Sarasehan Nasional, UI Soroti Tata Kelola Lingkungan dan Akses Inklusif

Masalah lingkungan dan kesehatan memiliki hubungan sebab-akibat yang kuat

Diterbitkan 07 Oktober 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Departemen Kajian dan Advokasi Masyarakat Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (HMP FKM UI) menggelar Sarasehan Nasional 2025 bertema “Lingkungan Sehat, Akses Adil, Generasi Terlindungi” di Balai Sidang UI.

Pada sesi pertama, Ketua Departemen Kajian dan Advokasi Masyarakat HMP FKM UI, Wafi Syukri Baraja mengatakan, salah satu isu dipaparkannya adalah seputar sistem Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan pengelolaan banjir di perkotaan.

“Masalah lingkungan dan kesehatan memiliki hubungan sebab-akibat yang kuat. Penanganan banjir bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tata kelola lingkungan yang berkeadilan dan inklusif,” kata Wafi seperti dikutip Selasa (7/10/2025).

Pembicara berikutnya, Aulia Furqon selaku Aktivis Lingkungan menekankan pentingnya keadilan ekologis dalam setiap proses pembangunan yang melibatkan sumber daya alam. Sebab, keberlanjutan lingkungan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif masyarakat dan pemuda.

“Lingkungan yang sehat adalah pondasi keadilan sosial. Mahasiswa dan generasi muda memiliki peran strategis untuk memastikan kebijakan pembangunan tidak mengorbankan keberlanjutan ekosistem,” kata Aulia.

Selanjutnya, Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan BPLH Ir. Sigit Eliantoro, M.Sc memberi perspektif tentang tantangan tata kelola lingkungan dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik.

“Kami di pemerintah sangat apresiasi ide kolaborasi ini dan terus mendorong kolaborasi multipihak agar tata kelola lingkungan menjadi lebih partisipatif dan transparan. Sinergi antara kebijakan, riset, dan advokasi masyarakat adalah kunci menuju pembangunan berkelanjutan,” tegas Ir. Sigit.

 

Ruang Dialog

Sebagai informasi, kegiatan terkait menjadi ruang dialog antara mahasiswa, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk membahas isu strategis di bidang kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup.

Acara yang diinisiasi oleh Departemen Kajian dan Advokasi Masyarakat (Kadvomas) HMP FKM UI ini dihelat pada 4 Oktober 2025 dan mendatangkan lebih dari 200 peserta dari berbagai universitas, organisasi profesi, serta perwakilan kementerian dan lembaga negara, secara daring maupun luring.

Ketua Umum HMP FKM UI, Muhammad Alfiansyah berharap, sarasehan ini bukan sekadar ajang diskusi, tetapi juga wujud nyata komitmen mahasiswa untuk mengawal kebijakan publik di bidang kesehatan dan lingkungan. Termasuk, memperkuat peran mahasiswa dalam mendorong kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy advocacy).

“Sarasehan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa suara mahasiswa didengar dalam setiap proses kebijakan yang menyangkut kesehatan dan keberlanjutan lingkungan. Ini bukan akhir dari advokasi, tetapi langkah awal menuju Indonesia yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan,” Alfiansyah menandasi.

 

3 Sesi

Diketahui, acara dibagi menjadi tiga sesi. Pada sesi kedua Ahli gizi sekaligus akademisi Melliana Eka Cahyani, S.Tr.Gz, menyoroti pentingnya kebijakan pajak dan label warna pada makanan/minuman berpemanis sebagai bentuk edukasi publik.

Lalu pada sesi ketiga, dr. Irwan Panva Wariaseno, M.K.M, perwakilan Kementerian Kesehatan RI turut menyoroti perluasan akses vaksin HPV bagi remaja putri dan kelompok rentan di seluruh Indonesia.

Sebagai penutup, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. Dr. Gufroni Mukhti, M.Sc., Ph.D, memaparkan transformasi layanan BPJS menuju sistem yang lebih responsif dan berorientasi peserta, termasuk peningkatan mutu pelayanan primer dan digitalisasi sistem antrean.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6