Jokowi Bantah Ajak Politikus Partai Lain Masuk PSI: Tidak Ada Paksaan

Jokowi menilai perpindahan tokoh antar partai merupakan bagian dari dinamika demokrasi dan sepenuhnya keputusan pribadi masing-masing individu, bukan hasil campur tangan dirinya.

Diterbitkan 13 Oktober 2025, 20:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jokowi membantah ajak politikus gabung PSI, menegaskan itu kehendak pribadi.
  • Perpindahan kader ke partai lain adalah hal wajar dalam demokrasi terbuka.
  • Jokowi menolak tudingan ikut campur perekrutan politikus ke PSI.

Liputan6.com, Jakarta Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi membantah kabar yang menyebut dirinya mengajak sejumlah politikus bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ia menegaskan, keputusan para tokoh yang kini memilih masuk ke PSI merupakan kehendak pribadi, bukan hasil bujukannya.

"Enggak ada yang mengajak-ajak," kata Jokowi kepada wartawan di Solo pada Senin (13/10/2025).

Menurut Jokowi, perpindahan kader atau politikus ke partai lain adalah hal wajar dalam sistem demokrasi yang terbuka.

Ia menilai, setiap individu berhak menentukan pilihan politiknya tanpa tekanan dari pihak mana pun.

"Ya ini kan demokrasi ya. Kalau orang ingin ke PSI kan nggak bisa dipaksa-paksa. Kan mungkin dalam era keterbukaan seperti ini ya karena beda (pendapat), mungkin karena melihat masa depan PSI, misalnya. Bisa saja atau senang dengan suasana di PSI, bisa saja. Sekali lagi saya melihat tidak ada paksaan apapun," ujar Jokowi.

Ia juga kembali menegaskan tidak ada paksaan terhadap siapa pun untuk masuk ke PSI, dan menolak tudingan dirinya ikut campur dalam perekrutan sejumlah politikus lain menjadi kader PSI.

"Sekali lagi saya melihat, tidak ada paksaan apa pun," tegas Jokowi.

 

Kerap Didatangi Politikus

Jokowi mengakui, dirinya kerap menerima kunjungan dari sejumlah tokoh, termasuk politikus lintas partai.

Namun, ia menegaskan bahwa setiap keputusan untuk berpindah partai merupakan hak politik masing-masing individu.

“Mengenai kemudian beliau-beliau ini masuk ke PSI ya itu urusan pribadi masing-masing dan memang kehendak politik pribadi masing-masing. Ya semuanya seperti yang saya sampaikan, kehendak pribadi masing-masing. Nggak ada lah paksaan-paksaan untuk masuk ke partai,” kata Jokowi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6