Liputan6.com, Jakarta - Universitas Nasional (UNAS) menegaskan, sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai kebhinekaan, maka tidak ada ruang untuk segala bentuk tindakan rasisme di lingkungan perkuliahan. Rektor UNAS, El Amry Bermawi Putera mengatakan, kampusnya memandang perbedaan sebagai kekayaan yang harus dihormati, bukan dijadikan alasan untuk memecah persatuan.
"Sikap saling menghargai dan menghormati menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas sivitas akademika, setiap mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan memiliki kewajiban untuk menjaga sikap toleransi dalam kehidupan kampus," kata El Amry seperti dikutip dari keterangan tertulis.
Senada, Juru Bicara UNAS, Selamat Ginting mengatakan UNAS terus berupaya menciptakan suasana akademik yang aman, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh civitas akademinya.
Advertisement
Pria yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Rektor UNAS bidang Komunikasi dan Media itu menjelaskan, sebagai institusi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan, UNAS membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menempuh pendidikan tanpa memandang SARA (Suku, Agama, Ras, Antar-golongan).
"Prinsip kesetaraan menjadi dasar dalam penerimaan mahasiswa dan seluruh proses akademik. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, UNAS bertekad melahirkan generasi yang berpikir terbuka dan menghargai keberagaman," tegas Ginting.
Ginting berharap, melalui dialog terbuka bersama Rektorat UNAS, perwakilan IMAPA (Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua) se-Jadetabek (Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi), keluarga mahasiswa, maka secara persuasif dan kekeluargaan, UNAS telah menyelesaikan persoalan yang sempat terjadi pada Senin (3/11).
"Pertemuan ini menjadi bukti nyata, UNAS membuka ruang komunikasi yang solutif, dan berorientasi pada nilai keadilan serta kemanusiaan,” tutur Ginting.
Dalam pertemuan kekeluargaan itu, perwakilan mahasiswa Papua di UNAS sekaligus anggota IMAPA Sesilius Maubak dan Ketua IMAPA Se-Jadetabek Semifon Arikson Kambue, mengapresiasi kepada pihak UNAS yang telah memfasilitasi penyelesaian permasalahan dengan baik.
“Mereka menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan menolak segala bentuk rasisme yang dapat memecah belah bangsa. Harapan mereka, UNAS dapat menjadi contoh bagi kampus lain dalam memberikan rasa aman, adil, dan nyaman bagi seluruh mahasiswa tanpa memandang latar belakang suku, ras, bahasa, maupun agama,” ungkap Sesilius.
Sesilius mencataf, peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi seluruh civitas akademi UNAS dan pihak lain agar tidak melakukan tindakan diskriminasi, kekerasan, maupun ujaran kebencian di lingkungan kampus.
Sementara itu, Sekjen Papua Connect Pace Cang Waicang juga mengapresiasi kepada UNAS yang menginisiasiasi perundingan itu. Sekaligus mengimbau kepada adik-adik mahasiswa Papua di Jakarta, senantiasa menunjukkan semangat persaudaraan satu Indonesia.
"Pertemuan ini menjadi bukti, berjalannya komunikasi yang edukatif dan persuasif dalam penyelesaian masalah," dia menandasi.
Viral
Sebelumnya, sebuah video viral mengungkap dugaan tindakan rasisme yang terjadi di lingkungan Universitas Nasional (UNAS), Jakarta.
Kabar ini mencuat setelah salah seorang mahasiswa yang berasal dari Papua diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari rekan kampusnya sendiri.
Insiden ini menjadi sorotan publik setelah diunggah oleh akun TikTok. Akun tersebut membagikan kompilasi video yang merangkum kronologi kejadian, mulai dari bukti percakapan hingga aksi protes yang terjadi di kampus.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/738835/original/091334200_1521191522-ito.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5406325/original/021325000_1762542757-b0e6468f-45bb-4782-be4c-a80d5353c2c3__1___1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/146/original/027423100_1766886277-16128480287441.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)