Demokrat: Enggak Ada Urusan dengan Isu Ijazah Jokowi!

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menegaskan Roy Suryo atau pihak yang menuding ijazah palsu Jokowi sudah lama keluar dari kader Demokrat.

Diperbarui 28 Juli 2025, 16:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Demokrat membantah terlibat polemik ijazah palsu Jokowi dan isu 'partai biru'.
  • Hinca tegaskan Roy Suryo bukan lagi kader Demokrat saat isu ini muncul.
  • Demokrat merasa perlu membantah isu liar yang menyeret nama partai.

Liputan6.com, Jakarta - Partai Demokrat angkat bicara soal polemik ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang belakangan menyeret Demokrat. Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menegaskan, Demokrat tak ada kaitan sama sekali dengan polemik tersebut.

"Secara resmi Demokrat memberikan tanggapan ya, karena jadi liar isunya, yang seolah-olah partai biru, yang mendalangi ini. Kami tegaskan, enggak ada urusan kami dengan kasus ijazah palsu ini, apalagi dikait-kaitkan agenda politik di balik ini," kata Hinca di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/7/2025).

Terkait Roy Suryo yang pernah menjadi kader Demokrat, Hinca menegaskan Roy Suryo atau pihak yang menuding ijazah palsu Jokowi sudah lama keluar dari kader Demokrat.

"Kalau ditarik-tarik Saudara Roy Suryo yang pernah di Demokrat, saya pastikan masa saya Sekjen Partai Demokrat, Saudara Roy Suryo tidak lagi jadi anggota Partai Demokrat. Waktu itu sudah berakhir hubungannya," tegasnya.

 

Isu Liar

Hinca menyayangkan bahwa kini berkembang isu liar adanya Partai Biru yang mendalangi polemik ijazah palsu Jokowi. Oleh karena itu ia merasa perlu membantah secara resmi.

"Kami mendengar itu (partai biru) sehingga karena sudah liar, kami meminta kemarin, Ketua Umum juga, Mas AHY juga, memerintahkan Bakomstra kami untuk menjelaskan itu," kata Hinca.

"Sekali lagi saya ingin menegaskan, jangan ditarik-tarik bahwa Roy Suryo ndak ada hubungannya dengan Demokrat dan karena itu Demokrat tidak ada hubungannya dengan kasus ijazah palsu," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6