Profil Yunus Yosfiah Raih Jenderal Kehormatan dari Prabowo, Pimpin Batalyon Tembak Presiden Fretilin

Presiden Prabowo Subianto memberikan gelar jenderal kehormatan bintang empat kepada sejumlah purnawirawan TNI. Salah satu tokoh yang dianugerahi yakni Yunus Yosfiah.

Diperbarui 10 Agustus 2025, 14:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo menganugerahkan gelar jenderal kehormatan kepada purnawirawan TNI.
  • Yunus Yosfiah, salah satu penerima, memiliki karir militer dan politik cemerlang.
  • Ia menghapus SIUPP dan menyetop film G30S/PKI sebagai Menteri Penerangan.

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto memberikan gelar jenderal kehormatan bintang empat kepada sejumlah purnawirawan TNI dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Batujajar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025).

Salah satu tokoh yang dianugerahi yakni Yunus Yosfiah.

Sosok yang memiliki nama lengkap Muhammad Yunus Yosfiah, lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, pada 7 Agustus 1944, dan memulai karier militernya setelah lulus dari Akademi Militer Nasional (AMN) pada 1965.

Ia pun bergabung dengan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dan menjadi Komandan Peleton Grup 2. Dari sini karir militernya terus naik, hingga akhirnya menduduki posisi Komandan Batalyon Infanteri 744.

Anggotanya dalam Batalyon tersebut semua putra asli Timor Timur yang masih muda dan memiliki semangat tempur tinggi. Wajar jika anggota batalyon itu sangat mengenal medan tempur yang sulit dan keras.

Adapun aksi Batalyon 744 yang terkenal adalah mereka berhasil menembak Nicolao Dos Reis Lobato, Presiden Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente atau Fretilin pada tahun 1978.

Fretilin merupakan kelompok bersenjata yang terus melakukan perlawanan pada tentara Indonesia di Timor Timur.

Selain itu, Yunus Yosfiah juga pernah menjadi Panglima Kodam Sriwijaya, kemudian Komandan Sesko ABRI, dan Kepala Staf Sosial Politik ABRI.

 

Jejak Karir Lainnya

Yunus Yosfiah juga pernah terjun di dunia politik. Dia pernah menjadi Ketua Fraksi ABRI di MPR tahun 1997-1998. Lalu, Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan di Setneg.

Tak hanya itu juga, Yunus Yosfiah juga pernah Menteri Penerangan pada 1998–1999 pada masa Presiden BJ Habibie. Di masa itulah, dia melakukan penghapusan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP), di mana di era Orde Baru itu wajib dipunyai oleh media dan membuka awal kemerdekaan pers era reformasi.

Selain itu, juga menyetop pemutaran film yang berjudul "Pengkhianatan G30S/PKI".

Yunus juga pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI dari PPP pada 2004-2009. Kemudian, pada 2015 dia bergabung ke Gerindra.

Prabowo Beri Gelar Jenderal Kehormatan ke Sejumlah Purnawirawan TNI

Berikut daftar lengkapnya:

Penganugerahan Jenderal Kehormatan Bintang 4:

Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin

  • Jenderal TNI Kehormatan (Purn) M. Herindra
  • Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Agus Sutomo
  • Jenderal TNI Kehormatan (Purn) KKO Ali Sadikin
  • Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Yunus Yosfiah

Penganugerahan Jenderal Kehormatan Bintang 3:

  • Letnan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Soehartono Soeratman
  • Marsekal Madya TNI Kehormatan (Purn) Bambang Eko Suharyanto
  • Letnan Jendreral TNI Kehormatan (Purn) Khairawan
  • Letnan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Musa Bangun
  • Letnan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Glenny Kahirupan
  • Letnan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Tony SB Hoesodo

Penganugerahan Jenderal Kehormatan Bintang 2:

  • Mayor Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Taufik Hidayat

Pelantikan Tanda Kehormatan Bintang Sakti:

  • Letnan Jenderal TNI Marinir (Purn) Alfan Baharudin
  • Letnan Dua (Purn) Darius Bayani

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6