Meningkatkan Literasi di Pelosok Negeri Indonesia dengan Taman Bacaan Masyarakat

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Patuh Pacu diresmikan di Dusun Aik Mual, Sekotong Timur, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Diperbarui 08 Agustus 2025, 12:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • TBM Patuh Pacu diresmikan di Lombok Barat oleh Sucor AM dan Yayasan Tunas Bakti Nusantara.
  • Inisiatif ini wujud komitmen ESG Sucor AM untuk literasi dan pembangunan sosial berkelanjutan.
  • TBM terbuka untuk semua usia, menjadi pusat komunitas, dan akses literasi di Aik Mual.

Liputan6.com, Jakarta - Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Patuh Pacu diresmikan di Dusun Aik Mual, Sekotong Timur, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh Sucor Asset Management bersama Yayasan Tunas Bakti Nusantara.

"Nama Patuh Pacu yang diambil dari bahasa Sasak dan berarti rajin dan penuh kedamaian, mencerminkan harapan akan lahirnya ruang belajar yang memberdayakan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Direktur sekaligus Ketua Komite ESG Sucor Asset Management Fajrin Hermansyah melalui keterangan tertulis, Kamis (7/8/2025).

Peresmian ini juga turut dihadiri oleh perwakilan Yayasan Tunas Bakti Nusantara Wahyu Andito serta perangkat desa setempat dan perwakilan dari Kepolisian Resor Lombok Barat.

Fajrin menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Petualangan Literasi di Ujung Negeri sebagai wujud nyata komitmen Sucor Asset Management dalam mendorong pembangunan sosial yang berkelanjutan melalui pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG).

"Di Sucor Asset Management, kami percaya bahwa investasi tidak melulu soal angka, tetapi tentang kontribusi jangka panjang terhadap masyarakat. Kami berharap Taman Bacaan Patuh Pacu menjadi ruang tumbuh bersama, tempat warga Aik Mual bisa belajar, berdiskusi, dan berkembang bersama," ucap Fajrin.

Menurut dia, inisiatif ini juga sejalan dengan misi Sucor Asset Management untuk memperluas dampak positif investasi melalui program-program sosial yang terukur.

Fajrin menekankan, literasi adalah fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap sumber daya pendidikan.

"Kedepan, kami ingin memastikan bahwa Taman Bacaan Masyarakat Patuh Pacu tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi katalis lahirnya ide-ide baru dari masyarakat lokal," ucap dia.

"Kami akan terus berupaya mendampingi agar fasilitas ini berkembang sesuai kebutuhan warga, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," imbuh Fajrin.

 

Taman Baca untuk Semua

Fajrin mengatakan, Taman Bacaan Patuh Pacu tidak hanya ditujukan untuk siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah yang berada di lingkungan sekitar.

"Taman bacaan juga terbuka untuk seluruh masyarakat Dusun Aik Mual dan dusun-dusun sekitarnya, dari berbagai kalangan usia. TBM ini diharapkan menjadi pusat kegiatan komunitas, tempat untuk berkumpul, bertukar pikiran, mengembangkan potensi, serta memperluas akses terhadap informasi dan literasi," kata dia.

Diperkirakan, lanjut Fajin, sekitar 400 orang akan menjadi penerima manfaat dari taman bacaan ini, termasuk 90 siswa siswi MI dan MTs serta ratusan warga dari berbagai latar belakang.

"TBM Patuh Pacu akan dikelola secara kolaboratif oleh unsur masyarakat, sekolah, dan pemerintah desa setempat agar keberlangsungannya dapat terjaga dan terus berkembang," jelas Fajrin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6