Liputan6.com, Jakarta Polri mengungkap beberapa kasus kekerasan terhadap anak sepanjang 2025. Mulai, dari kekerasan, penganiayaan yang berujung luka hingga meninggal dunia, serta pencabulan atau pelecehan seksual.
Salah sutu fakta miris yang terjadi di Desa Gasing, Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (20/1). Bocah perempuan itu diketahui atas nama inisial AD yang baru berusia dua tahun. Pelakunya, remaja DW (19) yang merupakan ayah korban.
Penganiayaan itu dilakukan terduga pelaku lantaran korban enggan makan dan rewel. Hal itu membuat DW naik pitam. DW memukuli kepala, punggung, dan perut korban dengan tangan kosong.
Advertisement
Akibat kebengisan pelaku, korban tak sadarkan diri. Melihat kondisi sang anak, Ibunya langsung membawanya ke puskesmas. Namun malang, nyawa korban tak dapat diselamatkan.
Mengetahui anak tirinya tewas, pelaku kabur dari rumah. Istrinya pun melaporkan kasus itu ke polisi. Tak butuh waktu lama, polisi ditangkap tanpa perlawanan.
"Benar, tersangka pembunuh anak tiri sudah ditangkap," ungkap Kasatreskrim Polres Banyuasin AKP Teguh Prasetyo, Selasa (28/1).
Minta Susu Malah Dibunuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3469005/original/096085000_1622438441-carolina-heza-0lD4hF1fBv0-unsplash_1_.jpg)
Kasus kekerasan terhadap anak lainnya juga terjadi di Kampung Kresek, Desa Rawa Burung, RT 06 RW 09, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (27/4).
Pelaku HB (38) tak lain ayah korban inisial MA yang baru berusia 4 tahun. Awalnya, MA terbangun dari tidurnya dan meminta dibuatkan susu oleh ayahnya, pada Minggu, 27 April 2025, sekira pukul 02.15 Wib. Permintaan korban itu ternyata membuat pelaku kesal. HB pun naik darah. Dia tega melakukan kekerasan terhadap MA.
Dengan bengisnya, pelaku memukul bagian belakang kepala korban dengan tangan kosong sebanyak 3 kali. Setelah itu, tersangka membawa korban ke kamar mandi dan langsung mencelupkan kepala korban ke dalam ember berisi air.
"Dengan posisi kedua tangan korban dipegang tersangka di belakang badan korban," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/4).
Karena kebengisan itu, korban muntah-muntah. Tak punya belas kasihan, pelaku justru kembali melakukan kekejiannya tersebut hingga meninggal dunia.
Selanjutnya untuk menghilangkan jejak, pelaku meletakkan korban dengan posisi terlentang di atas kasur yang berada di dalam kamar. Kemudian menumpuk dengan pakaian yang ada dalam kamar dan membakar korban yang sudah meninggal dunia.
"Kemudian tersangka mengunci pintu kontrakan dan membuang kunci ke selokan depan kontrakan lalu melarikan diri ke daerah Tasikmalaya, Jawa Barat," ucapnya. Pelaku akhirnya ditangkap di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Selasa (29/4).
Advertisement
Kasus Pencabulan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2893885/original/062624800_1566892562-Garis_Polisi-_Pembunuhan.jpg)
Kasus Kekerasan seksual yang menimpa sejumlah anak tak kalah mengerikannya terjadi sepanjang 2025. Salah satunya terjadi Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Rabu (5/2).
Aksi paling keji dilakukan pelaku S (72). Dia melakukan aksi bejat tersebut terhadap lima orang anak di bawah umur. Bahkan, perbuatannya itu dilakukan di salah satu masjid di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Awalnya korban bermaksud untuk salat Magrib di masjid, lalu bertemu dengan pelaku. Kemudian, pelaku pun memanggilnya dan langsung melecehkan korban. Korban seketika menangis dan pulang untuk mengadukan kejadian itu ke orangtuanya.
Warga yang mengetahui aksi cabul itu langsung mendatangi pelaku. Beruntung polisi segera tiba di lokasi setelah menerima laporan sehingga kakek itu tak jadi bulan-bulanan warga.
Kasatreskrim Polres Lubuklinggau AKP M Kurniawan Azhar mengungkapkan, awalnya hanya satu anak menjadi korban. Namun dari pemeriksaan ternyata ada lima bocah yang pernah dicabuli tersangka, yakni JS (7), AC (11), JN (9), AS (8), dan NS (11).
"Total ada lima anak jadi korban pencabulan tersangka," ungkap Kasatreskrim Polres Lubuklinggau AKP M Kurniawan Azhar, Jumat (7/2).
Kurniawan menyebut, semua korban dicabuli tersangka saat berada di masjid untuk salat berjemaah. Tersangka memeluk dari belakang dan melakukan pelecehan.
Â
Remaja Diperkosa Bergilir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3980598/original/092361400_1648707589-20220331-PASCA-KEBAKARAN-KIOS-LENGGANG-JAKARTA-7.jpg)
Teranyar, kasus kekerasan seksual juga terjadi di Cianjur, Jawa Barat. Korban berinisial Mawar (16) telah diperkosa oleh 12 orang, beberapa waktu lalu.
Hal itu pun membuat korban mengalami trauma berat, hingga sempat kesulitan untuk mengingat apa yang sudah menimpa dirinya.
Namun, berjalannya waktu akhirnya korban yang masih mendapatkan pendampingan tim psikolog dari UPTD PPA Provinsi Jabar itu akhirnya dapat menceritakan kronologi yang menimpa dirinya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur Ajun Komisaris Polisi Tono Listianto mengatakan, para pelaku melakukan tindak perkosaan secara bergiliran di sejumlah lokasi berbeda selama empat hari berturut-turut hingga akhirnya korban pulang ke rumah dan melapor ke polisi.
"Selama empat hari korban diperkosa secara bergiliran oleh 12 orang pelaku di tempat yang berbeda, di mana awalnya korban diajak empat orang pemuda yang masih satu kampung dengannya ke wilayah Puncak," katanya.
Usai mendapat laporan, polisi langsung disebar ke sejumlah lokasi untuk menangkap para pelaku. Sebanyak 11 orang pelaku sudah ditangkap di sejumlah wilayah tanpa perlawanan dan masih ada satu orang lainnya yang masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Diketahui, sejumlah pengungkapan kasus kekerasan terhadap anak ini diungkap selama Januari-Juli 2025 atau sebelum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli 2025.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191564/original/011615000_1744968321-info_cap_1.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5223171/original/011970300_1747495428-IMG-20250517-WA0091.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617239/original/089374800_1635501781-Meta_Sign_AP_Photo_-_Tony_Avelar.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189923/original/005208500_1744810715-673_x_373_rev__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6502227/original/018798800_1779358612-cabuli-bocah-3-tahun-mr-diciduk-polisi-di-rumah-kepala-desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7164636/original/074194400_1779954672-IMG-20260527-WA0111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7158208/original/001641600_1779947454-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_11.16.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7107734/original/064928100_1779890924-feedImage_2026_5_27_1779885943325-57ikqj.webp)