Miris, Remaja di Bantul Tewas Gantung Diri usai Ditinggal Orang Tua Bercerai

Remaja berinisial ADK (14) di Bantul nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri usai ditinggal orang tua bercerai.

Diperbarui 23 Juli 2025, 13:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Remaja 14 tahun ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Bantul, Rabu pagi.
  • Adik korban menemukan korban tergantung; keluarga lapor polisi Imogiri.
  • Korban tinggal bersama kakek-neneknya usai orang tua bercerai 3 bulan lalu.

Liputan6.com, Jakarta - Remaja berinisial ADK (14) nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di Pedukuhan Kajur Kulon, RT. 05, Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul. Korban ditemukan tewas gantung diri pada Rabu (23/7/2025) sekira pukul 06.10 WIB.

"Pada hari Rabu tanggal 23 Juli 2025 sekira pukul 06.10 WIB saksi 1 BAD (9) (adik korban) yang sebelumnya tinggal dan tidur di rumah saksi 2 (nenek korban) berniat untuk mengambil perlengkapan sekolah di rumah milik korban dan saksi 1," kata Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana dalam keterangannya.

"Sesampainya di rumah tersebut, adik korban melihat korban dalam keadaan gantung diri," tambahnya.

Adik korban kembali ke rumah neneknya sambil menangis menemukan kakaknya tewas gantung diri. Mendengar kabar itu, neneknya langsung memanggil adik-adiknya untuk mendatangi lokasi.

Sesampainya di lokasi, kata Jeffry, ADK telah meninggal dunia dengan posisi tergantung di pengeret atau sunduk rumah korban. Kemudian, adik dari nenek tersebut memotong tali itu dengan menggunakan pisau dapur. Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Imogiri.

"Dari hasil pemeriksaan tim medis puskesmas Imogiri II Zazitu dan ident Polres Bantul tidak ditemukan bekas luka atau tanda-tanda kekerasan," ujarnya.

"Lidah terjulur, mengeluarkan sperma dan kotoran. Gantung diri menggunakan kain sarung warna biru corak kotak putih," sambung Jeffry.

Hasil Penyelidikan Polisi

Berdasarkan hasil penyelidikan, pada Selasa, 22 Juli 2025 sekira pukul 19.30 WIB, teman sekolah korban yakni R (15) datang atau bermain di rumahnya. Saat itu, R sempat melihat adanya tali yang digunakan oleh korban untuk bunuh diri tergantung di pengeret tersebut.

"Saat ditanya oleh R, tali itu untuk apa. Dijawab korban bahwa akan membuat mainan gantungan," ucapnya.

Ternyata, korban bersama adiknya itu telah ditinggal oleh orang tuanya yang sudah berpisah atau bercerai.

"Dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, korban dan adik korban ditinggal oleh orang tuanya yang telah bercerai dan keseharian diasuh oleh kakek-neneknya," ungkap Jeffry.

"Atas kejadian tersebut, keluarga menerima kematian korban dengan membuat surat penyataan yang ditandatangani oleh istri korban dan kemudian diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6