Respons Ketua DPC Gerindra Pematangsiantar Sumut soal Budi Arie Ingin Gabung Partainya

Ketua DPC Gerindra Pematangsiantar Sumut Gusmiyadi merespons terkait rencana Budi Arie untuk bergabung ke Partai Gerindra.

Diterbitkan 07 November 2025, 21:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ketua Umum Projo Budi Arie menyatakan keinginan bergabung ke Partai Gerindra.
  • DPC Gerindra Pematangsiantar menolak Budi Arie karena dianggap pragmatis.
  • Penolakan karena Budi Arie dinilai cari aman dari hukum dan jabatan.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyatakan keinginan untuk bergabung ke Partai Gerindra. DPC Gerindra Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut) menolak Budi karena berbagai pertimbangan.

"Rencana Budi Arie untuk bergabung ke partai Gerindra dipersepsikan masyarakat sebagai langkah pragmatis guna menjaga peluang dirinya untuk tetap berada pada episentrum kekuasaan Prabowo," ujar Ketua DPC Gerindra Pematangsiantar Gusmiyadi dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (7/11/2025).

Dia menilai, gabungnya Budi Arie sebagai langkah pragmatis untuk melindungi dirinya dari potensi jeratan hukum. Selain itu, lanjut Gusmiyadi, Budi Arie juga dinilai bergabung karena ingin mendapat posisi penting dari Prabowo.

"Langkah pragmatis tersebut dibaca sebagai sebuah cara untuk berlindung dari kasus hukum yang berpotensi melilit dirinya dan disisi lain Budi Arie juga tentu berharap masih bisa mendapat posisi penting dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo," ucap dia.

Anggota DPRD Sumut ini menyebutkan kepercayaan publik ke Prabowo dapat menurun karena Ketua Umum Gerindra itu dinilai sedang fokus dalam pemberantasan korupsi.

"Belum lagi klaim Budi Arie soal logo Projo yang bakal mengganti logo hingga menyanggah jika Projo merupakan singkatan dari Pro Jokowi merupakan langkah tidak beradab dalam perpolitikan," kata Gusmiyadi.

"Di sisi lain, baru-baru ini klaim Budi Arie soal arti nama Projo dan kaitannya dengan logo wajah Jokowi juga dinilai sebagai langkah tidak beradab dalam memainkan catur politik. Sanggahan Budie Arie bahwa selama ini Projo bukan singkatan Pro Jokowi tapi berati rakyat dan negeri merupakan langkah zig zag yang tidak pantas," sambung dia.

 

Sebut Ingin Cari Aman

Sehingga, Gusmiyadi menilai jika Budi Arie bergabung ke Gerindra hanya untuk mencari suaka politik. Termasuk menjaga peluang untuk mendapat jabatan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Simpelnya publik menilai Budi Arie ingin cari aman mencari suaka politik dan menjaga peluang mendapatkan kekuasaan dimasa kepemimpinan Prabowo sebaga Presiden," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi secara terbuka mengumumkan akan segera bergabung dengan Partai Gerindra. Pengumuman itu disampaikan dalam Kongres III Projo yang digelar di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).

"Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Enggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum," kata Budi Arie dalam sambutannya.

Budi kemudian menegaskan pilihannya bergabung ke partai berlambang Garuda.

"Betul, iya lah, pasti Gerindra," sambungnya.

 

Respons Gerindra

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad turut menyampaikan apresiasi atas sikap politik Budi Arie dan Projo yang konsisten mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Begini, Projo ini dari awal mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, sebelum malah. Sehingga kita apresiasi, makanya kita hadir sebagai sahabat Projo," ujar Dasco, saat berjumpa awak media di Kongres III Projo.

Dasco menegaskan Partai Gerindra terbuka terhadap gelombang dukungan dari manapun, termasuk dari kader-kader Projo.

"Kalau Gerindra siap menerima gelombang besar dari manapun, namanya aspirasi tentu kita akan pertimbangkan untuk diakomodir," tegasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6