Alami Mual hingga BAB Berdarah, Gejala Puluhan Siswa SD di Kota Bogor Usai Konsumsi MBG

Puluhan siswa SD di Bogor Selatan mengalami gejala mual, muntah, dan pusing yang diduga muncul setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Diterbitkan 14 November 2025, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Puluhan siswa SD di Bogor Selatan alami mual dan muntah usai santap Makanan Bergizi Gratis.
  • Total 36 siswa dilarikan ke Puskesmas, 32 telah dipulangkan setelah penanganan.
  • Sampel muntahan dan makanan diuji lab untuk identifikasi penyebab gejala.

Liputan6.com, Jakarta Usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), puluhan siswa SD di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mengalami gejala mual, pusing, dan muntah hingga akhirnya dilarikan ke UPTD Puskesmas Bogor Selatan.

Kepala UPTD Puskesmas Bogor Selatan, dr. Maria Yuliana mengatakan, siswa tersebut berasal dari SDN Batutulis 2 dan 3 yang mengeluhkan gejala mirip keracunan.

"Awalnya datang beberapa anak, dua diantaranya muntah. Kami langsung lakukan observasi. Sekitar 15 menit kemudian datang lagi rombongan hingga berjumlah 15 orang," kata wartawan di Bogor, Jumat (14/11/2025).

Maria mengatakan, pihaknya langsung melakukan penanganan awal, mulai memisahkan pasien dengan kondisi stabil dan yang mengalami gejala lebih berat.

"Yang aman kita pisahkan, sedangkan yang bergejala berat langsung kami masukkan ke ruangan," ungkap dia.

Hingga Jumat sekitar pukul 13.10 WIB, tercatat ada 36 anak SD yang dilarikan ke Puskesmas usai menyantap MBG tersebut.

Di mana setelah dilakukan penanganan, 32 diantaranya telah diperbolehkan pulang, sisanya masih dalam perawatan.

Maria juga menuturukan, ada satu anak yang dirawat itu mengalami buang air besar bercampur darah.

"Terakhir yang datang dengan gejala yang sama itu seorang siswa dari SD Lawang Gintung 1. Tapi tiga siswa yang sempat diinfus, kini mulai membaik. Tidak ada yang dirujuk, semua kami tangani di puskesmas," ungkapnya.

 

Sampel Muntah dan Menu Makanan Diuji di Lab

Maria mengungkapkan, pihaknya telah mengambil sampel muntahan dan menu makanan yang dikonsumsi para siswa untuk dilakukan uji laboratorium, di mana salah satu lauk yang dimakan adalah ayam bakar.

"Ada yang mengatakan ayamnya agak kurang enak, sebagian menyebut sayur jagung dan sayuran lain. Namun sebagian besar menyebut ayam. Tapi kami belum bisa pastikan. Semua harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan," ujarnya.

Terkait hasil laboratorium, kata Maria, diperkirakan keluar dalam waktu 2 sampai 3 hari.

"Kami menunggu hasil dari Labkesda yang akan memberi informasi resminya. Insyaallah 2-3 jam ke depan bila kondisinya membaik, akan kami pulangkan," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6