Produk Anyaman KPM Tembus Pasar AS, Gus Ipul Lakukan Pelepasan Ekspor

Sebanyak 350 KPM dari lima kabupaten, yakni Bantul, Gunung Kidul, Banyumas, Cilacap, dan Wonosobo, terlibat dalam produksi anyaman keranjang berbahan eceng gondok serta mendong. Program ini sudah berjalan sejak Maret 2025.

Diperbarui 09 September 2025, 18:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mensos melepas ekspor kerajinan KPM ke AS di Bantul.
  • Program ini kolaborasi Kemensos dan PT Out Of Asia.
  • Melibatkan 350 KPM, hasilkan 12.422 produk senilai Rp1,1 M.

Liputan6.com, Jakarta Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul secara resmi melepas kontainer berisi produk kerajinan karya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk diekspor ke Amerika Serikat. Pelepasan ekspor tersebut berlangsung di Kantor PT Out Of Asia, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (9/9/2025). KPM merupakan keluarga yang selama ini mendapat bantuan sosial dari Kementerian Sosial.

Program pemberdayaan ini lahir dari kerja sama antara Kemensos dan PT Out Of Asia, anak usaha PT Mitra Adiperkasa (MAP) yang fokus pada bisnis ekspor kerajinan tangan.

Sebanyak 350 KPM dari lima kabupaten, yakni Bantul, Gunung Kidul, Banyumas, Cilacap, dan Wonosobo, terlibat dalam produksi anyaman keranjang berbahan eceng gondok serta mendong. Program ini sudah berjalan sejak Maret 2025.

“Ini kolaborasi, ada produknya, ada pengrajinnya, ada offtaker-nya, dan ada program pemerintahnya,” ujar Gus Ipul.

Lebih dari 12 Ribu Produk dengan Nilai Capai Rp1,1 Miliar

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih menyebutkan, khusus pengiriman September 2025 ke Amerika Serikat, telah dihasilkan 12.422 produk dengan nilai mencapai Rp1,1 miliar.

Salah satu KPM, Alif Ali Nurhayati dari Gunung Kidul, mengaku bersyukur bisa membantu perekonomian keluarga melalui produksi anyaman. “Saya ikut pelatihan tiga hari, lalu berlanjut sampai sekarang. Sehari bisa membuat satu sampai tiga anyaman,” ungkapnya.

Direktur Utama PT. Out Of Asia Handaka Santosa menjelaskan saat ini PT. MAP group sedang melakukan dua bisnis utama, yang salah satunya adalah bersama Kemensos membina para pengrajin.

"Bagaimana kita bisa membina para pengerajin, jadi sebetulnya paling gampang kalau pengerajin ada di workshop dan kita awasi mutunya, namun dengan saat ini yang kami lakukan adalah para pengerajin ada di rumah masing-masing," ujarnya.

Gus Ipul menegaskan, pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama Kemensos. “Keterampilan harus ditingkatkan, aset diperkuat, dan akses pasar dibuka lebar melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul secara simbolis melepas empat kontainer ekspor berisi produk hasil kerajinan KPM. Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Wakil Bupati Gunung Kidul Joko Parwoto, serta Direktur Utama PT Out Of Asia Handaka Santosa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6