Demo Besar di Malaysia, Ribuan Orang Turun ke Jalan Protes Kepemimpinan Anwar Ibrahim

Ribuan warga Malaysia dari berbagai elemen masyarakat memadati Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, pada Sabtu 26 Juli 2025, untuk menggelar aksi unjuk rasa.

Diperbarui 27 Juli 2025, 08:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ribuan warga Malaysia gelar aksi unjuk rasa di Dataran Merdeka.
  • Mahathir Mohamad hadir dan kritik pernyataan Anwar di parlemen.
  • Anwar mengajak dialog, hargai petugas, dan jamin kebebasan bersuara.

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan warga Malaysia dari berbagai elemen masyarakat memadati Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, pada Sabtu 26 Juli 2025, untuk menggelar aksi unjuk rasa.

Para peserta aksi tampak mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk simbolik protes terhadap berbagai persoalan yang menyasar kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Aksi ini dimulai sejak Sabtu pagi, dengan massa berkumpul di empat titik utama: Dataran Sogo, Masjid Jamek, Masjid Negara, dan Pasar Seni, sebelum akhirnya bergerak menuju pusat demonstrasi di Dataran Merdeka.

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad juga turut hadir dalam unjuk rasa itu. Mahathir menyampaikan aspirasi serta menyinggung pernyataan Anwar di parlemen belum lama ini, yang menyebut dirinya bersalah.

Sekretaris politik Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Shamsul Iskandar, mengatakan aksi protes "Turun Anwar" yang bergulir 26 Juli 2025 hanya merupakan kepentingan politis segelintir pihak.

Dia menegaskan hal itu hanya upaya politik kelompok kecil yang berusaha mempertahankan keberadaannya, seraya mengatakan protes itu bukan wujud nyata ketidakpuasan rakyat kepada kepemimpinan Anwar Ibrahim.

"(Protes) Ini bukan tentang rakyat, ini tentang sekelompok kecil yang mencoba membalikkan apa yang gagal mereka capai melalui kotak suara," kata Shamsul Iskandar, seperti dikutip dari Antara, Minggu (27/7/2025).

Ajak Seluruh Pihak untuk Terus Berdialog

Adapun Perdana Menteri Anwar Ibrahim mangatajan kritikan dan perbedaan pandangan tidak seharusnya dilihat dari lensa permusuhan. Sebaliknya, kata dia, harus terus bercambah dan subur mekar menjadi denyut nadi negara bangsa yang matang, progresif dan berdaulat.

"Yang penting, ia harus berjalan dengan tertib, aman dan dalam semangat cinta tanah air," kata Anwar dalam keterangannya

Anwar mengajak seluruh pihak untuk terus berdialog dan berwacana, mencari titik temu, serta membina negara bersama.

"Tidak sekadar di jalanan, tetapi bangkit telaah, menggapai dan menguasai lapangan-lapangan baru agar negara ini melonjak ke depan secara mantap dan bertenaga," kata Anwar.

Di sisi lain, menghargai kerja keras dan dedikasi tinggi para petugas gabungan dalam menjaga unjuk rasa yang berlangsung di pusat Kota Kuala Lumpur, di Dataran Merdeka, Malaysia, Sabtu 27 Juli 2025.

"Saya sampaikan setinggi-tinggi penghargaan kepada semua petugas pasukan keselamatan; dari polisi, bomba (pemadam kebakaran), pasukan medis dan sukarelawan yang telah bertugas dengan ketangkasan, disiplin dan dedikasi yang tinggi menjamin keselamatan dan ketenteraman masyarakat serta memastikan kelancaran acara demonstrasi yang berlangsung hari ini," ujarnya.

 

Konsisten Berpegang pada Prinsip Demokratik

Diketahui, unjuk rasa yang berlangsung di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, itu diikuti sekitar seribuan orang, di mana pengunjuk rasa menyuarakan protes terkait kepemimpinan Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim mendoakan seluruh peserta unjuk rasa selamat pulang ke rumah masing-masing, dan senantiasa dimudahkan serta dilindungi dalam perjalanan.

"Justru, sebagai Perdana Menteri, saya konsisten berpegang pada prinsip yang demokratik yakni kebebasan bersuara dan menyatakan kritikan," kata PM Anwar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6