Ledakan di SMAN 72, Muncul Isu Pelaku Diduga Korban Bullying

Siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta berinisial S sempat bercerita adanya dugaan perundungan atau bullying dalam peristiwa ledakan saat salat Jumat di sekolahnya.

Diterbitkan 07 November 2025, 17:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ledakan di SMAN 72 Jakarta saat salat Jumat, diduga motif bullying.
  • Saksi mata melihat dua ledakan, bantu evakuasi korban luka serpihan.
  • TNI AL dan Polri selidiki penyebab serta kronologi ledakan di sekolah.

Liputan6.com, Jakarta Siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta berinisial S sempat bercerita adanya dugaan perundungan atau bullying dalam peristiwa ledakan saat salat Jumat di sekolahnya.

“Saya dapat info katanya pelakunya terindikasi siswa. Mungkin karena dia tuh korban bully jadi ingin balas dendam,” tutur S di lingkungan SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Dengan pakaian yang masih berlumuran darah teman-temannya, S bercerita bahwa ledakan terjadi di tengah masjid saat salat Jumat baru akan dimulai. Para siswa pun langsung berhamburan keluar masjid.

“Kronologi sebelum salat Jumat lagi mau khutbah selesai, lagi mau iqomah, tiba-tiba ada ledakan. Dari tengah masjid. Ada ledakan kita kabur, nyelamatin teman-teman, setelah nyelametin teman-teman ada ledakan lagi kedua kali,” jelas dia.

Ledakan kedua terdengar di belakang sekolah. Sementara terduga pelaku diketahui merupakan seniornya yakni kelas XII.

“Tadi benar-benar panik banget saya gendongin satu-satu bantu ngobatin korbannya. Untung saya belajar dari online cara ngobatin pasien jadi Alhamdulillah bisa ngobatin sampai dibawa ke Rumah Sakit Islam,” ungkapnya.

S mengaku sempat melihat percikan api. Saat peristiwa, telinganya turut berdengung hingga tidak dapat mendengar apapun.

“Lagi ramai banget, penuh (masjid), tapi di atas lagi tidak ada orang,” S menandaskan.

Sementara, saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya belum memberikan keterangan ini dan menjawab hingga berita ini diturunkan.

Di sisi lain, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Lodewijk Freidrich Paulus masih tak menjelaskan, soal gambar yang beredar, di mana ada seseorang yang tergeletak di samping senjata tersebut. "Ini kita belum tahu," pungkasnya.

TNI AL Ikut Cari Penyebab Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan atas insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025) siang.

"Kami turut berduka cita dan prihatin terkait musibah yang terjadi di SMAN 72 Jakarta," tulis Tunggul dalam keterangan tertulis, Jumat (7/11/2025).

Tunggul menjelaskan, ledakan terjadi sekitar pukul 12 siang di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Usai mendapat informasi itu, personel TNI AL langsung bergerak cepat memberikan bantuan di lokasi kejadian. 

"Petugas mengevakuasi korban untuk mendapat pertolongan pertama di Balai Kesehatan Kompleks Perumahan Kelapa Gading TNI AL sebelum kemudian dirujuk ke RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi dan Puskesmas Kelapa Gading," ujar dia.

Tunggul memastikan, saat ini TNI AL bersama Polri hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui kronologi dan penyebab ledakan serta jumlah korban.

"Seluruh informasi lanjutan akan disampaikan setelah diperoleh data yang valid," dia menandasi.

Pasang Garis Polisi

Sebagai informasi, akibat dari ledakan itu sejumlah siswa mengalami luka akibat serpihan material bangunan.

Diketahui, saat ini aparat gabungan TNI AL dan Polri kini telah memasang garis polisi dan mensterilkan area sekolah guna kepentingan penyelidikan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6