Temu Karya Nasional 2025, Budisatrio Djiwandono Nyatakan Kesiapan Pimpin Karang Taruna

Budisatrio Djiwandono menegaskan bahwa keputusan memimpin Karang Taruna ini bukan soal ambisi pribadi, melainkan semangat bersama untuk memajukan Karang Taruna.

Diterbitkan 24 Agustus 2025, 10:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta Anggota DPR RI sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, G. Budisatrio Djiwandono, menyatakan kesiapannya untuk memimpin Karang Taruna Nasional. Penetapan Budi sebagai Ketua Umum digelar melalui Temu Karya Nasional Karang Taruna, yang berlangsung Minggu (24/8/2025) di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial.

Dalam sambutannya, Budi dengan rendah hati mengakui keterbatasannya, namun menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah.

“Kekurangan saya banyak, kemampuan saya juga terbatas. Waktu senior-senior datang kepada saya, saya kaget dan sempat bertanya-tanya, apakah tidak ada taruna-taruna muda yang bersedia memimpin. Namun setelah saya mendengar paparan Gus Menteri Sosial tentang peran besar Karang Taruna, saya tersentuh, saya gemetar, dan semangat saya semakin besar,” kata Budi dalam acara ramah tamah bersama seluruh pengurus Karang Taruna provinsi dan pengurus pusat, yang juga dihadiri oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Taman Sekolah Rakyat, Kantor Kemensos, Sabtu (23/8/2025).

Budi menceritakan bagaimana dirinya pernah dua kali gagal sebagai calon anggota legislatif namun tidak pernah menyerah untuk terus berbuat dan akhirnya saat ini terpilih menjadi anggota DPR untuk ketiga kalinya. Dirinya menegaskan bahwa keputusan memimpin Karang Taruna ini bukan soal ambisi pribadi, melainkan semangat bersama untuk memajukan Karang Taruna.

“Ini bukan jabatan yang saya cari. Jika semua pengurus setuju dan kita bisa bersatu, tentu saya dengan penuh tanggung jawab siap memimpin. Besok, kita akan bermusyawarah dan bermufakat untuk memajukan Karang Taruna tanpa membeda-bedakan asal partai. Mari kita rangkul semua pihak demi kesejahteraan masyarakat,” kata Budi.

 

 

Dalam kesempatan ini, Budi menekankan pentingnya semangat kekeluargaan dan kolaborasi di tubuh Karang Taruna. Menurutnya, organisasi ini harus menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial dan pemberdayaan juga untuk memajukan generasi muda.

“Tujuan kita satu, menjalankan fungsi roda Karang Taruna. Dengan kekeluargaan dan kebersamaan, kita pasti bisa memajukan Karang Taruna ke depan. Saya mohon doa restu dan bimbingan dari seluruh pengurus serta senior-senior semua,” kata dia.

 

Temu Karya Nasional Karang Taruna

Sekadar diketahui, Temu Karya Nasional Karang Taruna menjadi momen penting. Dalam forum musyawarah nasional tersebut, para pengurus pusat dan daerah akan menentukan arah kepemimpinan Karang Taruna untuk periode berikutnya.

Acara yang digelar di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial dan diharapkan menjadi momentum konsolidasi besar-besaran demi memperkuat peran Karang Taruna sebagai garda terdepan pembangunan sosial dan pemberdayaan pemuda di Indonesia.

Sementara itu dalam kesempatan ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa Karang Taruna membutuhkan sosok seperti Budi.

“Bagi saya, orang yang pernah mengalami masa sulit bisa lebih matang. Beliau (Budi) sudah memulai proses dari bawah. Proses itu apa? tidak bertemunya harapan dan kenyataan. Saya sering bertemu kenyataan pahit tapi saya tidak pernah berhenti melangkah,” kata Gus Ipul.

 

Menurut Gus Ipul, Kementerian Sosial saat ini menyiapkan untuk memperkuat Karang Taruna sebagai bagian dari pilar sosial yang membantu mengawasi bantuan sosial serta mengawal pemberdayaan sosial.

“Nanti Karang Taruna akan diperkuat jadi pilar sosial. Karang Taruna di bawah Mas Budi saya minta ikut Mengawal Bansos dan pemberdayaan sosial,” kata Gus Ipul.

Mewujudkan kesejahteraan sosial adalah peran dari negara. “Karena negara tidak bisa sendirian maka perlu peran masyarakat di sinilah Karang Taruna,” kata Gus Ipul.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6