Tak Hanya Prabowo Pemerintah Jokowi Juga Pernah Putar Video Capaian Kinerja di Bioskop, Ini Bedanya

Munculnya video pencapaian Presiden Prabowo Subianto di bioskop memicu perbincangan dan respons beragam, namun praktik serupa sejatinya pernah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 2018.

Diterbitkan 15 September 2025, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto mendapat berbagai respons lantaran video pencapaian pemerintahnya sebelum penayangan film di bioskop menjadi perbincangan warga di platform media sosial.

 

Namun, hal ini bukanlah sesuatu yang baru. Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), juga pernah melakukannya pada 2018, menjelang pemilihan presiden 2019.

Tahukah Anda bahwa video yang ditayangkan oleh Presiden Prabowo memiliki perbedaan dengan video yang pernah ditayangkan oleh Presiden Jokowi?

  1. Video Jokowi saat itu memamerkan pencapaiannya dalam bidang infrastruktur, khususnya mendirikan bendungan. Video singkat berjudul 2 musim 65 bendungan ini, menampilkan arti penting dibuatnya bendungan untuk mengatasi kekeringan, ketahanan pangan, dan bermanfaat bagi para petani.
  2. Selain itu, video tersebut lebih lama dibandingan dengan Prabowo, yakni berdurasi 4 menit 30 detik, dengan menampilkan suara Presiden Jokowi di akhir-akhir video.
  3. Video yang tayang di bioskop sejak 8 September dan berakhir 20 September 2018 itu menuai kontroversi lantaran dianggap kampanye terselubung karena jelang Pilpres 2019, di mana saat itu kubu awan politiknya Jokowi, Prabowo-Sandiaga memprotes video tersebut.
  4. Tak sampai di sana, video ini pun sempat  dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sengketa gugatan hasil Pilpres 2019 oleh kubu Prabowo-Sandiaga, sebagai salah satu bagian yang dianggap bentuk pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Sedangkan iklan Prabowo memuat diantaranya:

  1. Pencapaian program pemerintah mulai dari produksi beras nasional yang telah mencapai 21,76 juta ton hingga Agustus 2025, kemudian pembukaan lahan sawah baru sebesar 225.000 hektar, ekspor jagung perdana tahun 2025 sebanyak 1.200 ton.
  2. Video itu juga menampilkan 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi, kemudian memamerkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah diluncurkan sejak 6 januari 2025 telah menjangkau 20 juta penerima manfaat.
  3. Video ini juga memuat pendirian kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih mencapai 80.000.
  4. Video ini juga memamerkan bahwa pemerintahan Prabowo sudah mendirikan sebanyak 100 unit Sekolah Rakyat.
  5. Adapun sebelum ramai menjadi pembicaraan, sebenarnya video dengan durasi yang lebih panjang telah ditayangkan di dalam pidato kenegaraan saat Sidang Tahunan MPR pada 16 Agusutus 2025.

 

Harus Disebar

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga merespons hal senada. Menurut dia, capaian kinerja Presiden Prabowo adalah informasi positif yang harus terus disebarluaskan agar diketahui publik. 

Menurut Prasetyo, selama tidak melanggar aturan maka hal itu sah dan boleh saja ditayangkan.

"Tentu sepanjang tidak melanggar aturan,tidak mengganggu kenyamanan keindahan maka penggunaan media media publik untuk menyampaikan sebuah pesan tentu sebuah hal lumrah," kata Prasetyo.

Dinilai Hal yang Wajar

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya menilai, wajar jika pemerintah memanfaatkan berbagai medium komunikasi, termasuk bioskop, selama tujuannya adalah menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat.

“Komunikasi publik pada era digital tidak lagi terbatas pada satu kanal. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang penting dapat tersampaikan kepada publik secara luas, efektif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Sepanjang tidak melanggar aturan bioskop medium yang sah dan wajar untuk dipilih,” ujar Fifi seperti dikutip dari laman Komdigi, Senin (15/9/2025).

Fifi menjelaskan, bioskop dipilih karena mampu menghadirkan pengalaman visual dan audio yang kuat sehingga pesan pembangunan dan kebijakan pemerintah dapat diterima lebih utuh oleh audiens.

Seperti halnya pemanfaatan media sosial, televisi, radio, hingga papan reklame, menurut Fifi bioskop hanyalah salah satu saluran komunikasi publik. Substansinya tetap sama, pemerintah menyampaikan pesan pembangunan, kebijakan, maupun ajakan positif bagi masyarakat.

“Konteksnya adalah bagaimana negara hadir dengan informasi yang benar dan terukur. Jadi, ini bagian dari komunikasi publik pemerintah kepada masyarakat,” tegasnya.

Tak Ada yang Salah

Senada, Anggota Fraksi Gerindra di DPR, Danang Wicaksana, menilai penayangan capaian pemerintah di bioskop bukan hal salah dan merupakan langkah inovatif dalam strategi komunikasi publik.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menginformasikan capaian kinerja di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat.

“Saya kira video (di bioskop) itu bagus. Tidak ada yang salah. Kan bioskop bagian ruang publik,” ujar Danang dalam keterangannya, Seni. (15/9/2025).

Dia menuturkan, pemerintah perlu terus melakukan terobosan agar informasi pembangunan dan capaian program dapat tersampaikan secara luas.

Penayangan video capaian Presiden Prabowo sebelum pemutaran film di bioskop, kata Danang, patut diapresiasi sebagai bentuk inovasi komunikasi publik.

"Justru publik akan bertanya, apa yang dilakukan pemerintah, jika tidak dikomunikasikan dengan baik," ungkapnya.

"Karena banyak masyarakat di tengah kesibukan, memang butuh informasi di berbagai ruang publik," jelasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6