Pemprov Jakarta Gandeng BTN Benahi Fasilitas di Ancol hingga JIS

Pemprov Jakarta lewat dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menjalin kerjasama strategis dengan PT BTN.

Diterbitkan 20 Agustus 2025, 13:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta lewat dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menjalin kerjasama strategis dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN).

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan langsung oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, pada Selasa 19 Agustus 2205.

Ada pun kerjasama ini meliputi upaya untuk mengembangkan sektor-sektor pariwisata, sport tourism, layanan keuangan, dan infrastruktur sejumlah aset-aset Jakarta yang dikelola oleh Ancol dan Jakpro.

"Saya sungguh menyambut baik, saya adalah orang yang paling bergembira karena memang dalam hal ini saya mendorong agar antara Ancol dan JIS bisa memperbaiki fasilitas yang ada dan tentunya alhamdulillah saya bersyukur sekali Bank Tabungan Negara atau Bank BTN ikut serta dalam strategic partner tersebut," ujar Pramono.

Pramono meyakini, kerjasama tersebut secara perlahan akan dapat membuat wajah Jakarta akan menjadi lebih baik.

MoU BTN dengan Jakpro difokuskan pada pengembangan kawasan terpadu yang diharapkan mampu menciptakan multiplier effect ekonomi dan memperkuat posisi JIS sebagai destinasi berskala nasional maupun internasional.

Sementara itu, MoU BTN dengan Ancol mencakup kerja sama sponsorship, kegiatan corporate branding, aktivasi produk, serta dukungan pembiayaan dan layanan perbankan dari BTN di kawasan wisata tersebut.

"BTN sebagai mitra finansial, Jakpro sebagai pengembang infrastruktur, dan Ancol sebagai destinasi wisata adalah kombinasi yang tepat untuk mewujudkan hal itu," ucap Pramono.

 

Siap Bekerjasama

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) BTN Nixon Napitupulu menyatakan kesiapan untuk mengembangkan kerjasama dengan Pemprov Jakarta. Termasuk kerja sama menyelesaikan pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Ancol dengan JIS.

"Mudah-mudahan dengan penyelesaian proyek ini kita juga dapat branding disitu jadi ada hitungan komersialnya juga buat bank, sehingga ini juga bisa membantu traffic yang baik di Ancol maupun di JIS," kata Nixon.

Nixon menyebut, apabila kawasan Ancol dan JIS dapat dikembangkan dengan baik, maka pergelaran sejumlah acara di Ancol maupun JIS juga akan lebih optimal.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengakui kemacetan parah di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan bak mimpi buruk. Pramono juga telah mengecek sendiri kondisi kemacetan tersebut karena adanya proyek galian.

Oleh sebab itu, dia meminta agar bedeng-bedeng proyek galian itu bisa diperkecil, sehingga lajur jalan tidak semakin sempit.

 

Pramono Anung Rasakan Sendiri Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Janjikan Hal Ini

Pramono juga ingin 'pak ogah' di sekitar kawasan Jalan TB Simatupang turut ditertibkan.

"Tanggal 16 kemarin saya sengaja mencoba, saya bersama sopir berdua saja memang parah. Memang kondisi lapangannya sangat sulit, beberapa pekerjaan itu sebenarnya bedengnya bisa dikecilin, kita minta itu untuk dikecilin. Kalau perlu Gubernur tanda tangan, saya tanda tangan," kata Pramono dikutip dari unggahan Instagram @pramonoanungw, Rabu (20/8/2025).

Menurutnya, terkait dengan keberadaan 'pak ogah' diperlukan kolaborasi lintas satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk proses penertiban. Sehingga bisa mengatasi kemacetan di sana.

"Dinas Perhubungan, Satpol PP itu nampak di permukaan. Saya tidak mau di lapangan ada lagi 'pak ogah-pak ogah'; enggak boleh ada lagi untuk itu mohon Satpol PP dan sebagainya untuk ditertibkan," ujarnya.

Pramono menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan macet di kawasan TB Simatupang.

Dia juga meminta jajarannya agar dapat memberikan informasi lengkap kepada masyarakat soal kondisi di jalan tersebut.

"Itu menunjukkan bahwa kita bertanggung jawab dalam kondisi (macet) seperti ini kita hadir disaat itu. Sejak awal diberitahu (ke masyarakat) 'kalau kamu lewat sini pasti macet' dan kita mengimbau mereka (masyarakat) untuk naik transportasi umum dan itu perlu terus disampaikan," ucap Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6