PPP Berduka Mantan Menag Suryadharma Ali Meninggal Dunia: Sosok Pemimpin dan Pengayom

Kabar duka kembali menyelimuti tanah air. Mantan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali meninggal dunia pada Kamis (31/7/2025).

Diterbitkan 31 Juli 2025, 08:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Suryadharma Ali, mantan Menteri Agama, meninggal dunia pada Kamis, 31 Juli 2025.
  • Usman Tokan dari PPP mengkonfirmasi kabar duka dan memohon doa dari semua pihak.
  • Suryadharma dikenal sebagai pemimpin sederhana, pengayom, dan banyak melahirkan kader hebat.

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) RI, Suryadharma Ali meninggal dunia pada Kamis (31/7/2025) pukul 04.18 WIB. Kabar duka tersebut dibenarkan Juru bicara Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan atau PPP Usman Muhammad Tokan.

“Benar,” kata Usman pada wartawan, Kamis (31/7/2025).

Usman memohon doa semua pihak agar almarhum tenang di peristirahatan terakhir. “Mohon doanya, terima kasih,” kata dia.

Ia mengenang sosok Suryadharma Ali sebagai pemimpin yang sederhana dan pengayom. Semasa hidupnya, ia banyak melahirkan kader-kader muda yang hebat dan berdedikasi.

"Beliau adalah sosok pemimpin yg sederhana, pengayom dan banyak melahirkan kader muda yg hebat-hebat, semua pengurus dan kader PPP merasa kehilangan," ucapnya.

 

Profil Suryadharma Ali

Diketahui, Suryadharma Ali lahir pada 19 September 1956 di Jakarta. Dia menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dia menikah dengan Wardatul Asriah dan memiliki empat anak: Kartika Yudistira Suryadharma, Sherlita Nabila Suryadharma, Abdurrahman Sagara Prakasa, dan Nadia Jesica Nurul Wardani.

Suryadharma Ali aktif dalam politik melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dia menjabat sebagai Ketua Umum PPP dari 3 Februari 2007 hingga 16 Oktober 2014, menggantikan Hamzah Haz dan kemudian digantikan oleh Muhammad Romahurmuziy.

Pada 22 Oktober 2009, Suryadharma Ali diangkat sebagai Menteri Agama dalam kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menggantikan Muhammad Maftuh Basyuni. Dia menjabat hingga 28 Mei 2014, ketika dia mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6