Golkar Gelar Roadshow Kader Muda ke Tiga Provinsi Pulau Jawa, Gandeng Aktivis Cipayung

Wakil Ketua DPP AMPI Muhammad Arief Rosyid Hasan menegaskan bahwa kegiatan ini lebih menekankan pada dialog dan mendengar masukan dari kader daerah.

Diperbarui 06 Agustus 2025, 13:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) menggelar silaturahmi dan roadshow kader muda ke tiga provinsi strategis: Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur. Agenda yang berlangsung 2–6 Agustus ini bertujuan memperkuat kaderisasi Partai Golkar dengan merangkul aktivis lintas organisasi kemahasiswaan.

Dalam roadshow tersebut, AMPI mengajak serta para aktivis Cipayung yang telah bergabung ke Partai Golkar, antara lain mantan Ketua Umum PB HMI 2013–2015 Muhammad Arief Rosyid Hasan, mantan Ketua DPP GMNI 2017–2019 Robaytullah Kusuma Jaya, mantan Ketua PP GMKI 2020–2024 Jefri Gultom, serta sejumlah mantan ketua organisasi mahasiswa lainnya.

Wakil Ketua DPP AMPI Muhammad Arief Rosyid Hasan menegaskan bahwa kegiatan ini lebih menekankan pada dialog dan mendengar masukan dari kader daerah.

“Kami datang untuk lebih banyak mendengar—apa saja masukan dan kerja-kerja konkret dari teman-teman di daerah. Saya senang ketika Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Sholeh, menyampaikan pandangannya. Kalau bicara aktivis ‘log-in’ ke partai, Jawa Tengah ini bisa jadi contoh terbaik,” ujar Arief.

Arief, yang pernah menjadi Komandan TKN Fanta dalam kampanye nasional Prabowo-Gibran, menilai generasi muda memegang peran penting dalam politik elektoral. Ia menekankan pendekatan kepada pemilih muda harus dilakukan jauh sebelum pemilu.

“Generasi muda tidak mudah didekati, apalagi diintervensi. Mereka kritis dan selektif. Proses pengorganisasiannya harus dimulai sejak dini. Saat kampanye kemarin, kontribusi mereka luar biasa. Bahkan Pak Prabowo mengakui mayoritas suara berasal dari anak muda,” jelasnya.

 

Sambutan Daerah

Di Jawa Tengah, Ketua DPD I Partai Golkar Mohammad Sholeh menyatakan bahwa partainya kini terbuka bagi aktivis lintas latar belakang. Ia juga mengungkapkan inisiatif sosial GAS (Ganti Sepatu Siswa), program pembagian seribu pasang sepatu bagi pelajar SD dan SMP.

“Pengurus Golkar hari ini harus luwes, adaptif, dan tidak terjebak metode lama. Peta politik Jawa Tengah memang menantang. Tapi itu alasan kita harus memperkuat kaderisasi,” ucap Sholeh.

Sementara di DIY, Ketua DPD I Partai Golkar Singgih Januratmoko menyoroti pentingnya budaya politik yang jujur dan terbuka.

“Di Golkar, kepercayaan dijaga. Kalau sudah terpilih, ya dijalankan. Tidak seperti di tempat lain yang kadang hasil pemilihan bisa dibatalkan begitu saja,” kata Singgih.

Ia menambahkan, mahasiswa harus dilibatkan dalam politik sebagai mitra, bukan lawan.

“Kalau anak muda tidak dilibatkan dalam politik, bangsa ini tidak akan berkembang. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian,” ujarnya.

Di Jawa Timur, rombongan diterima Ketua Pratama Partai Golkar Jatim yang menilai aktivis memiliki idealisme dan semangat yang bisa mendorong kebijakan publik.

“Saluran terbaik bagi para aktivis adalah masuk partai agar mereka bisa memengaruhi kebijakan secara langsung. Golkar tidak eksklusif. Kami ingin jadi ruang pertemuan berbagai kekuatan sipil,” tegasnya.

Roadshow ditutup di Kota Pasuruan. Walikota Pasuruan sekaligus Ketua Harian DPD Golkar Jatim, Adi Wibowo, mengajak aktivis muda memperkuat basis kaderisasi partai.

“Golkar adalah partai yang paling terbuka. Siapa pun dari latar belakang mana pun punya peluang yang sama untuk membesarkan partai ini,” kata Adi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6