Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menyiapkan 715 personel gabungan untuk menghadapi bencana di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Tak hanya personel, berbagai sarana pendukung pun disiapkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan, kesiapsiagaan itu dilakukan bersama sejumlah instansi, mulai dari TNI, BNPB, Basarnas, hingga pemerintah daerah dan para relawan.
"Kami telah mengkompulir data titik titik rawan bencana terutama masalah banjir atau genangan air yang ada di sekitar jakarta. Untuk itu untuk bentuk kesiapsiagaan kami dengan instansi terkait kami telah menyiapkan berbagai sarana dan peralatan pendukung penanganan bencana," ujar Irjen Asep kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (5/11/2025).
Advertisement
Dia menjelaskan, peralatan yang disiagakan meliputi 175 unit perahu karet berbagai jenis, 50 unit mesin boat engine, 480 pelampung atau rompi SAR, 150 helm pelindung kepala, 20 unit gergaji mesin (chainsaw) untuk penanganan pohon tumbang, serta 230 peralatan pendukung lainnya.
Semua peralatan itu, menurut Irjen Asep, siap dikerahkan kapan pun dibutuhkan.
"Seluruh peralatan ini siap untuk digunakan pada saat terjadinya bencana atau kita laksanakan dalam kegiatan penyelamatan korban," ucap dia.
Irjen Asep menegaskan, Polri bersama TNI, BNBP, BPNB, termasuk Basarnas, Pemda, serta relawan bersinergi dan kolaborasi untuk menjamin keselamatan warga.
Dia mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif. Bila melihat tanda-tanda potensi bencana, warga diminta segera melapor ke kantor polisi atau posko terdekat agar bisa segera ditindaklanjuti.
"Mudah-mudahan kita doakan seluruhnya wilayah kita, tidak ada bencana yg dapat berimbas kepada masyarakat. Kita doakan semuanya lancar tapi demikian kita tetap waspada kita siaga dalam hal kesiapan kita dalam hal tanggap darurat bencana ini," tandas Irjen Asep.
Â
BNPB Harap Masyarakat Waspada Potensi Cuaca Ekstrem hingga Awal Tahun Depan di Jateng
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4236990/original/099887800_1669200211-20221123-Cuaca-Ekstrem-Jakarta-Faizal-3.jpg)
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat, khususnya di Jawa Tengah (Jateng) mewaspadai potensi cuaca ekstrem hingga awal tahun depan yang dikhawatirkan berdampak terhadap bencana alam.
"Dari BMKG, curah hujan ini akan berlangsung cukup masif untuk Jawa Tengah sampai dengan awal tahun 2026," ujar Kepala BNPB Suharyanto saat meninjau Kolam Retensi Terboyo di Semarang, melansir Antara, Senin 3 November 2025.
Peninjauan ke Pompa Retensi Terboyo dalam rangka memantau langkah penanganan banjir di Kota Semarang yang sempat berlangsung selama lebih dari sepekan.
"Alhamdulillah. Ini relatif lebih baik. Meski masih ada genangan sedikit-sedikit, tapi dua-tiga hari ini kita pastikan semuanya kering dan terkendali," ucap Suharyanto.
Menurut dia, hasil koordinasi terpadu antara BNPB dengan unsur instansi terkait menyimpulkan bahwa salah satu pemicu banjir di Kota Semarang tak terlepas dari pengaruh cuaca ekstrem pada dasarian kedua Oktober 2025.
Suharyanto menjelaskan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pada November dan Desember 2025 hingga awal 2026 masih menunjukkan adanya potensi cuaca ekstrem yang masif di Jateng.
Oleh karena itu, kata dia, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan serta kapasitas masyarakat harus ditingkatkan. Suharyanto mengatakan hal itu menjadi kunci agar kejadian bencana serupa tidak terjadi atau minimal dapat ditekan dampaknya di kemudian hari.
"Sudah ketemu pemicu dan penyebabnya. Penyebabnya tentu saja adalah curah hujan yang cukup ekstrem. Kita harus melaksanakan mitigasi dan pencegahan," papar dia.
Â
Advertisement
Langkah Mitigasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4236996/original/079937400_1669200218-20221123-Cuaca-Ekstrem-Jakarta-Faizal-9.jpg)
Suharyanto menyebut, penanganan jangka pendek dan menengah sebagai langkah mitigasi sudah dilakukan operasi modifikasi cuaca di wilayah Jateng.
"Bahkan, untuk Jawa Tengah kita kerahkan kekuatan 'full' ya, ada dua pesawat yang terus 1x24 jam melaksanakan reduksi awan-awan hujan yang bisa mengakibatkan hujan lebat," kata dia.
Dengan upaya modifikasi cuaca itu, dia mengharapkan, tidak terjadi hujan deras di wilayah Jateng, khususnya Semarang, yang bisa menyebabkan banjir untuk beberapa hari ke depan.
Untuk penanganan di darat, Suharyanto mengatakan, telah disiapkan upaya perpompaan agar mencegah banjir, baik dari BNPB, pemerintah provinsi, maupun Pemerintah Kota Semarang.
"Di bawah memang sudah ada rencana besar untuk pengendalian banjir. Tapi, masih belum jadi, masih 40 persen dari Kementerian PU (Pekerjaan Umum) sehingga tentu saja ada beberapa titik yang ketahuannya setelah terjadi banjir," tandas Suharyanto.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5383856/original/040830300_1760696164-Infografis_Cuaca_Panas_CMS.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5151563/original/005508700_1741165634-20250305-bersih-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304324/original/030536800_1784712733-f2507304-ac5f-46ce-9eb4-875f9199267d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303076/original/073236100_1784617564-rob6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377232/original/027954900_1760081964-IMG_0592.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499996/original/059179800_1770804582-1000163280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302946/original/011970700_1784614197-Perempuan_di_Bandung_Barat_diduga_diculik.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2722747/original/029414200_1549529028-20190207-Obat-Ilegal-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3991647/original/047957200_1649658538-20220411-FOTO---APEL-Herman-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3274952/original/072089200_1603351856-20201022-Aksi-Tolak-UU-Omnibus-Law-6.jpg)