Ciri Orang yang Mendengarkan Lagu yang Sama Berulang Kali Menurut Psikologi

Ciri Orang yang Mendengarkan Lagu yang Sama Berulang Kali Menurut Psikologi berkaitan dengan emosi, memori dan kenyamanan.

Diterbitkan 08 September 2026, 08:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ada orang yang hampir setiap hari menemukan lagu baru, tetapi ada pula yang bisa memutar satu lagu belasan kali tanpa merasa bosan. Bahkan setelah playlist berganti, beberapa hari kemudian lagu yang sama kembali diputar. Kebiasaan ini terkadang dianggap sebagai tanda seseorang malas mencari musik baru, padahal proses psikologis di baliknya bisa jauh lebih menarik.

Mendengarkan lagu yang sama berulang kali bukanlah tes kepribadian yang dapat menentukan karakter seseorang secara pasti. Namun, penelitian mengenai psikologi musik menunjukkan bahwa repetisi, familiaritas, pengaturan emosi, dan memori dapat menjelaskan mengapa seseorang begitu betah dengan lagu tertentu.

Karena itu, beberapa kecenderungan berikut mungkin lebih sering ditemukan pada orang yang suka melakukan replay lagu favorit. Berikut Liputan6 paparkan bagaimana ciri orang yang suka mendengarkan lagu yang sama berulang kali dari berbagai sumber, Selasa (8/9).

1. Menyukai Rasa Familiar dan Nyaman

Salah satu alasan paling sederhana mengapa seseorang terus mendengarkan lagu yang sama adalah karena otak sudah mengenalnya. Melodi, perubahan nada, bagian reff, hingga ketukan berikutnya menjadi sesuatu yang dapat diprediksi. Alih-alih membuat pengalaman mendengarkan membosankan, familiaritas tersebut justru bisa memberikan rasa nyaman.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Human Neuroscience menemukan bahwa meningkatnya familiaritas terhadap musik dapat meningkatkan kenikmatan yang dirasakan pendengar. Ketika seseorang sudah mengenal sebuah lagu, ia mempunyai ekspektasi mengenai apa yang akan terdengar berikutnya, dan unsur prediktabilitas itu dapat berperan dalam respons emosional terhadap musik.

Karena itu, orang yang terus kembali ke lagu favorit belum tentu memiliki selera musik yang sempit. Dalam situasi tertentu, ia mungkin sekadar sedang mencari pengalaman yang sudah diketahui akan terasa menyenangkan. Lagu tersebut seperti film favorit yang tetap menarik meskipun jalan ceritanya sudah diketahui.

2. Sering Menggunakan Musik untuk Mengatur Suasana Hati

Bagi sebagian orang, musik bukan hanya hiburan latar belakang. Lagu dapat digunakan secara sadar untuk mempertahankan suasana hati tertentu, menenangkan diri, meningkatkan energi, atau menemani ketika sedang memikirkan sesuatu.

Penelitian mengenai fungsi psikologis mendengarkan musik menunjukkan bahwa pengaturan gairah dan suasana hati merupakan salah satu alasan utama manusia mendengarkan musik. Fungsi lainnya mencakup meningkatkan kesadaran terhadap diri sendiri dan memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan hubungan sosial. 

Inilah sebabnya satu lagu terkadang diputar terus-menerus selama perjalanan, bekerja, belajar, atau menjelang tidur. Seseorang sudah mengetahui bagaimana lagu tersebut memengaruhi perasaannya sehingga tidak perlu mengambil risiko memilih lagu baru yang mungkin justru mengganggu suasana hati yang sedang ingin dipertahankan.

3. Memiliki Keterikatan Emosional dengan Lagu Tertentu

Lagu favorit tidak selalu disukai hanya karena melodinya enak. Musik sering kali menjadi bagian dari pengalaman pribadi sehingga sebuah lagu akhirnya melekat pada orang, tempat, kejadian, atau fase kehidupan tertentu.

Penelitian Kelly Jakubowski dan Anita Ghosh tentang music-evoked autobiographical memories menunjukkan bahwa musik dapat menjadi pemicu ingatan autobiografis. Lagu yang familiar dan sering didengarkan dapat memiliki hubungan kuat dengan pengalaman personal, sementara memori yang muncul melalui musik sering membawa muatan emosional seperti kebahagiaan, nostalgia, atau campuran berbagai perasaan. 

Karena itu, seseorang dapat kembali ke satu lagu bukan sekadar untuk menikmati musiknya, tetapi juga untuk kembali merasakan sesuatu yang diasosiasikan dengannya. Lagu dari masa sekolah, perjalanan tertentu, hubungan lama, atau masa kehidupan yang menyenangkan dapat terasa seperti jalan singkat menuju memori tersebut.

4. Tidak Cepat Bosan Hanya karena Sudah Mengetahui Isi Lagu

Ada anggapan bahwa semakin sering sesuatu didengar, semakin cepat seseorang akan bosan. Dalam musik, efeknya tidak selalu sesederhana itu. Pada kondisi tertentu, pengulangan justru dapat meningkatkan tingkat kesukaan terhadap sebuah lagu.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Neuroscience menguji musik yang sebelumnya belum dikenal peserta dan memutarnya berulang kali dalam beberapa minggu. Hasilnya menunjukkan tingkat kesukaan terhadap musik meningkat seiring pengulangan, termasuk pada musik dengan tingkat kompleksitas yang berbeda. Familiaritas menjadi salah satu faktor penting dalam menjelaskan perubahan tersebut.

Hal ini menjelaskan mengapa lagu yang awalnya terdengar biasa saja dapat menjadi semakin menarik setelah beberapa kali diputar. Pendengar mulai mengenali struktur lagu, menunggu bagian tertentu, memahami lirik, atau menyadari detail kecil yang sebelumnya terlewat. Dengan kata lain, mengetahui apa yang akan terjadi tidak selalu menghilangkan kesenangan.

5. Cenderung Menikmati Detail yang Baru Terasa Setelah Beberapa Kali Mendengar

Lagu mempunyai banyak lapisan yang tidak selalu tertangkap pada sekali dengar. Ketika pertama kali mendengarkan, perhatian mungkin tertuju pada vokal atau reff. Pada pemutaran berikutnya, seseorang mulai memperhatikan bass, harmoni, backing vocal, permainan instrumen, perubahan tempo, atau makna lirik.

Itulah sebabnya replay tidak selalu berarti seseorang sekadar menginginkan stimulus yang sama. Pengalaman mendengarkan bisa berubah meskipun rekamannya tidak berubah. Bagian yang awalnya hampir tidak diperhatikan dapat menjadi bagian favorit setelah lagu didengar berkali-kali.

Kecenderungan ini terutama dapat muncul ketika seseorang benar-benar sedang menyukai sebuah karya musik. Ia tidak hanya ingin mengetahui lagu tersebut secara garis besar, tetapi menikmati proses menjadi semakin familiar dengannya. Mirip membaca kembali buku favorit, pengulangan memungkinkan detail yang sebelumnya lewat menjadi lebih mudah dikenali.

6. Musik Bisa Menjadi Ruang untuk Memahami Perasaan Sendiri

Ada kalanya seseorang menemukan lagu yang lirik atau suasananya terasa tepat menggambarkan kondisi dirinya. Ketika sulit menjelaskan perasaan dengan kata-kata, musik dapat memberikan bentuk pada emosi yang sebelumnya terasa samar.

Riset terhadap fungsi psikologis musik pada ratusan partisipan menemukan beberapa kegunaan musik, antara lain untuk self-awareness, regulasi emosi, komunikasi, hingga mencari penghiburan. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa alasan orang menggunakan musik dapat berbeda berdasarkan karakteristik individu. 

Maka, orang yang mendengarkan lagu yang sama berulang kali mungkin sedang menggunakan lagu tersebut sebagai pendamping proses internal. Bukan berarti ia selalu sedang sedih atau mempunyai masalah. Bisa saja lagu tertentu terasa paling cocok dengan keadaan pikirannya saat itu sehingga belum ada alasan untuk menggantinya.

7. Sudah Mengetahui Efek Lagu Tersebut terhadap Dirinya

Saat menemukan lagu yang mampu membuat lebih bersemangat, tenang, fokus, atau lega, seseorang memiliki alasan praktis untuk terus menggunakannya. Ia sudah mengetahui hasil emosional yang kemungkinan muncul setelah menekan tombol play.

Penelitian mengenai penggunaan musik untuk regulasi emosi menunjukkan bahwa mendengarkan musik memang umum digunakan sebagai strategi untuk mengelola emosi. Namun, dampaknya tidak selalu sama bagi setiap orang karena hasilnya dapat bergantung pada cara seseorang menggunakan musik dan strategi regulasi emosi lainnya. 

Jadi, mengulang lagu bahagia belum tentu berarti seseorang sedang bahagia, sebagaimana mengulang lagu sedih tidak otomatis menunjukkan ia sedang mengalami kesedihan berat. Fungsi lagu jauh lebih personal. Satu lagu sedih bahkan dapat memberi rasa lega kepada seseorang karena membuat emosinya terasa terwakili.

8. Lagu Tersebut Bisa Sedang Sangat Melekat di Pikiran

Tidak semua pengulangan lagu dilakukan karena alasan emosional yang mendalam. Kadang-kadang sebuah melodi memang sedang begitu mudah muncul dalam pikiran sehingga muncul keinginan untuk mendengarkannya kembali.

Fenomena ketika musik muncul secara spontan dalam pikiran sering disebut involuntary musical imagery atau lebih populer sebagai earworm. Penelitian yang diterbitkan dalam Psychology of Music menemukan bahwa lagu yang lebih sering diperdengarkan kepada peserta juga lebih sering muncul kembali sebagai gambaran musik yang tidak disengaja dalam pikiran mereka. 

Situasinya kemudian dapat membentuk lingkaran sederhana: lagu didengar beberapa kali, semakin melekat dalam ingatan, muncul kembali di kepala, lalu diputar lagi. Karena itu, fase memutar satu lagu terus-menerus selama beberapa hari sebenarnya tidak selalu mempunyai makna psikologis yang rumit.

Apakah Kebiasaan Mengulang Lagu Bisa Menunjukkan Kepribadian?

Menarik memang menghubungkan kebiasaan mendengarkan musik dengan karakter, tetapi tidak tepat jika seseorang langsung diberi label introvert, overthinker, sentimental, atau sulit menerima perubahan hanya karena sering memutar satu lagu.

Respons terhadap musik dipengaruhi banyak faktor, mulai dari selera, pengalaman pribadi, kondisi emosional, situasi ketika mendengarkan, hingga tingkat familiaritas terhadap lagu. Bahkan orang yang gemar mencari musik baru sekalipun dapat mempunyai satu lagu tertentu yang diputar terus selama berminggu-minggu.

Lebih tepat melihat kebiasaan ini sebagai petunjuk mengenai cara seseorang menggunakan musik pada saat tertentu, bukan diagnosis kepribadian permanen. Jika satu lagu memberikan kenyamanan, membantu mengatur emosi, memunculkan kenangan menyenangkan, atau sekadar terdengar sangat enak, wajar jika tombol replay menjadi sulit ditinggalkan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Mendengarkan Lagu yang Sama

1. Apakah mendengarkan lagu yang sama berulang kali normal?

Ya. Mengulang lagu favorit merupakan kebiasaan yang umum dan dapat berkaitan dengan familiaritas, kenikmatan, memori, maupun pengaturan suasana hati.

2. Apakah suka mengulang lagu berarti seseorang introvert?

Tidak. Kebiasaan tersebut saja tidak cukup untuk menentukan apakah seseorang introvert atau ekstrovert.

3. Kenapa lagu terasa semakin enak setelah sering didengar?

Familiaritas membuat struktur musik semakin mudah dikenali sehingga pendengar dapat membentuk ekspektasi dan menangkap detail yang sebelumnya terlewat.

4. Kenapa seseorang terus mengulang lagu sedih?

Lagu sedih dapat digunakan untuk memahami, mengekspresikan, atau menemani suatu emosi. Namun, alasan dan efeknya dapat berbeda pada setiap orang.

5. Apakah terlalu sering mendengarkan satu lagu bisa membuat bosan?

Bisa, tetapi tidak selalu terjadi dengan cepat. Tingkat kejenuhan terhadap musik berbeda pada setiap orang dan dapat dipengaruhi oleh preferensi serta konteks ketika mendengarkannya.