Liputan6.com, Jakarta - Universitas Udayana (Unud) berduka setelah seorang mahasiswa fakultas sosiologi berinisial TAS (22) ditemukan tergeletak di halaman depan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Rabu 15 Oktober 2025.
Mahasiswa asal Cimahi, Jawa Barat, itu sempat dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar, Bali namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.03 Wita.
Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wita di halaman depan koridor FISIP salah satu universitas di Denpasar.
Advertisement
"Benar, korban seorang mahasiswa Unud jatuh dari lantai empat Gedung FISIP. Korban sempat dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia," ujar Sukadi, Kamis 16 Oktober 2025.
Dia menjelaskan, menurut keterangan para saksi, almarhum sempat terlihat berada di lantai empat sebelum terjatuh. Salah satu saksi, NKGA, menyebut TAS datang dari arah lift dengan wajah tampak panik, lalu duduk di kursi panjang dekat ruang kelas. Tak lama kemudian, ia tak lagi terlihat di tempat semula.
"Saksi mengaku sempat melihat sepatu korban tertinggal di tempat duduk, dan beberapa saat kemudian diketahui ada seseorang jatuh di halaman kampus," terang Sukadi.
Kemudian, beberapa hari setelah peristiwa itu, tangkapan layar percakapan grup mahasiswa Unud beredar luas di media sosial. Dalam tangkapan layar tersebut, sejumlah mahasiswa menuliskan komentar yang dinilai tidak pantas dan menunjukkan kurangnya empati terhadap korban.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan sekaligus Plt Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi FISIP Unud I Made Anom Wiranata angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa fakultas telah memberikan sanksi akademik terhadap mahasiswa yang diduga terlibat.
"Tadi saya sudah sampaikan kepada kaprodi. Saya akan menulis surat kepada yang bersangkutan agar diberikan sanksi pengurangan nilai softskill dan itu hanya terbatas pada satu semester," ujar Anom.
Himpunan Mahasiswa (HIMA) Sosiologi Unud Bali pun menggelar renungan malam untuk mengenang kepergian salah satu mahasiswa, TAS (22), dari jurusan Sosiologi angkatan 2022. Kegiatan berlangsung pada Jumat 17 Oktober 2025 di depan Gedung FISIP Sudirman, Denpasar.
Berikut sederet fakta terkait mahasiswa Universitas Udayana Bali yang tewas dihimpun Tim News Liputan6.com:
1. Kronologi Kejadian dari Pihak Kepolisian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380909/original/004147800_1760438190-Ilustrasi_perundungan_di_Grobogan.jpg)
Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi menjelaskan, peristiwa seorang mahasiswa fakultas sosiologi berinisial TAS (22) ditemukan tergeletak di halaman depan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terjadi sekitar pukul 09.00 Wita, Rabu 15 Oktober 2025.
"Benar, korban seorang mahasiswa Unud jatuh dari lantai empat Gedung FISIP. Korban sempat dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia," ujar Sukadi.
Menurut keterangan para saksi, almarhum sempat terlihat berada di lantai empat sebelum terjatuh. Salah satu saksi, NKGA, menyebut TAS datang dari arah lift dengan wajah tampak panik, lalu duduk di kursi panjang dekat ruang kelas. Tak lama kemudian, ia tak lagi terlihat di tempat semula.
"Saksi mengaku sempat melihat sepatu korban tertinggal di tempat duduk, dan beberapa saat kemudian diketahui ada seseorang jatuh di halaman kampus," terang Sukadi.
Saksi lain yang merupakan staf kampus, I MAW, mengaku mendengar suara keras dari arah halaman depan. Ia bersama mahasiswa dan petugas keamanan kemudian mengevakuasi TAS menggunakan kendaraan dinas kampus menuju rumah sakit.
Dari hasil pemeriksaan dokter di IGD RSUP Prof. Ngoerah, TAS mengalami luka parah di beberapa bagian tubuh.
"Korban mengalami patah pada tulang pinggul kiri dan kanan, patah tulang lengan bagian atas, serta pendarahan organ dalam. Saat tiba di rumah sakit korban masih sadar, namun kondisinya terus menurun hingga dinyatakan meninggal dunia," jelas Sukadi.
Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti jatuhnya mahasiswa tersebut, apakah murni kecelakaan atau ada unsur lain. Namun, keluarga menyatakan telah mengikhlaskan dan tidak melaporkan secara hukum.
"Keluarga sudah membuat surat pernyataan resmi untuk mengikhlaskan kepergian korban. Dari keterangan ibu korban, beberapa bulan terakhir memang ada perubahan perilaku pada anaknya," tutup Sukadi.
Advertisement
2. Universitas Udayana Buka Suara Terkait Isu Bullying, Berikan Sanksi dan Sebut TAS Miliki Gangguan Kesehatan Mental
![[Bintang] Anak Durhaka Dari Jawa Timur](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/SqVJv6fRd98vyla56kBCKokmI5I=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/904683/original/045146100_1434631791-jasad_3_megapolitan_harianterbit.jpg)
Suasana duka menyelimuti Universitas Udayana (Unud) setelah seorang mahasiswa fakultas sosiologi berinisial TAS (22) ditemukan tergeletak di halaman depan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Rabu 15 Oktober 2025.
Mahasiswa asal Cimahi, Jawa Barat, itu sempat dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.03 Wita.
Beberapa hari setelah peristiwa itu, tangkapan layar percakapan grup mahasiswa Unud beredar luas di media sosial. Dalam tangkapan layar tersebut, sejumlah mahasiswa menuliskan komentar yang dinilai tidak pantas dan menunjukkan kurangnya empati terhadap korban.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan sekaligus Plt Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi FISIP Unud, I Made Anom Wiranata, menjelaskan bahwa fakultas telah memberikan sanksi akademik terhadap mahasiswa yang diduga terlibat.
"Tadi saya sudah sampaikan kepada kaprodi. Saya akan menulis surat kepada yang bersangkutan agar diberikan sanksi pengurangan nilai softskill dan itu hanya terbatas pada satu semester," ujar Anom, Kamis 16 Oktober 2025.
Anom menambahkan bahwa sanksi ini disertai dengan kewajiban membuat surat pernyataan dan video klarifikasi permintaan maaf.
"Membuat surat pernyataan, mengakui itu. Karena buktinya terlalu otentik ada screenshot-nya. Untuk memperbaiki situasi," terang Anom.
Anom menegaskan sanksi ini merupakan upaya pembinaan agar mahasiswa memahami etika komunikasi di ruang publik.
"Sanksi ini bukanlah ekspresi kebencian kami sebagai seorang pimpinan. Kami ini seorang guru, tugasnya mendidik," ucap dia.
Dalam kesempatan yang sama, Anom juga menyebut bahwa almarhum TAS memiliki riwayat gangguan kesehatan mental sejak SMP dan telah mendapatkan penanganan psikologis.
"Menurut penuturan ibunya, almarhum TAS memiliki masalah kesehatan mental sejak SMP dan sudah mendapatkan penanganan psikologis dari konselor, ada terapinya," ucap dia.
"Lanjut sampai dengan SMA, hanya saja yang bersangkutan (TAS) menolak untuk mendapat terapi lanjutan, karena tidak mengetahui penyebabnya, tapi itu yang terjadi," jelas Anom.
3. Universitas Udayana Bahas Sanksi Lanjutan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289350/original/045907400_1753068301-ChatGPT_Image_Jul_21__2025__10_24_33_AM.jpg)
Muncul beberapa video merekam sejumlah mahasiswa Universitas Udayana menyampaikan permintaan maaf karena usai mengomentari sinis kematian mahasiswa Sosiologi TAS (22) di aplikasi percakapan. TAS ditemukan meninggal dunia usai terjatuh dari lantai 2 Gedung Fisip.
Keenam mahasiswa tersebut adalah Leonardo Jonathan Handika Putra (Wakil Ketua BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan Unud 2022), Maria Victoria Viyata Mayos (Kepala Departemen Eksternal Himapol FISIP Unud), Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama (Kepala Departemen Kajian, Aksi, Strategis, dan Pendidikan Himapol FISIP), Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana (Wakil Kepala Departemen Minat dan Bakat Himapol FISIP Unud 2025), Vito Simanungkalit (Wakil Kepala Departemen Eksternal Himapol FISIP Unud 2025), dan Putu Ryan Abel Perdana Tirta (Ketua Komisi II DPM FISIP Unud).
Dalam pernyataannya keenam mahasiswa itu mengakui kesalahan dan menyesali perbuatan mereka yang dianggap melukai perasaan keluarga korban dan masyarakat luas. Mereka juga berjanji untuk memperbaiki sikap serta menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud memastikan bahwa keenam mahasiswa telah dijatuhi sanksi akademik, berupa pengurangan nilai soft skill dan kewajiban membuat surat pernyataan tertulis. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan sekaligus Plt. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi FISIP Unud, I Made Anom Wiranata, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan pembinaan, bukan sekadar hukuman.
“Membuat surat pernyataan, mengakui itu. Karena buktinya terlalu otentik ada screenshot-nya. Untuk memperbaiki situasi,” ujarnya dalam siaran langsung Instagram @dpmfisipunud, Kamis (16/10/2025).
Keluarga Besar DPM FISIP Universitas Udayana juga menyampaikan pernyataan sikap terkait kasus tersebut. Dalam unggahan di akun Instagram @dpmfisipunud, disebutkan bahwa yang bersangkutan diberhentikan secara tidak hormat.
"Dan tidak lagi memiliki keterikatan maupun hak apa pun dengan DPM FISIP dan menyangkut pautkan DPM FISIP UDAYANA dalam bentuk apapun," tulis pernyataan tersebut.
Senada dengan DPM FISIP Unud, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Udayana juga mencabut status keanggotaan mahasiswa yang bersangkutan sebagai Wakil Ketua BEM FKP Universitas Udayana Kabinet Sinergi Cita Udayana Tahun 2025
"Sebab Saudara telah melakukan pelanggaran berat berupa pelanggaran Kode Etik Mahasiswa. Untuk itu, Saudara kami berhentikan tidak dengan Ekseku Mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana Kabinet Sinergi Cita Udayana Tahun 2025. BEM FKP Universitas Udayana tentunya menjunjung profesionalitas dalam menjalankan masa bhakti," tulis pernyataan dalam akun Instagram @bemfkp_unud.
Setelah video permintaan maaf viral, pihak Universitas Udayana langsung menggelar rapat koordinasi melibatkan pimpinan universitas, dekanat, serta Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) untuk membahas sanksi lanjutan.
Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Dr. Dewi Pascarani, mengatakan fakultas telah merekomendasikan agar keenam mahasiswa tersebut mendapatkan nilai D atau tidak lulus di semua mata kuliah semester berjalan.
"Dari fakultas kemarin telah merekomendasi prodi untuk memberikan nilai D (tidak lulus) pada semua mata kuliah semester berjalan, karena soft skill merupakan salah satu komponen penilaian dalam perkuliahan," ujarnya, Jumat 17 Oktober 2025.
Ia menambahkan, proses penyelidikan lanjutan akan dilakukan oleh Satgas PPKS Unud sesuai amanat Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024.
"Adalah tugas dan wewenang Satgas PPK-Unud, dan mekanismenya dilakukan secara tertutup," jelas Dewi.
Advertisement
4. Rektor Sampaikan Duka Cita
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5018331/original/039130100_1732336281-apa-hukum-mengurus-jenazah.jpg)
Sementara itu, Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya TAS dan menegaskan bahwa kampus tidak akan mentolerir bentuk perundungan apa pun di lingkungan akademik.
"Universitas akan menindak tegas setiap pelanggaran yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan kehormatan akademik," tegasnya.
Hingga Sabtu (18/10/2025), pihak universitas masih menunggu hasil rapat lanjutan bersama Satgas PPKS untuk menentukan sanksi akhir bagi para pelaku perundungan.
"Mohon ditunggu, kami sedang rapat koordinasi pimpinan, prodi, dan satgas," kata Dewi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Diketahui sebelumnya, seorang mahasiswa fakultas sosiologi berinisial TAS (22) ditemukan tergeletak di halaman depan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Rabu (15/10/2025).
Mahasiswa asal Cimahi, Jawa Barat, itu sempat dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.03 Wita.
5. Mahasiswa Gelar Renungan Malam, Ibunda Kenang Sosok TAS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5165346/original/086610700_1742183992-cd9e6f09dddc797bbc48fde0b17ab2f2.jpg)
Himpunan Mahasiswa (HIMA) Sosiologi Universitas Udayana (Unud), Bali, menggelar renungan malam untuk mengenang kepergian salah satu mahasiswa, TAS (22), dari jurusan Sosiologi angkatan 2022. Kegiatan berlangsung pada Jumat 17 Oktober 2025 di depan Gedung FISIP Sudirman, Denpasar.
Acara ini dihadiri oleh keluarga almarhum, termasuk ibunda TAS, staf kampus, serta para mahasiswa lintas jurusan yang datang memberikan doa dan dukungan. Suasana haru menyelimuti malam itu, diiringi isak tangis keluarga dan teman-teman dekat TAS.
Dalam balutan malam yang tenang, ibunda TAS mengingat momen bersama anaknya lelakinya, serta menyampaikan rasa syukurnya atas sosok anak yang dibesarkannya.
"Saya bilang, 'Ibu terima kasih, saya sangat bersyukur karena saya punya Anda sebagai anak saya,' dan dengan sweet-nya Timmy (panggilan akrab TAS) bilang, 'Iya mami, saya juga bersyukur punya Anda sebagai ibu. You are a good mom'," ujarnya dengan nada haru.
Ia menceritakan bahwa semasa SMA, TAS mengambil jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), namun memilih jalan berbeda dengan menempuh pendidikan tinggi di jurusan Sosiologi.
"Saya berkali-kali tanya sama dia, 'gimana kamu menikmati nggak kuliah di Sosiologi?', karena dia itu anak IPA sebenarnya tapi masuknya Sosiologi," jelasnya.
Menurutnya, TAS sangat menikmati bidang yang digelutinya.
"Dia sungguh-sungguh sangat suka mempelajari fenomena-fenomena sosial. Dia sangat suka mempelajari ini kenapa begini, ini kenapa harus seperti itu, dan aku lihat dia sangat menikmati itu," ujarnya, yang juga merupakan mantan dosen di sebuah universitas.
Ibunda TAS juga menyampaikan terima kasih kepada teman-teman dan para dosen serta petugas di Unud yang selama ini bersedia menjadi teman diskusi anaknya.
"Saya sebagai maminya itu kadang suka tanya, 'ini kapan kamu harus registrasi lagi,' karena sebelum saya resign saya 15 tahun jadi dosen dan mahasiswa saya suka banyak yang tukang telat. KRS telat semua telat, jadi saya tidak ingin Timmy begitu," ucap ibunda.
Ia juga berterima kasih kepada rumah sakit, pihak konseling, serta jajaran fakultas dan universitas yang telah mendampingi proses hingga kremasi TAS.
Advertisement
6. Rekan Mahasiswa Kenang Sosok TAS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4892091/original/077645500_1721035848-Ilustrasi_mahasiswa__mahasiswi__kuliah.jpg)
Sementara itu, Deon, teman dekat TAS sejak hari pertama kuliah, mengenang almarhum sebagai sosok yang ramah dan peduli.
"Dia tipikal yang sangat menghargai orang, sangat peduli dengan orang lain dan dia dicintai sama orang banyak. Bahkan sebelum perpisahan pun dia masih senyum," ucap Deon.
Tak hanya di lingkungan kampus, sosok TAS juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Seorang relawan bernama Fira yang pernah bersama TAS dalam aksi demonstrasi pada bulan Agustus lalu, mengenang kebaikan dan kepeduliannya terhadap isu sosial.
"Sekadar informasi, satu hari sebelum orasi, almarhum mengajukan diri sebagai relawan pencegahan kekerasan seksual pada wanita yang akan bertugas di lapangan besok harinya," ujarnya.
Ia juga melihat TAS yang hadir pertama di titik kumpul dan mulai sibuk membagikan selebaran yang berisi tentang cara memperagakan kode tangan SOA
"Kesanku pada saat itu adalah kagum dengan beliau, tanpa memandang gendernya, ia sangat aware tentang isu pentingnya mengenali tanda bahaya di kerumunan," lanjutnya.
Menurutnya, TAS juga ikut dengan para massa untuk menyampaikan aspirasi.
7. Universitas Udayana Sebut Kematian TAS Tak Mengarah Pada Perundungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5117136/original/095748300_1738380596-1738376600634_tujuan-magang-mahasiswa.jpg)
Usai kegiatan, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan sekaligus Plt. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi FISIP Unud, Dr. I Made Anom Wiranata, memberikan penjelasan terkait duduk perkara meninggalnya TAS.
Menurutnya, pihak kampus telah melakukan penyelidikan dan wawancara terhadap sejumlah pihak. Ia sendiri merupakan saksi mata yang melihat langsung peristiwa jatuhnya TAS.
"Dan itu kemungkinan besar bukan karena ketidaksengajaan gitu ya. Jadi sementara itu yang kita bisa duga ya, jatuh, karena jatuh setelah melompat," ujar Anom.
Anom menegaskan, secara akademis TAS merupakan mahasiswa berprestasi dengan IPK 3,91 dan dikenal rajin membantu teman-temannya belajar menjelang ujian.
"Dia begitu dicintai seperti yang kita lihat sekarang ini. Banyak sekali datang lintas prodi. Bahkan dari prodi Sosiologi, dari angkatan pertama sampai sekarang itu datang. Jadi itu yang kita bisa sampaikan, ada support dari teman-temannya. Di prodi baik-baik saja," tutur dia.
Anom menambahkan, TAS dikenal rapi dan teratur.
"Saya lihat, saat ada hal yang berantakan seperti kursi tidak rapi atau lainnya, dia segera merapikannya," katanya.
Menanggapi isu penyebab meninggalnya TAS, Anom menegaskan tidak ada bukti yang mengarah pada dugaan perundungan atau bully di lingkungan kampus.
"Bahwa memang kami mengakui ada percakapan internal di salah satu prodi, percakapan internal yang tidak ditujukkan untuk keluar. Percakapan internal ya, grup satu angkatan itu memang ada sesuatu ungkapan yang saya sebut nirempati," jelasnya.
Ia menegaskan, percakapan tersebut terjadi setelah peristiwa jatuhnya TAS.
"Tetapi ujaran itu diutarakan setelah peristiwa. Jadi kan tidak mungkin kita mengatakan itu sebagai penyebab, karena setelah peristiwa," imbuhnya.
Anom menjelaskan, sejauh ini motif TAS belum dapat dipastikan. Dari sisi akademik, relasi sosial, hingga hubungan dengan dosen dan pegawai fakultas, semuanya berjalan baik.
"TAS juga sedang melakukan bimbingan skripsi dengan dua dosen pembimbing yang sangat kooperatif," jelasnya.
Ia menambahkan, Unud memiliki layanan konseling bagi mahasiswa yang membutuhkan pendampingan psikologis maupun menghadapi kasus perundungan.
"Bahkan saya sebagai WD III sering menyampaikan ke teman-teman mahasiswa, HP saya itu bisa dikirimi pesan 24 jam, 7 hari. Kami selalu merespon apapun keluhan dari mahasiswa. Sebegitu kita maksimal sudah memberikan akses, membuka diri, menyediakan jalur, itu yang maksimal yang kita lakukan," kata Anom.
Di akhir penyampaiannya, Anom mengajak masyarakat agar kembali menghidupkan semangat gotong royong dan kekerabatan yang menjadi ciri masyarakat Timur.
"Jikapun terjadi kerenggangan, kita menyediakan tempat untuk orang bisa mendengar, saling mendengarkan keluhan, memberikan saran dan inklusi. Mengajak semua sebagai bagian dari keluarga ini. Apapun yang terjadi, mari kita diskusikan, semua ada solusinya," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1994771/original/078927100_1521021866-Infografis_Retas_Sistem.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1012186/original/033043000_1444134179-mayat2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571563/original/060414400_1777637048-Univ.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555133/original/096004600_1776144266-acac5d6b-3079-4aa0-926d-4f70274a3e75.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510724/original/031323800_1771836683-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_19.00.20.jpeg)