Di Hadapan Diaspora, Wamen Imipas Perkenalkan Aplikasi Ini

Wakil Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Silmy Karim, memberkan perkembangan layanan terbaru mereka, yakni All Indonesia di depan Diaspora.

Diterbitkan 13 Agustus 2025, 14:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • All Indonesia mengintegrasikan seluruh layanan kedatangan internasional dalam satu aplikasi terpadu.
  • Penumpang hanya perlu mengisi data sekali untuk imigrasi, bea cukai, karantina, dan kesehatan.
  • Aplikasi ini mempermudah wisatawan dan WNI, serta mempercepat pemeriksaan di bandara/pelabuhan.

Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Silmy Karim, memberkan perkembangan layanan terbaru mereka, yakni All Indonesia di depan Diaspora.

Diketahui, layanan ini mengintegrasikan seluruh layanan kedatangan internasional ke dalam satu aplikasi terpadu. Melalui aplikasi ini, penumpang hanya perlu mengisi data sekali untuk keperluan imigrasi, bea cukai, karantina, dan kesehatan.

Hal ini disampaikannya dalam acara Diaspora Summit 2 yang digelar Indonesian Diaspora Network United (IDN-United) di Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2025).

"All Indonesia ini untuk memperingkas banyak aplikasi yang ada. Jadi nanti pertanyaannya lengkap di satu platform, tapi jangan marah, ini benar-benar untuk mempermudah," kata Silmy.

Dia menuturkan, saat ini pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia harus melalui berbagai prosedur dari sejumlah instansi, mulai dari imigrasi, karantina kesehatan, hingga bea cukai. Setiap instansi memiliki platform masing-masing, yang kerap membingungkan pengguna.

Menurutnya, dengan aplikasi All Indonesia, seluruh proses tersebut dalam satu aplikasi berbasis web dan mobile. Dengan sistem ini, data pelaku perjalanan akan diinput hanya sekali oleh pengguna, kemudian diteruskan secara terintegrasi ke instansi terkait. 

 

Mempermudah

Silmy menuturkan, Aplikasi All Indonesia dinilai tidak hanya akan mempermudah wisatawan dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali ke Tanah Air, tetapi juga mempercepat pemeriksaan di bandara dan pelabuhan.

Dia menekankan konsep ini bukan hal baru. Negara-negara seperti Singapura juga mewajibkan pengisian data secara online sebelum kedatangan. “Ini untuk efisiensi dan kenyamanan bersama,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Silmy, All Indonesia sudah tersedia dalam bentuk website, sementara aplikasi mobile sedang dalam tahap akhir pengembangan. Dia menyebut, aplikasi All Indonesia versi mobile tengah dalam pengembangan atau pengujian. 

"Yang web based sudah ada, aplikasinya mudah-mudahan akhir bulan ini bisa di-deploy di App Store dan Android," ungkapnya.

Aplikasi ini akan berisi sejumlah pertanyaan wajib, mulai dari data pribadi, informasi perjalanan, hingga keterangan terkait barang bawaan dan kesehatan. Semua dikemas dalam satu platform agar proses kedatangan lebih sederhana dan transparan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6