Demo Besar-besaran di Nepal, DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Cepat Evakuasi WNI

Anggota DPR dari Fraksi PKB, Taufiq Abdullah, mendesak pemerintah segera menyiapkan langkah perlindungan, mitigasi, hingga evakuasi bagi WNI yang sedang berada di Nepal.

Diterbitkan 11 September 2025, 15:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Demo besar Gen Z Nepal dipicu blokir medsos, berujung kerusuhan dan korban jiwa.
  • DPR desak pemerintah lindungi WNI di Nepal, siapkan mitigasi dan evakuasi.
  • KBRI Dhaka pastikan WNI aman, imbau waspada, hindari kerumunan, dan lapor diri.

Liputan6.com, Jakarta Aksi demo besar-besaran yang digerakkan Generasi Z Nepal mengguncang Kathmandu dan sejumlah kota lain pada Senin (8/9/2025), usai pemerintah memblokir 26 platform media sosial populer, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube, dan X.

Anggota Komisi I DPR Taufiq Abdullah, mendesak pemerintah untuk melakukan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di Nepal, termasuk menyiapkan langkah mitigasi hingga evakuasi.

"Tentu kami berharap situasi segera kondusif, namun jika keadaan semakin tidak menentu dan mengancam keselamatan WNI, maka langkah evakuasi perlu dipersiapkan dengan tepat waktu," kata dia, Kamis (11/9/2025).

Politikus PKB ini meminta pemerintah memberikan fasilitasi penuh serta menjalin komunikasi intensif dengan seluruh WNI di Nepal maupun pihak-pihak terkait untuk memastikan keselamatan mereka.

"Komunikasi intensif dengan para WNI sangat dibutuhkan, baik untuk mengingatkan kewaspadaan, memastikan mereka menghindari kerumunan massa, maupun memantau keberadaan WNI agar tetap aman di tengah konflik," jelas Taufiq.

Dia mengimbau agar para WNI terus berkoordinasi dengan KBRI. "Butuh kerja sama antara WNI dan KBRI untuk memastikan semuanya berada dalam kondisi sehat dan selamat tanpa kurang suatu apa pun. Kami percaya pemerintah akan memastikan dan menjamin keselamatan seluruh WNI," kata Taufiq.

 

KBRI Sebut Belum Ada WNI Jadi Korban

Sebelumnya, Aksi protes yang juga dipicu kekecewaan atas dugaan maraknya korupsi itu dengan cepat berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan hingga pada Selasa (9/9), tercatat 19 orang tewas akibat tembakan aparat keamanan dan ratusan lainnya luka-luka.

 "Merespon situasi tersebut, KBRI Dhaka, yang memiliki wilayah akreditasi di Nepal, telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan otoritas setempat, Konsul Kehormatan RI di Nepal, dan juga dengan komunitas Indonesia di Nepal. Hingga saat ini tidak terdapat informasi adanya WNI yang menjadi korban dari kerusuhan tersebut," demikian disampaikan Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha dalam pesan tertulisnya kepada awak media.

 

Jumlah WNI di Nepal

KBRI Dhaka mencatat terdapat 57 WNI yang tinggal menetap di Nepal.

"Pada saat ini terdapat pula 43 anggota delegasi RI yang sedang mengikuti beberapa konferensi internasional di Kathmandu, dua anggota TNI yang sedang mengikuti pelatihan, dan 23 wisatawan WNI," tutur Judha.

"KBRI telah mengeluarkan imbauan agar para WNI meningkatkan kewaspadaan, menghindari kerumunan massa dan terus memonitor situasi keamanan dari sumber pemerintah dan media. Bagi WNI yang saat ini sedang melakukan kunjungan atau berwisata di Nepal diminta segera melakukan lapor diri ke hotline KBRI Dhaka."

  • Hotline KBRI Dhaka +8801614444552
  • Konhor RI Kathmandu +9779851046514 dan +9779801190989

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    DPR adalah lembaga legislatif yang anggotanya terdiri dri anggota partai politik terpilih dari hasil pemilu.
    DPR
  • Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Demo
  • liputan6
    WNI adalah Warga Negara Indonesia asli.
    WNI
  • Nepal