Cerita Udang Beku Terpapar Radiasi Berbahaya dari Cikande

Tim khusus Cesium 137 sudah beberapa pekan terakhir berada di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Mereka mencari sumber paparan hingga mmenetralisir paparan radiasi agar tak semakin menyebar.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 11:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim khusus Cesium 137 sudah beberapa pekan terakhir berada di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Mereka mencari sumber paparan hingga mmenetralisir paparan radiasi agar tak semakin menyebar.

Seluruh kendaraan yang keluar masuk diperiksa menggunakan Radiation Portal Monitoring (RPM). Bila ditemukan paparan radiasi, langsung dilakukan dekontaminasi sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan.

Penemuan paparan Cs-137 di Cikande berawal dari penolakan produk udang beku dari Indonesia di beberapa pelabuhan besar Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2025. Otoritas setempat mendeteksi ada radiasi pada kontainer.

Dari sini, kemudian dilakukan investigasi, dari mana asal paparan radiasi berbahaya tersebut. Hasil penelusuran menemukan zat radioaktif itu tidak terkait dengan laut atau tambak, melainkan aktivitas industri logam.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyelidiki laporan kontaminasi Cs-137 dalam kontainer pengiriman dan produk udang beku yang diproses oleh BMS Foods di Indonesia.

Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) memberi tahu FDA AS tentang temuan itu dalam kontainer pengiriman di empat pelabuhan AS, yakni Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.

FDA lantas mengumpulkan beberapa sampel untuk analisis radionuklida, dengan hasil yang mengonfirmasi keberadaan Cs-137 dalam satu sampel udang tepung roti. Seluruh kontainer dan produk yang dinyatakan positif atau menunjukkan tanda-tanda Cs-137 telah ditolak masuk ke Amerika Serikat.

Laboratorium FDA mengonfirmasi adanya Cs-137 dalam udang tepung roti, menunjukkan kadar Cs-137 yang terdeteksi sebesar 68,48 Bq/kg +/- 8,25 Bq/kg. Tidak ada Cs-137 yang terdeteksi dalam produk lain yang diuji. Kendati begitu, hal ini tidak mengesampingkan kemungkinan kontaminasi.

 

Apa Itu Cs-137?

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menjelaskan Cs-137 merupakan zat buatan yang biasa digunakan dalam peralatan industri, antara lain untuk mengukur aliran cairan maupun ketebalan bahan.

Zat ini tidak terbentuk secara alami di lingkungan dan dalam kondisi terlepas dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Termasuk peningkatan risiko kanker jika masuk ke tubuh.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, tim khusus menemukan 10 titik cemaran Cesium 137 dengan kekuatan yang berbeda-beda di sekitar Kawasan Industri Modern Cikande. Sejauh ini, baru dua lokasi yang dinyatakan sudah selesai didekontaminasi.

Hanif mengatakan, benda yang memancarkan radiasi Cesium 137 akan dipindahkan ke gudang PT Peter Metal Technology (PMT) guna melokalisasi cemaran. Sedangkan lokasi yang terpapar, sudah dipasangi garis polisi atau garis Pengawasan Perlindungan Lingkungan Hidup (PPLH) dan papan nama larangan melintas.

"Kami mohon semua area yang sudah diidentifikasi terdapat pencemaran Cesium 137 telah ada plang dan police line. Tolong jangan diganggu, karena berbahaya buat kesehatan kita," ucap Hanif. 

9 Orang Terpapar

Tim Khusus Cs-137 telah memeriksa kondisi kesehatan kepada 1.562 pekerja dan masyarakat sekitar sumber paparan. Ada sembilan orang yang didiagnosis telah terkontaminasi. Mereka didiagnosis berdasarkan pengecekan whole body counting (WBC).

Mereka kemudian diberikan pil prussian blue oleh Puskesmas Cikande untuk membantu mengeluarkan zat radioaktif dari dalam tubuh.

”Ada sembilan orang (terkontaminasi) dan sudah ditangani oleh Kementerian Kesehatan, bahkan sudah khusus dibawakan obat dari Singapura,” kata Menko Pangan Zulkifli Hasan.

Zukifli menegaskan, paparan radioaktif tersebut hanya terjadi di kawasan industri Cikande saja. Sejumlah pencegahan pun telah dilakukan oleh pemerintah.

"Langkah-langkah sudah dilakukan. Jadi status kejadian khusus itu di Cikande, Kawasan industri Modern Cikande, di situ, agar jelas, terang hanya kawasan industri khusus Cikande Ini saya ulang-ulang lagi, tidak ada di tempat lain," tegas dia.

Udang beku yang dikirim PT Bahari Makmur Sejahtera (BMS) disebut terkontaminasi radioaktif. Temuan ini dirilis Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6