Mensos Gus Ipul: Presiden Prabowo Beri Perhatian Khusus bagi Korban Unjuk Rasa

Bantuan yang disiapkan Presiden mencakup biaya pengobatan, dukungan pendidikan, hingga renovasi rumah sesuai kebutuhan masing-masing korban.

Diperbarui 02 September 2025, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo berkomitmen penuh bantu korban unjuk rasa ricuh, baik sipil maupun aparat.
  • Bantuan meliputi biaya pengobatan, pendidikan, dan renovasi rumah sesuai kebutuhan korban.
  • Penyaluran bantuan melalui kementerian terkait; masyarakat diimbau jaga persatuan.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian penuh kepada korban unjuk rasa yang berujung ricuh. Berbagai bentuk bantuan pun telah disiapkan untuk memastikan kebutuhan korban dapat terpenuhi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/9/2025) malam.

“Presiden sangat punya perhatian terhadap korban, tidak hanya yang dari sipil, tapi juga dari aparat ada juga yang jadi korban. Serius semua juga. Jadi Presiden punya perhatian khusus, dan memberikan atensi serta beliau akan menindaklanjuti bagaimana membantu para korban,” kata Gus Ipul.

Bantuan yang disiapkan Presiden mencakup biaya pengobatan, dukungan pendidikan, hingga renovasi rumah sesuai kebutuhan masing-masing korban.

“Kalau kita lihat nanti pasti sesuai kebutuhannya, untuk biaya sekolah, mungkin keluarganya, adiknya, orang tuanya. Mungkin juga ada perbaikan rumah atau renovasi rumah atau pembangunan rumah. Semua itu pasti tergantung assesmen. Pada dasarnya presiden akan berikan bantuan yang diperlukan bagi para korban. Dua-duanya ya, masyarakat maupun aparat,” jelas Gus Ipul.

 

Secara teknis, penyaluran bantuan akan dilakukan melalui kementerian terkait. Sementara pendataan kebutuhan dilakukan tim dari Presiden.

“Yang jelas ini adalah perhatian langsung dari presiden. Tentu para menteri akan menyesuaikan nanti sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” jelas Gus Ipul.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai berita hoax yang bersifat provokatif dan mendukung langkah-langkah pemerintah menjaga persatuan.

“Mari kita jaga persatuan, mari terus juga sampaikan aspirasi karena itu dilindungi oleh undang-undang, tetapi pada saat yang sama jangan sampai ada kericuhan yang merugikan semua pihak,” kata Gus Ipul.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa di Jakarta dan sekitarnya berujung ricuh dan anarkis. Massa menjarah rumah sejumlah pejabat publik. Selain itu juga merusak dan membakar fasilitas umum, di antaranya halte, stasiun dan gerbang tol. Dalam insiden ini jatuh banyak korban luka baik dari para demonstran maupun aparat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6