk sistem whistleblowing.

Liputan6.com, Jakarta Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengungkap beberapa permintaan masyarakat terhadap Polri. Salah satunya, tidak melakukan flexing atau hidup hedonis.

Permintaan itu muncul saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan polisi masyarakat sipil dan gerakan nurani bangsa.

"Yang dikehendaki masyarakat, Polri jangan berlaku hedon, flexing," kata Dedi dalam rapat bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/11).

"Polri betul-betul harus betul-betul melihat bagaimana kondisi masyarakat secara objektif," sambungnya.

Polri Jangan Arogan

Selain itu, Korps Bhayangkara juga diminta untuk tidak melakukan tindakan yang arogan. Bahkan, pihaknya telah membuat buku do and don't sebagai polisi yang harus dipedomani anggota.

"Ini yang dikeluhkan masyarakat. Kenapa terjadi arogansi? Kenapa terjadi perilaku-perilaku menyimpang abuse of power? Pengawasan kita kurang kuat," ujarnya.

Ke depan, katanya, pengawasan terhadap tindak tanduk polisi akan semakin diperketat. Hal itu sebagai respons cepat atas apa yang menjadi keluhan masyarakat.

"Whistleblowing system ini juga merupakan quick win yang harus kami lakukan," sambungnya.

Reporter: Nur Habibie/merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6