Burhanuddin Muhtadi: Program 3 Juta Rumah Dongkrak Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran

kemampuan Maruarar untuk tetap menjalankan program berskala besar dengan keterbatasan anggaran membuat implementasi kebijakan ini memiliki dampak sosial dan politik yang luar biasa.

Diterbitkan 08 November 2025, 15:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Program Tiga Juta Rumah meningkatkan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden.
  • Menteri Maruarar Sirait menjalankan program kreatif meski anggaran terbatas.
  • Survei Indikator menunjukkan korelasi kuat program dengan kepuasan Presiden.

Liputan6.com, Jakarta - Program Tiga Juta Rumah yang digagas oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dinilai memberikan dampak signifikan terhadap meningkatnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Temuan ini disampaikan oleh Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, usai memaparkan hasil survei bertajuk “Evaluasi Publik Atas Kinerja Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).

“Maruarar Sirait bekerja mewujudkan program 3 Juta Rumah Rakyat dengan kreatif. Beliau berjuang mencari pendanaan sendiri karena dana APBN yang dialokasikan untuk kementeriannya sangat kecil,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, kemampuan Maruarar untuk tetap menjalankan program berskala besar dengan keterbatasan anggaran membuat implementasi kebijakan ini memiliki dampak sosial dan politik yang luar biasa.

“Keberhasilan implementasi ini, meski dengan keterbatasan anggaran, yang menjadikan dampak program ini luar biasa,” tambahnya.

Korelasi Erat dengan Kepuasan terhadap Presiden

Berdasarkan hasil survei Indikator, program Tiga Juta Rumah terbukti memiliki korelasi kuat dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden.

Dari kelompok responden yang mengetahui program tersebut, mayoritas atau 51,8% menyatakan puas atau sangat puas terhadap kinerja Presiden (terdiri dari 46,3% cukup puas dan 5,5% sangat puas).

“Yang lebih krusial, Program Tiga Juta Rumah terbukti memiliki korelasi kuat dengan kepuasan kinerja Presiden,” tegas Burhanuddin.

Data survei menunjukkan hubungan positif antara persepsi publik terhadap program perumahan rakyat dan kepuasan terhadap pemerintahan. 81,0% responden yang mengetahui program Tiga Juta Rumah merasa puas atau sangat puas terhadap kinerja Presiden.

"Bahkan, 87,1% dari mereka yang puas terhadap program Tiga Juta Rumah juga menyatakan puas atau sangat puas terhadap kinerja Presiden," kata dia. 

 

Pengaruhi Persepsi Publik

Burhanuddin menyebut, temuan ini menunjukkan bahwa program konkret yang langsung menyentuh masyarakat bawah, seperti penyediaan rumah rakyat, memiliki pengaruh besar terhadap persepsi publik terhadap pemerintah.

“Program seperti Tiga Juta Rumah bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga simbol kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat kecil,” pungkasnya.

Survei dilakukan secara tatap muka pada 20–27 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.220 responden di seluruh Indonesia. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen, dengan margin of error ±2,9 persen.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6