Pramono Pastikan Stok Beras di Jakarta Aman Setelah Penarikan Beras Oplosan Food Station

Pramono mengaku bersyukur alat produksi milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut tak ikut dijadikan alat bukti. Sehingga, proses produksi masih bisa dilakukan

Diperbarui 14 Agustus 2025, 13:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Stok beras Jakarta aman setelah penarikan beras oplosan PT Food Station.
  • Alat produksi Food Station tidak disita, memastikan kelangsungan pasokan beras.
  • Distribusi pangan tetap normal meski ada tersangka, profesionalisme diharapkan.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut stok beras di ibu kota aman usai beras oplosan yang diproduksi PT Food Station (FS) Tjipinang Jaya ditarik dari pasaran.

Pramono mengaku bersyukur alat produksi milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut tak ikut dijadikan alat bukti. Sehingga, proses produksi masih bisa dilakukan dan tidak mengganggu stok beras di Jakarta.

“Stok beras aman. Jadi yang saya bersyukur, kan apapun food station ini penyedia beras untuk Jakarta. Dan kemarin kami meminta untuk alatnya itu tidak jadi barang bukti yang untuk kemudian tidak boleh dioperasikan,” kata Pramono di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (14/8/2025).

Menurut Pramono, apabila Food Station dilarang beroperasi, maka sudah pasti kebutuhan beras di Jakarta akan terpengaruh.

“Dan untuk itu kami bersyukur bisa dioperasikan. Kemudian untuk yang sudah ditarik ya sudah pasti ditarik,” ucap dia.

 

Kerja Profesional

Lebih lanjut, Pramono berharap jajaran direksi PT Food Station yang ada saat ini dapat bekerja dengan profesional. Saat ini, kata dia Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah membuka seleksi terbuka untuk posisi Direktur Utama serta Direktur Operasional dan Bisnis.

“Kan sudah kita buka. Maka saya nanti meminta betul untuk Food Station ini semuanya profesional,” katanya.

 

Tersangka

Diketahui, PT Food Station belakangan ini jadi sorotan usai tiga pejabatnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Pangan Polri. Mereka adalah Dirut Karyawan Gunarso, Direktur Operasional Ronny Lisapaly, dan Kepala Seksi Quality Control berinisial RP.

Ketiganya diduga memperdagangkan beras yang tidak sesuai dengan SNI 6128:2020 dan melanggar sejumlah peraturan terkait mutu pangan.

Meski tiga pejabat food station ditetapkan sebagai tersangka, Pramono memastikan, layanan distribusi pangan untuk masyarakat tetap berjalan normal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6