Liputan6.com, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Gus Fawait kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemerataan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. Melalui program insentif guru ngaji dan guru kitab, Pemkab Jember memastikan penghargaan diberikan kepada seluruh pengajar agama tanpa membedakan latar belakang maupun keyakinan.
Langkah ini menegaskan visi Gus Fawait menjadikan Jember sebagai miniatur Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai toleransi, kebersamaan, dan keadilan lintas iman.
Advertisement
Guru Kitab: “Pelayanan Cepat, Sangat Membantu Kami”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371160/original/069427300_1759637763-WhatsApp_Image_2025-10-05_at_11.10.34.jpeg)
Salah satu guru kitab, Ratno Eko Wiyanti, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Perempuan yang mengajar kitab di GKT Ambulu sejak 2003 itu menyebut program bantuan yang disalurkan Pemkab Jember sudah berjalan efektif dan penuh perhatian.
“Program bantuan sudah bagus dan efektif karena pelayanan cepat dan tidak berdesak-desakan, yang sangat membantu ibu-ibu rumah tangga yang waktunya padat mas,” ujarnya kepada sejumlah awak media, Sabtu (4/10/2025).
Ratno menuturkan, selama ini dirinya mengajar tanpa menerima gaji. Pengabdian yang ia lakukan murni sebagai bentuk pelayanan dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.
“Kami mengajar guru kitab ini, sebagai pelayanan, pengabdian dan tidak ada operasional atau pungutan dari proses administrasi. Jadi kami tidak digaji,” katanya.
Ia juga menyambut baik rencana Gus Fawait yang akan menyalurkan insentif langsung ke rumah para guru. Meski demikian, ia menilai mekanisme melalui desa seperti saat ini tetap efisien.
“Saya lebih memilih dikumpulkan seperti sekarang ini mas, karena lebih gampang untuk mengambil,” tandasnya.
Janji yang Ditepati, Komitmen yang Nyata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371161/original/077957300_1759637763-WhatsApp_Image_2025-10-05_at_11.10.33.jpeg)
Tak hanya di Ambulu, manfaat program ini juga dirasakan para guru di Desa Jenggawah. Salah satunya Muhammad Samhaji, yang menilai Gus Fawait konsisten menepati janji-janji kampanyenya.
“Alhamdulillah, prosesnya mudah. Mulai tahun 2003 saya sudah menjadi bagian dari kegiatan seperti ini. Sudah cukup lama, tapi saya tetap senang karena bisa terus membantu masyarakat,” ujarnya.
Samhaji mengaku, perhatian dari Pemkab Jember bukan soal besar kecilnya nominal bantuan, melainkan bentuk penghargaan yang membuat mereka merasa dihargai.
“Insentif dari Pemerintah Kabupaten ini sangat membantu kami. Bukan soal besar kecilnya jumlah, tapi perhatian ini membuat kami merasa dihargai. Dan yang penting, tidak ada potongan sama sekali. Kami terima penuh, seperti yang dijanjikan,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa insentif yang diterima memiliki makna lebih dari sekadar bantuan ekonomi.
“Guru ngaji dan mudin di desa itu kadang tidak terlihat, tapi setiap hari kami ada untuk masyarakat. Dari anak-anak belajar ngaji, hingga mengurus jenazah dan pernikahan, semuanya dijalani dengan niat ibadah. Jadi ketika ada perhatian seperti ini dari Pemkab, rasanya seperti ada tangan yang menepuk bahu kami, memberi semangat,” tutur Samhaji.
Penyaluran Tanpa Pungutan dan Merata untuk Semua Agama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371162/original/085289600_1759637763-WhatsApp_Image_2025-10-05_at_11.10.33__1_.jpeg)
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Jember, Nurul Hafid Yasin, memastikan penyaluran insentif tahap kedua ini dilakukan dengan cepat dan transparan.
“Meskipun hari ini hari libur, kami tetap melaksanakan kegiatan penyaluran honorarium guru ngaji di empat kecamatan. Pagi tadi di Ambulu dan Tempurejo, siangnya dilanjutkan di Mumbulsari dan Jenggawah,” jelas Hafid.
Menurut Hafid, tahap kedua ini mencakup 6.761 guru ngaji yang telah selesai diverifikasi. Pihaknya menargetkan seluruh proses rampung paling lambat 16 Oktober 2025, dan menegaskan bahwa penyaluran dilakukan tanpa pungutan dalam bentuk apa pun.
Tak hanya itu, Hafid juga menegaskan bahwa program ini bersifat inklusif, menyasar seluruh pengajar agama tanpa memandang latar belakang.
“Program ini tidak hanya menyasar guru ngaji muslim, tetapi juga guru ngaji non-muslim dan para mudin. Pemerintah ingin memastikan bahwa perhatian dan penghargaan diberikan secara merata kepada seluruh pengajar agama, tanpa membeda-bedakan latar belakang,” ujarnya.
Fondasi Moral untuk Jember yang Berkeadaban
Program insentif ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan manusia tidak hanya diukur dari aspek fisik atau ekonomi, tetapi juga dari penguatan nilai moral dan spiritual masyarakat.
Melalui perhatian kepada para pengajar agama, Pemkab Jember berharap semangat pengabdian mereka terus tumbuh seiring dengan meningkatnya kesejahteraan.
Karena di balik setiap doa, setiap bacaan ngaji, dan setiap pelayanan yang mereka berikan, tersimpan fondasi moral bagi generasi Jember yang lebih berakhlak, berilmu, dan berkeadaban.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371225/original/010651900_1759642063-WhatsApp_Image_2025-10-05_at_12.26.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)