Liputan6.com, Jakarta Kemacetan lalu lintas yang parah menjadi pemandangan sehari-hari di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi ini tidak hanya terjadi pada jam-jam sibuk, melainkan hampir sepanjang hari, menyebabkan antrean kendaraan mengular dan pergerakan yang sangat lambat. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, telah mengonfirmasi bahwa penyebab utama kemacetan horor ini adalah adanya proyek pemasangan pipa air limbah yang sedang berlangsung di ruas jalan tersebut.
Proyek infrastruktur vital ini membentang sepanjang 2,5 kilometer, dimulai dari segmen Simpang Cilandak KKO hingga Simpang RS Fatmawati. Pelaksana proyek adalah PD PAL Jaya dengan kontraktor PT Rosa Lisca.
Advertisement
Akibat pekerjaan ini, satu lajur jalan harus diokupansi, menyisakan hanya satu atau dua lajur yang dapat dilalui kendaraan, sehingga secara signifikan mempersempit kapasitas jalan dan memicu penumpukan kendaraan.
Dampak dari kemacetan ini sangat dirasakan oleh para pengguna jalan, mulai dari pengendara pribadi hingga pengemudi transportasi daring. Mereka mengeluhkan waktu dan tenaga yang terbuang sia-sia di jalanan, bahkan ada yang merasa lebih cepat berjalan kaki daripada menggunakan kendaraan.
Situasi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2025, seiring dengan target penyelesaian proyek yang dilakukan secara bertahap.
Proyek Pipa Air Limbah, Akar Masalah Kemacetan TB Simatupang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2958943/original/078221200_1572953636-20191105-Pertumbuhan-Kendaraan-di-Jadetabek-jadi-Penyebab-Utama-Kemacetan-ANTONIUS-7.jpg)
Penyebab utama kemacetan parah di Jalan TB Simatupang adalah proyek pemasangan pipa air limbah yang sedang berjalan. Proyek ini merupakan inisiatif dari PD PAL Jaya dan dilaksanakan oleh kontraktor PT Rosa Lisca.
Pekerjaan pemasangan pipa ini memiliki panjang rencana sekitar 2,5 kilometer, membentang dari Simpang Cilandak KKO hingga Simpang RS Fatmawati.
Selama proses konstruksi, area kerja mengokupansi satu lajur lalu lintas, sehingga hanya menyisakan satu atau dua lajur yang dapat digunakan oleh kendaraan.
Proyek ini terbagi menjadi delapan seksi, namun saat ini yang menyebabkan penyempitan lajur lalu lintas adalah pekerjaan pada seksi 3 dan seksi 5. Seksi 3, yang berlokasi di area Cibis Park sisi selatan TB Simatupang, diperkirakan akan selesai pada bulan November 2025.
Sementara itu, seksi 5, yang berada di sisi utara Jalan TB Simatupang, tepatnya di Wisma Raharja, ditargetkan rampung pada bulan Desember 2025. Lima seksi pelaksanaan proyek ini direncanakan selesai antara November hingga Desember 2025.
Adapun seksi 6 hingga 8 dari proyek ini belum mulai dikerjakan.
Advertisement
Dampak Buruk Kemacetan bagi Pengendara dan Warga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3010390/original/052642100_1577863240-20200101-Banjir-Menggenang_-Pemotor-Masuk-Tol-di-Lenteng-Agung-5.jpg)
Kemacetan yang terjadi di Jalan TB Simatupang telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, baik dari segi waktu maupun tenaga. Banyak pengendara mengeluhkan bahwa waktu mereka terbuang sia-sia di jalanan yang padat merayap.
Kondisi lalu lintas di Jalan TB Simatupang seringkali membuat kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan sekitar 5 kilometer per jam. Hal ini menyebabkan antrean panjang dan frustrasi di kalangan pengendara.
Beberapa warga bahkan menyatakan bahwa berjalan kaki terasa lebih cepat dibandingkan menggunakan kendaraan bermotor di ruas jalan tersebut.
Pengemudi ojek daring, seperti Syarif (35), merasakan dampak langsung dari kemacetan ini, terutama karena rutinitas macet yang kini bertambah parah akibat galian proyek. Rasa lelah dan jenuh akibat terjebak macet membuat sebagian pengendara memilih untuk berhenti sejenak untuk beristirahat.
Tingkat pesimisme masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dalam mengatasi kemacetan di Jalan TB Simatupang juga cukup tinggi.
Upaya Penanganan dan Imbauan dari Pihak Berwenang
Menanggapi kemacetan parah ini, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, telah memberikan penjelasan mengenai penyebabnya. Dishub DKI Jakarta juga mengimbau kepada masyarakat untuk mencari rute alternatif guna menghindari ruas jalan TB Simatupang yang sedang mengalami kepadatan.
Selain itu, masyarakat diminta untuk menyesuaikan diri dengan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti petunjuk dari petugas di lapangan demi keselamatan berkendara.
Meskipun ada petugas proyek yang turut mengatur lalu lintas di lokasi, dampaknya masih terbatas dalam mengurai kepadatan.
Proyek galian yang memakan lajur jalan dan menyempitkan ruas jalan menjadi tantangan utama yang harus dihadapi oleh pengendara setiap hari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4041870/original/062018300_1654259329-Infografis_SQ_Alasan_Perluasan_Sistem_Ganjil_Genap_di_Jakarta.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4538098/original/040301000_1692072193-20230815-Macet-dan-Polusi-Jakarta-Arbas-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/134/original/013530700_1671867028-WhatsApp_Image_2022-12-24_at_14.27.25.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405832/original/011890700_1782288653-000_B83J62M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261521/original/040972300_1781736777-Croatia_s_Josko_Gvardiol__4__challenges_for_the_ball_with_England_s_Noni_Madueke__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258037/original/028342400_1781299407-000_B6XD8QZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4912716/original/011897900_1723108000-WhatsApp_Image_2024-08-08_at_15.27.48_6a554f4f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3537354/original/081618200_1628660983-20210811-Penyekatan-PPKM-Jakarta-Ditiadakan-Mulai-Besok_-Diganti-Ganjil-Genap-FANANI-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551996/original/076453800_1775794411-WhatsApp_Image_2026-04-10_at_11.09.45.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5070522/original/004522000_1735480482-WhatsApp_Image_2024-12-29_at_20.38.15_cb1c1469.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5462525/original/049142100_1767582880-mac2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4998458/original/050119200_1731221963-WhatsApp_Image_2024-11-10_at_13.50.53_53bb930a.jpg)