Cegah Pohon Tumbang Timpa Warga, Gubernur Jakarta Perintahkan Pangkas Pohon Rawan Tiap Hari

Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan penopingan atau pemangkasan pohon yang rawan setiap hari selama musim hujan. Pemotongan pohon dimulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB. Pemprov DKI juga akan melakukan modifikasi cuaca menghadapi cuaca ekstrem.

Diterbitkan 31 Oktober 2025, 12:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemprov DKI perketat pengawasan dan perawatan pohon cegah tumbang.
  • Penopingan pohon rawan dilakukan setiap hari selama musim hujan.
  • DKI koordinasi dengan BMKG/BNPB untuk operasi modifikasi cuaca.

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah cepat mencegah terulangnya kejadian pengendara meninggal akibat pohon tumbang yang menimpa kendaraan.

Pemprov DKI memperketat pengawasan dan perawatan pohon di seluruh wilayah Jakarta seiring cuaca ekstrem meliputi curah hujan tinggi hingga angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan penopingan atau pemangkasan pohon yang rawan setiap hari selama musim hujan. Pemotongan pohon dimulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Pohon yang kondisinya tidak sehat akan dipangkas. Termasuk pohon besar yang diminta warga, seperti yang terjadi di Dharmawangsa. langkah ini dilakukan untuk mencegah pohon tumbang yang berpotensi menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan lainnya. 

“Pemprov DKI Jakarta juga akan melakukan langkah extraordinary untuk penopingan pohon setiap hari di seluruh wilayah Jakarta selama musim hujan dan musim banjir, musim hujan ini,” jelas Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (31/10/2025). 

Pramonon menambahkan, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta secara rutin sudah melakukan pengecekan kesehatan pohon. Tercatat, hingga akhir Oktober 2025 sebanyak 5.722 pohon telah dicek dan 62.161 pohon telah dipangkas puncak atau cabang atas pohonnya (di-topping) untuk mencegah tumbang.  

“Penopingan pohon selama ini dilakukan setiap hari Rabu di seluruh wilayah kota administratif. Namun kemarin kejadian pohon tumbang dipicu oleh cuaca ekstrem yang anomali, dengan curah hujan tinggi dan angin kencang sehingga pohon sampai tercerabut akarnya,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (31/10/2025). 

Modifikasi Cuaca

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan operasi modifikasi cuaca. 

“Budgetnya sudah kita siapkan karena memang ada kemungkinan 25 hari ke depan ini beberapa kali akan terjadi anomali dan cuaca ekstrem,” kata dia. 

Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta akan terus menyampaikan informasi terkait cuaca ekstrem melalui berbagai kanal resmi agar masyarakat lebih waspada.

Ia menyebut, informasi terkait prakiraan cuaca, terlebih cuaca ekstrem terus disampaikan kepada masyarakat Jakarta melalui berbagai kanal resmi, sehingga masyarakat lebih waspada.

“Pokoknya 25 hari ke depan setiap ada kemungkinan curah hujan di atas 200 (milimeter) atau 150 aja, kami akan melakukan modifikasi cuaca,” ucap dia.

Pramono juga menyampaikan, potensi terjadinya banjir pesisir (Rob) sepekan ke depan. Dia berharap, banjir Rob tak terjadi beriringan dengan banjir imbas cuaca ekstrem.

“Ada kemungkinan juga banjir rob, tanggal 6, 7, 8. Sehingga dengan demikian, mudah-mudahan ketika itu terjadi tidak secara bersamaan adanya banjir kiriman, banjir Rob, maupun banjir lokal yang selama ini terjadi,” tutup Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6