Liputan6.com, Jakarta Pakar hukum pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Hibnu Nugroho, menilai Kejaksaan Agung (Kejagung) perlu mendalami kemungkinan adanya mens rea (niat jahat) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dengan tersangka mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim.
Hal ini merespons rencana Kejagung menelusuri kaitan investasi Google di Gojek, perusahaan yang didirikan Nadiem, dengan proyek pengadaan laptop tersebut. Chromebook sendiri merupakan produk laptop besutan Google dengan sistem operasi Chrome OS.
Hibnu menyebut, jika benar ada investasi ke Gojek, penyidik dapat menelusuri adanya perencanaan sebelum Nadiem menjabat sebagai menteri.
Advertisement
"Sehingga niat sebelum menjadi menteri dan setelah menjadi menteri ada hubungan kausal. Hubungan ini yang harus dikembangkan oleh penyidik Kejagung,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).
Ia menambahkan, indikasi permufakatan sebelum Nadiem masuk kabinet bisa menjadi bukti awal adanya penyimpangan dalam proyek tersebut.
"Bukan pada saat menjadi menteri, tapi sebelumnya. Pertanyaannya kan sebelum itu (pengadaan laptop chromebook) mungkin sudah terindikasi akan dijadikan menteri. Nah siapa itu yang menjanjikan?” papar Hibnu.
Bantahan Nadiem Terlibat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308258/original/005797100_1754539908-nad1.jpg)
Menurut Hibnu, dugaan adanya “relasi kuasa” ke level atas juga perlu ditelusuri karena bisa menjelaskan mengapa proyek pengadaan laptop tetap berjalan meski bermasalah.
Ia menilai hal itu bisa menjawab pernyataan Nadiem yang sebelumnya menegaskan siap memberi keterangan sejujur-jujurnya.
"Mungkin ada relasi kuasa yang membuat Nadiem tidak mampu menolak dan hanya menjalankan apa yang sudah diputuskan," jelas dia.
Hibnu juga menyayangkan jika lembaga pengadaan di Kemendikbudristek tidak dilibatkan dalam proses tersebut.
"Seolah-olah jadi menteri langsung stafsus-stafsus. Ini kan roda kelembagaan yang tidak berjalan,” katanya.
Sementara itu, pengacara Nadiem Makarim, Hotman Paris, membantah kliennya menerima keuntungan dari proyek pengadaan laptop Chromebook.
"Tidak ada satu sen pun baik dari segi bukti rekening bank maupun dari segi saksi yang menyatakan Nadiem pernah terima uang. Termasuk tidak ada bukti ada unsur memperkaya diri," tegas Hotman.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339618/original/035323100_1757070326-CMS_PORTRAIT_01.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5333221/original/001778100_1756612376-petani_milenial_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332053/original/033451400_1787629160-petani_milenial_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339648/original/011216300_1757074586-Jepretan_Layar_2025-09-05_pukul_19.10.12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306883/original/050610400_1784913812-jam3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300013/original/011353500_1784283826-don3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320653/original/012439900_1786362162-71890.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321444/original/024492100_1786441742-72452.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3651198/original/015411700_1638455141-IMG-20211202-WA0044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321214/original/065490500_1786433230-72289.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319078/original/063843700_1786180465-1000400240.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318645/original/065692700_1786119340-IMG_3095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318624/original/089072000_1786113401-IMG_3067.jpg)