Demo Rusuh di Berbagai Daerah, Prabowo Unggah Video 7 Presiden Berisi Pesan Persatuan

Unggahan tersebut berisi pidato-pidato yang pernah disampaikan para Presiden RI terdahulu. Pidato-pidato tersebut berisi pesan Pancasila, kerukunan, dan cita-cita bangsa Indonesia.

Diperbarui 01 September 2025, 14:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo unggah video pidato Presiden RI terdahulu di Instagram.
  • Video berisi pesan Pancasila, persatuan, kerukunan, dan cita-cita bangsa.
  • Prabowo menutup video dengan visi swasembada pangan Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengunggah video kumpulan pidato-pidato Presiden Republik Indonesia dari masa ke masa, melalui akun Instagram resminya @prabowo, Senin (1/9/2025). Prabowo juga menulis emoticon Bendera Merah Putih di unggahannya.

Unggahan tersebut berisi pidato-pidato yang pernah disampaikan para Presiden RI terdahulu. Pidato-pidato tersebut berisi pesan Pancasila, kerukunan, persatuan, dan cita-cita bangsa Indonesia.

Video dibuka dengan pidato Presiden pertama RI, Soekarno. Dia menyampaikan pentingnya Pancasila sebagai dasar membangun dunia yang lebih baik.

"Pancasila, Pancasila atau lima pilar negara kita, kita bertekad membangun dunia yang lebih baik," kata Soekarno sebagaimana diunggah di Instagram Prabowo, Senin (1/9/2025).

Soeharto dan Habibie Bicara Kemakmuran

Selanjutnya, Presiden kedua RI, Soeharto yang berbicara soal cita-cita pembangunan Indonesia mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

"Cita-cita pembangunan kita bahkan perjuangan kita ialah tercapainya masyarakat adil dan makmur berdasarkan dari Pancasila," ucapnya.

Kemudian, kutipan pidato singkat Presiden ketiga RI BJ Habibie. Dalam pidatonya, Habibie menuturkan keberagaman suku di Indonesia menjadi kekuatan untuk melaksanakan perubahan bagi seluruh bangsa.

"Keanekaragaman dari suku itu justru menjadi sumber daya untuk melaksanakan perubahan-perubahan yang menguntungkan seluruh bangsa yang hidup di sini," tutur Habibie

Gus Dur-Megawati Singgung Persatuan dan Masa Depan

Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengingatkan soal persatuan di Indonesia meski di tengah keberagaman.

"Kita akan tetap terus sebagai bangsa yang sama walau pun berbeda-berbeda keyakinan," ujar Gus Dur.

Sementara itu, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri berbicara soal pemuda-pemudi Indonesia harus berani menatap masa depan. Megawati ingin Indonesia tidak bergantung dengan bangsa lain.

"Pemuda-pemudi Indonesia menatap masa depan dengan penuh gagah berani untuk kita bisa berdiri di atas kaki sendiri," kata Megawati.

SBY-Jokowi Bicara Bangsa Tangguh dan Kerukunan

Kemudian, Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpidato soal Indonesia merupakan bangsa yang tangguh dan pantang menyerah. Hal ini, kata dia, sudah mengalir sejak kemerdekaan Indonesia hingga kini.

"Bahwa bangsa Indonesia sejak era Kemerdekaan hingga sekarang ini adalah bangsa yang tangguh, pantang menyerah, dan memiliki daya juang yang kuat," pungkas SBY.

Sedangkan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo atau Jokowi menyoroti persatuan, kerukunan, serta kerja keras gotong royong sebagai kunci lompatan kemajuan bangsa.

"Persatuan kita, bahwa kerukunan kita, bahwa kerja keras dan kegotong royongan kita dapat membawa Indonesia melompat lebih tinggi lagi," kata Jokowi.

Video tersebut ditutup dengan pidato singkat Presiden Prabowo. Dalam video itu, Prabowo berbicara soal cita-cita mencapai swasembada pangan dalam waktu singkat.

"Kita bangun Indonesia di atas landasan yang sudah dirintis pendahulu-pendahulu kita, Indonesia harus segera swasembada pangan, dalam waktu yang sesingkat-sesingkatnya, bahkan kita siap menjadi lumbung pangan dunia," jelas Prabowo.

Video tersebut diunggah Prabowo di tengah demo ricuh buntut desakan pembubaran DPR. Aksi ini membuat sejumlah pengunjuk rasa tewas. Di antaranya driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan hingga mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta Rheza Sendy Pratama. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6