Hacker Bjorka Ditangkap, Nama Akun di Dark Web Opposite6890

Polisi telah menangkap pemuda berinisial WFT (22), di mana sosoknya dikenal sebagai sosok hacker dengan banyak nama samaran seperti Bjorka, SkyWave, Shint Hunter, sampai Oposite6890.

Diterbitkan 02 Oktober 2025, 18:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Polisi telah menangkap pemuda berinisial WFT (22), di mana sosoknya dikenal sebagai sosok hacker di dark web dengan banyak nama samaran seperti Bjorka, SkyWave, Shint Hunter, sampai Opposite6890.

Meski demikian, polisi masih mendalami sosok WFT yang diduga selama ini menjadi pihak di balik kegaduhan di Indonesia terkait kebocoran data pribadi.

"Jawabannya saya bisa jawab mungkin. Apakah Bjorka 2020, mungkin, apakah opposite6890 yang dicari-cari, mungkin," kata Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Menurut dia, di dalam dunia siber semua orang bisa jadi siapa saja. Karena itulah polisi masih membutuh waktu untuk memastikan lebih jauh sosok WFT.

Kepastikan, dia otak di balik akun yang sempat buat heboh satu Indonesia masih misteri, atau justru hanya memiliki kesamaan nama.

"Karena di internet, everybody can be anybody, jadi itu masih dalam penyelidikan.Yang tadi saya sampaikan, setiap orang bisa jadi siapa saja di internet, kita perlu pendalaman lebih dalam lagi terkait dengan bukti-bukti yang kita temukan, terkait dengan, baik itu data-datanya, jejak digitalnya, sehingga itu bisa kita formulasikan," ujar dia.

"Saya belum bisa menjawab 90%, tetapi kalau anda tanya sekarang saya bisa jawab, mungkin. Sekarang kita lihat jejak digitalnya. Dan itu membutuhkan waktu yang lama, karena kan datanya udah tertumpuk di bawah," sambung dia.

 

2020 Sudah Geluti Dark Web

Yang jelas, kata dia sejak 2020 WFT sudah menggeluti dark web. Dari redforum.st ia lalu pindah ke bridgeforum, dan terakhir aktif di darkforum.st.

Nama samaran yang dipakai berubah-ubah dari Bjorkanism, Bjorka, sampai Oposite6890. Semua untuk menutupi jejak sekaligus mengelabuhi kepolisian yang melakukan pengejaran.

"Itu yang sekarang yang kita lagi selidiki. Nah apakah dia berkoneksi dengan redforum yang pertama tahun 2020? I think kita masih lihat. Tapi kalau Anda tanya, karena kan semuanya bisa menjadi Bjorka itu, tapi dia dari dulu udah pakai nama Bjorka itu," ucap dia.

 

Tak Mau Terburu-buru

Kasubdit Penmas Polda Metro, AKBP Reonald Simanjuntak, menegaskan penyidik tak mau gegabah memberikan kesimpulan.

"Kenapa jawabannya beliau mungkin ya? Karena yang namanya penyidik itu tidak boleh berandai-andai dan tidak boleh menerka-nerka. Jadi segala sesuatu itu apabila sudah dipersangkakan terhadap seseorang, itu harus pasti, ini alat buktinya, ini barang buktinya, ini perbuatan kamu lakukan dan kamu adalah pelakunya," ujar dia.

Dia mengimbau bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban Bjorka untuk melapor.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6