Tanggal 25 September Diperingati sebagai Hari Apa? Simak Selengkapnya!

Tanggal 25 September diperingati dengan berbagai momentum penting di tingkat Internasional. Di antaranya adalah Hari Farmasi Sedunia, Hari Ataksia Internasional, dan Hari Mimpi Sedunia. Ketiganya jatuh pada hari ini, Kamis (25/9/2025).

Diperbarui 25 September 2025, 06:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 25 September diperingati dengan berbagai momentum penting di tingkat Internasional. Di antaranya adalah Hari Farmasi Sedunia, Hari Ataksia Internasional, dan Hari Mimpi Sedunia. Ketiganya jatuh pada hari ini, Kamis (25/9/2025).

Hari Farmasi Sedunia ditetapkan oleh International Pharmaceutical Federation (FIP) sejak 2009. Peringatan ini menjadi ajang untuk mengapresiasi peran apoteker dan tenaga farmasi yang berkontribusi besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di seluruh dunia.

Sementara itu, di tanggal 25 September juga diperingati sebagai Hari Ataksia Internasional (International Ataxia Awareness Day).

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai ataksia, sebuah gangguan saraf langka yang mengatur koordinasi gerakan.

Melalui peringatan ini, para penderita, keluarga, dan peneliti diajak Bersatu dalam kampanye kesadaran dan pencarian solusi pengobatan.

Tak kalah unik, Hari Mimpi Sedunia yang pertama kali dicetus oleh Ozioma Egwuonwu pada 2012 juga diperingati setiap tanggal 25 September.

Peringatan ini mengajak masyarakat global untuk berani bermimpi, berbagi inspirasi, dan mengambil langkah nyata demi perubahan positif.

Hari Farmasi Sedunia (World Pharmacists Day)

Setiap tanggal 25 September, dunia memperingati Hari Farmasi Sedunia atau World Pharmacists Day. Momentum ini pertama kali hadir pada tahun 2009, diresmikan oleh International Pharmaceutical Federation (FIP).

Mengutip dari laman Pace Hospitals, Hari Apoteker Sedunia adalah acara kesehatan global yang dirayakan pada tanggal 25 September setiap tahun sejak 2009.

Hari ini memperingati hari jadi Federasi Farmasi Internasional, yang didirikan pada tahun 1912 untuk mengakui peran penting apoteker dalam sistem perawatan kesehatan di seluruh dunia.

Hari ini meningkatkan kesadaran akan kontribusi apoteker untuk memastikan keamanan pengobatan, meningkatkan kesehatan dan, yang terpenting, menyediakan perawatan pasien.

 

Sejarah Hari Farmasi Sedunia

Hari Apoteker memperingati, merayakan, dan menghormati peran penting apoteker dalam pelayanan kesehatan. Hari ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada mereka yang berada di garda terdepan di dunia farmasi, yang telah menunjukkan kesabaran dan kasih sayang.

Hari Apoteker juga merayakan pertumbuhan profesi apoteker di India dan menyediakan wadah komunikasi antara apoteker dari berbagai sektor dan latar belakang, menawarkan wawasan profesional di bidang farmasi.

Hari Apoteker Sedunia ditetapkan oleh Federasi Farmasi Internasional (FIP) pada tahun 2009 untuk mempromosikan dan mengedukasi peran penting apoteker dalam meningkatkan kesehatan global. Hari ini memperingati berdirinya FIP pada tahun 1912 dan dirayakan untuk menunjukkan rasa hormat terhadap profesi farmasi.

FIP sendiri adalah organisasi non-pemerintah internasional yang mewakili farmasi, pendidikan farmasi, dan ilmu farmasi di seluruh dunia. FIP memiliki 144 organisasi nasional dan jutaan anggota di seluruh dunia, dan berkantor pusat di Belanda.

Mereka mengembangkan profesi farmasi melalui praktik, kemitraan, dan inovasi ilmiah yang baru sambil juga berfokus pada pengembangan tenaga kerja farmasi untuk memenuhi kebutuhan dan harapan perawatan kesehatan global.

Apoteker, dengan pengalaman, pengetahuan, dan keahlian mereka, memastikan bahwa orang mendapatkan manfaat maksimal dari obat-obatan mereka, menjadikan dunia (medis) menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang dan, memastikan akses ke obat-obatan, menawarkan panduan tentang penggunaan yang tepat, dan menginspirasi kita dengan dedikasi mereka terhadap kesehatan masyarakat.

Pada tahun 2020, FIP mulai merayakan Pekan Farmasi Sedunia, memperluas perayaannya hingga mencakup semua aspek profesi farmasi. Anggota FIP dari Turki merekomendasikan tanggal tersebut, karena organisasi tersebut didirikan pada hari yang sama di tahun 1912.

 

Hari Ataksia Internasional atau International Ataxia Awareness Day

Pada 25 September setiap tahunnya juga diperingati sebagai Hari Kesadaran Ataksia Internasional atau International Ataxia Awareness Day (IAAD). Peringatan ini mempunyai tujuan dalam meningkatkan kesadaran global mengenai Ataksia.

Ataksia adalah penyakit langka yang menyerang satu dari 50.000 orang di seluruh dunia. Ataksia disebabkan oleh kerusakan otak kecil.

Melansir dari situs resmi Kemenkes, ataksia adalah sebuah penyakit langka yang memengaruhi 1 dari 50.000 orang di seluruh dunia. Penyakit ini adalah gangguan gerakan tubuh yang disebabkan masalah pada otak penderitanya.

Penderita ataksia akan sulit untuk menggerakkan tubuhnya baik ketika berbicara, menggerakan mata, berjalan, dan gerakan sadar lainnya.

Sejarah Hari Kesadaran Ataksia Internasional

Peringatan Hari Kesadaran Ataksia Internasional jatuh setiap 25 September setiap tahunnya dicetuskan pertama kali oleh organisasi National Ataxia Foundation (NAF).

Organisasi ini dibentuk sejak 1957 di Amerika Serikat dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang Ataksia. Adapun pada 1999 National Institutes of Health (NIH) turut mensponsori acara Konferensi Ataksia Friedreich International.

Melalui konferensi tersebut menjadi langkah awal dalam terbentuknya peringatan Hari Kesadaran Ataksia Internasional yang digelar pertama kali pada 25 September 2000. Tujuan dari peringatan ini untuk meningkatkan kesadaran atas penyakit tersebut dan meningkatkan rasa percaya diri pada pasien yang menderita penyakit Ataksia.

Melansir dari ataxia.org, peringatan ini menjadi upaya untuk menyebarkan kesadaran atas penyakit langka tersebut. Sehingga, bisa membantu masyarakat di seluruh dunia untuk menyadari pentingnya mengetahui penyakit Ataksia.

 

Hari Mimpi Sedunia

Hari Mimpi Sedunia juga diperingati pada tanggal 25 September setiap tahunnya. Inisiatif ini dimulai di Universitas Columbia pada tahun 2012, oleh pendidik dan ahli strategi transformasional terkemuka, Ozioma Egwuonwu.

Ia menjadi konsultan untuk berbagai permasalahan strategis yang rumit dan inisiatif transformasional untuk beragam klien seperti Target dan Walmart.

Mengutip dari laman National Today, Hari Mimpi Sedunia diperingati setiap tanggal 25 September. Kita semua punya mimpi, dan kita tidak hanya membicarakan mimpi yang terjadi saat mata kita terpejam di penghujung hari. Kita juga membicarakan mimpi yang kita alami saat kita terjaga.

Banyak penemuan di dunia saat ini berawal dari ide-ide sederhana, tetapi yang melahirkan gedung pencakar langit dan pesawat terbang adalah tekad mereka yang memiliki ide-ide besar untuk berpegang teguh pada mimpi-mimpi tersebut dan mewujudkannya.

Aspirasi kita lebih dari sekadar fantasi; dengan kerja keras dan kegigihan, aspirasi kita adalah api yang mengubah penemuan menjadi kenyataan.

Sejarah Hari Mimpi Sedunia

Hari Impian Sedunia merupakan hari libur pertama yang didorong oleh pemberdayaan yang mendorong keluarga, individu, dan perusahaan untuk bermimpi besar dan melakukan apa pun untuk mewujudkan mimpi tersebut dengan kerja keras.

Inisiatif ini dimulai di Universitas Columbia pada tahun 2012, oleh pendidik dan ahli strategi transformasional terkemuka, Ozioma Egwuonwu.

Ia menjadi konsultan untuk berbagai permasalahan strategis yang rumit dan inisiatif transformasional untuk beragam klien seperti Target dan Walmart.

Egwuonwu telah tampil di acara-acara motivasi seperti "TEDx" dan menjadi pembicara di berbagai organisasi terkemuka dunia seperti PBB. Pelatihan transformasionalnya menginspirasi harapan, memicu para visioner, dan memicu inovasi.

Sepuluh tahun yang lalu, Hari Impian Sedunia diluncurkan dengan tujuan menjadi momen bagi para pemimpi dan visioner di seluruh dunia untuk berkumpul dan mewujudkan impian mereka untuk masa depan.

Hari ini, para pemimpin pemikiran dapat berbagi wawasan mereka tentang bagaimana kita dapat memajukan kemajuan global. Ketika Egwuonwu ditanya mengapa ia menciptakan hari ini, sang ahli strategi mengatakan tujuannya adalah untuk "menyembuhkan dan menginspirasi umat manusia."

Menjaga mimpi tetap hidup adalah alasan kita memiliki apa yang kita miliki saat ini. Tanpa para pemimpi seperti Martin Luther King Jr. atau Bayard Rustin, kita tidak akan mencapai perubahan dan kemajuan dalam cara dunia bekerja. Dari hak-hak sipil hingga gim video, tidak ada yang mungkin terjadi tanpa mimpi dan orang-orang yang membantu mewujudkannya.

Hari ini adalah hari di mana kita dapat menghidupkan kembali mimpi-mimpi kuat yang telah tertanam dalam diri kita dan merangsang cara untuk mewujudkannya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6